Trump Bantah Ancaman AI, Sebut Isu Itu Hoaks
Presiden AS Donald Trump menolak anggapan bahwa kecerdasan buatan bisa mengancam manusia, menyebut peringatan para tokoh teknologi sebagai hoaks serupa isu perubahan iklim yang dibesar-besarkan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 19.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menolak kekhawatiran global terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), menilai pernyataan para eksekutif teknologi dan peneliti sebagai narasi yang dibesar-besarkan dan tidak berdasar. Dalam sejumlah unggahan di platform Truth Social pada Senin (14/9), Trump menyamakan isu kehancuran dunia akibat AI dengan klaim sebelumnya tentang kiamat akibat pemanasan global, yang menurutnya juga merupakan hoaks. Ia menegaskan bahwa teknologi tersebut justru harus didukung, termasuk pembangunan pusat data yang menjadi fondasi pengembangan AI.
Trump menekankan bahwa kecemasan terhadap AI tidak berdasar secara logika, menyatakan bahwa robot tidak akan mengambil alih dunia dan AI tidak akan menguasai manusia. Ia menegaskan bahwa semua ketakutan itu hanya dibesar-besarkan oleh pihak-pihak tertentu. Dalam percakapan dengan wartawan, Trump mengungkapkan bahwa dirinya sendiri menggunakan AI secara pribadi, meskipun penggunaannya terbatas pada pembuatan gambar untuk konten media sosial. Ia juga menyebut telah berbicara langsung dengan CEO Nvidia, Jensen Huang, untuk memperkuat keyakinannya terhadap keamanan teknologi tersebut.
Ketidakpercayaan terhadap narasi bahaya AI juga disampaikan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance, yang menyatakan keheranan terhadap sikap perusahaan teknologi terkemuka yang meminta regulasi dari pemerintah. Menurut Vance, meskipun risiko nyata ada, manfaat AI jauh lebih besar, dan aneh jika perusahaan yang paling depan dalam inovasi justru meminta pembatasan. Ia menilai permintaan pengawasan itu tidak konsisten dengan komitmen industri terhadap pertumbuhan teknologi.
Di sisi lain, sejumlah tokoh di dunia teknologi menyuarakan kekhawatiran mendalam. Dario Amodei, CEO Anthropic, dalam esai panjang 3.800 kata, menyatakan bahwa manusia mungkin kehilangan kendali atas AI, yang bisa disalahgunakan untuk serangan siber, bioterorisme, atau gangguan ekonomi sistemik. Ia menyerukan kolaborasi global untuk menghindari potensi bencana, dengan menyatakan bahwa jika tidak segera ditangani, teknologi ini bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pernyataan Amodei muncul setelah seorang peneliti senior di Anthropic, Jacob Coxon, mengundurkan diri karena kekhawatiran terhadap kurangnya tanggung jawab dalam pengembangan AI. Coxon menulis di X bahwa banyak eksekutif dan peneliti senior justru menyampaikan ketakutan secara pribadi, meski di depan publik berusaha terdengar tenang. Ia menegaskan bahwa tidak ada aktivitas manusia lain yang menimbulkan risiko sebesar AI, menyoroti ketidakseimbangan antara ambisi teknologi dan kesadaran akan konsekuensi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Apple Intelligence Hadirkan Fitur Cerdas di iPhone Terbaru
Apple Intelligence hadir sebagai sistem AI terintegrasi di iPhone 15 Pro, 15 Pro Max, dan model lebih baru, menawarkan kemampuan menulis, merangkum, mengolah gambar, serta memahami lingkungan melalui kamera.
15 September 2026

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur dengan Revolusi Kamera dan AI
Apple meluncurkan iPhone 18 Pro dan Pro Max dengan peningkatan signifikan di kamera, performa, baterai, dan integrasi kecerdasan buatan, hadir secara eksklusif September 2026.
15 September 2026

iPhone 18 Pro dan Pro Max: 10 Pertimbangan Sebelum Beli
Calon pembeli di Indonesia perlu mempertimbangkan sepuluh aspek sebelum membeli iPhone 18 Pro dan Pro Max, termasuk ketersediaan, harga, kebutuhan kamera, dan performa.
15 September 2026

Samsung Siapkan Galaxy Z Trifold 2 Lebih Cepat
Samsung mempertimbangkan percepatan peluncuran Galaxy Z Trifold 2 sebagai respons terhadap kehadiran iPhone Duo, dengan fokus pada desain lebih ringan dan daya tahan lebih baik.
15 September 2026
Berita Lainnya

Purbaya Akui Terganggu Tidur Usai Digantikan
Selasa, 15 September 2026, 19.34 WITA

KPK Tangkap Dirjen BPN, Wamen ATR/BPN Tekankan Koordinasi dan Integritas
Selasa, 15 September 2026, 19.34 WITA

Jakarta Perkuat Kepercayaan Global untuk Investasi 2030
Selasa, 15 September 2026, 19.34 WITA

Gagalkan Penyelundupan Emas 29 Kg di Empat Bandara
Selasa, 15 September 2026, 19.34 WITA

Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Hingga 2029
Selasa, 15 September 2026, 19.33 WITA

Penyelundupan Emas Ilegal di Empat Bandara Digagalkan
Selasa, 15 September 2026, 19.33 WITA

KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor
Selasa, 15 September 2026, 19.33 WITA

Emas Selundupan 330 Kg Disita, Menunggu Proses Hukum
Selasa, 15 September 2026, 19.33 WITA


