Rupiah Terus Melemah, Tekanan Global dan Kenaikan Suku Bunga Picu Penurunan
Rupiah mengalami pelemahan empat hari beruntun hingga menyentuh Rp17.685 per dolar AS, didorong penguatan greenback global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 19.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah kembali berada di zona negatif pada penutupan perdagangan Selasa (15/9/2026), melemah 0,26% dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data Refinitiv, kurs rupiah berakhir di level Rp17.685 per dolar AS, menandai tren penurunan berturut-turut selama empat hari. Pergerakan harian dimulai dengan pelemahan 0,06% di posisi Rp17.650, dan terus mengalami tekanan hingga menyentuh level terlemah harian di Rp17.703.
Di tengah pergerakan rupiah, indeks dolar AS (DXY) mencatat penguatan 0,22% ke level 99,606 pada pukul 15.00 WIB. Kenaikan greenback ini dipengaruhi oleh dinamika global, terutama meningkatnya permintaan terhadap aset aman akibat ketegangan di wilayah Timur Tengah. Serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas di Arab Saudi dan kapal-kapal di Selat Hormuz memperburuk ketegangan geopolitik, yang berdampak pada kenaikan harga minyak mentah Brent di atas US$100 per barel.
Meski adanya perombakan kabinet dengan pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026), yang diharapkan memperkuat kepercayaan pasar, kebijakan fiskal tetap menghadapi tekanan eksternal. Ekonom senior PT Bank Danamon Indonesia Irman Faiz menilai pengalaman teknokrat Suahasil di lingkungan Kementerian Keuangan menjadi fondasi penting untuk menjaga kredibilitas APBN dan meminimalkan risiko transisi. Ia menegaskan bahwa kebijakan fiskal tetap akan mendukung pertumbuhan sambil menjaga batas 3% sebagai jangkar kredibilitas.
Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve justru menambah tekanan terhadap rupiah. Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga mencapai 93% pada pekan ini, meningkat drastis dari 60% pada pekan sebelumnya. Kenaikan suku bunga diperkirakan akan memperkuat dolar AS dan meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar, sehingga menekan nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Purbaya Akui Terganggu Tidur Usai Digantikan
Mantan Menteri Keuangan mengungkapkan kesulitan tidur setelah pergantian jabatan mendadak, namun kini mulai tenang menyusul penyerahan tugas kepada penggantinya.
15 September 2026

Jakarta Perkuat Kepercayaan Global untuk Investasi 2030
Gubernur DKI Jakarta menegaskan transformasi kota menuju global, hijau, dan tangguh melalui peningkatan kepercayaan publik dan kepastian iklim investasi hingga 2030.
15 September 2026

RATU Percepat Akuisisi Aset Produksi di 2027
Perseroan menargetkan minimal satu akuisisi tahun depan, fokus pada aset berproduksi, sambil memanfaatkan private placement untuk dukung modal kerja dan ekspansi.
15 September 2026

Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Petrokimia Lewat Kolaborasi dengan Chandra Asri
Kerja sama sinergis antara Bank Mandiri dan Chandra Asri Group hadirkan solusi keuangan terintegrasi untuk mendukung kelancaran transaksi dan pertumbuhan usaha di industri petrokimia nasional.
15 September 2026
Berita Lainnya

Apple Intelligence Hadirkan Fitur Cerdas di iPhone Terbaru
Selasa, 15 September 2026, 19.42 WITA

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur dengan Revolusi Kamera dan AI
Selasa, 15 September 2026, 19.42 WITA

iPhone 18 Pro dan Pro Max: 10 Pertimbangan Sebelum Beli
Selasa, 15 September 2026, 19.41 WITA

Trump Bantah Ancaman AI, Sebut Isu Itu Hoaks
Selasa, 15 September 2026, 19.35 WITA

Samsung Siapkan Galaxy Z Trifold 2 Lebih Cepat
Selasa, 15 September 2026, 19.35 WITA

KPK Tangkap Dirjen BPN, Wamen ATR/BPN Tekankan Koordinasi dan Integritas
Selasa, 15 September 2026, 19.34 WITA

Gagalkan Penyelundupan Emas 29 Kg di Empat Bandara
Selasa, 15 September 2026, 19.34 WITA

Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Hingga 2029
Selasa, 15 September 2026, 19.33 WITA


