Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Bantah Ancaman AI, Sebut Isu Itu Hoaks

Presiden AS Donald Trump menolak anggapan bahwa kecerdasan buatan bisa mengancam manusia, menyebut peringatan para tokoh teknologi sebagai hoaks serupa isu perubahan iklim yang dibesar-besarkan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 19.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Trump Bantah Ancaman AI, Sebut Isu Itu Hoaks📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menolak kekhawatiran global terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), menilai pernyataan para eksekutif teknologi dan peneliti sebagai narasi yang dibesar-besarkan dan tidak berdasar. Dalam sejumlah unggahan di platform Truth Social pada Senin (14/9), Trump menyamakan isu kehancuran dunia akibat AI dengan klaim sebelumnya tentang kiamat akibat pemanasan global, yang menurutnya juga merupakan hoaks. Ia menegaskan bahwa teknologi tersebut justru harus didukung, termasuk pembangunan pusat data yang menjadi fondasi pengembangan AI.

Trump menekankan bahwa kecemasan terhadap AI tidak berdasar secara logika, menyatakan bahwa robot tidak akan mengambil alih dunia dan AI tidak akan menguasai manusia. Ia menegaskan bahwa semua ketakutan itu hanya dibesar-besarkan oleh pihak-pihak tertentu. Dalam percakapan dengan wartawan, Trump mengungkapkan bahwa dirinya sendiri menggunakan AI secara pribadi, meskipun penggunaannya terbatas pada pembuatan gambar untuk konten media sosial. Ia juga menyebut telah berbicara langsung dengan CEO Nvidia, Jensen Huang, untuk memperkuat keyakinannya terhadap keamanan teknologi tersebut.

Ketidakpercayaan terhadap narasi bahaya AI juga disampaikan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance, yang menyatakan keheranan terhadap sikap perusahaan teknologi terkemuka yang meminta regulasi dari pemerintah. Menurut Vance, meskipun risiko nyata ada, manfaat AI jauh lebih besar, dan aneh jika perusahaan yang paling depan dalam inovasi justru meminta pembatasan. Ia menilai permintaan pengawasan itu tidak konsisten dengan komitmen industri terhadap pertumbuhan teknologi.

Di sisi lain, sejumlah tokoh di dunia teknologi menyuarakan kekhawatiran mendalam. Dario Amodei, CEO Anthropic, dalam esai panjang 3.800 kata, menyatakan bahwa manusia mungkin kehilangan kendali atas AI, yang bisa disalahgunakan untuk serangan siber, bioterorisme, atau gangguan ekonomi sistemik. Ia menyerukan kolaborasi global untuk menghindari potensi bencana, dengan menyatakan bahwa jika tidak segera ditangani, teknologi ini bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pernyataan Amodei muncul setelah seorang peneliti senior di Anthropic, Jacob Coxon, mengundurkan diri karena kekhawatiran terhadap kurangnya tanggung jawab dalam pengembangan AI. Coxon menulis di X bahwa banyak eksekutif dan peneliti senior justru menyampaikan ketakutan secara pribadi, meski di depan publik berusaha terdengar tenang. Ia menegaskan bahwa tidak ada aktivitas manusia lain yang menimbulkan risiko sebesar AI, menyoroti ketidakseimbangan antara ambisi teknologi dan kesadaran akan konsekuensi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya