Penyelundupan Emas Ilegal di Empat Bandara Digagalkan
Penindakan berhasil dilakukan di empat bandara utama terhadap WN China yang menyelundupkan emas ilegal menggunakan modus celana dalam dimodifikasi dan body strapping.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 19.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Petugas Bea dan Cukai bersama aparat kepolisian berhasil menggagalkan aksi penyelundupan emas ilegal di empat bandara nasional, termasuk Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, Sam Ratulangi, dan Kualanamu. Operasi ini merupakan bagian dari upaya sinergi antarinstansi untuk menekan peredaran emas tanpa dokumen resmi yang berpotensi merugikan negara. Penyelundupan dilakukan oleh warga negara asing, khususnya dari China, dengan modus yang kian canggih dan terstruktur.
Di Bandara Soekarno-Hatta, dua WN China, MZ dan SL, diamankan pada 10 September 2026 saat bersiap terbang ke Hong Kong. Mereka membawa 10 keping emas yang dibungkus lakban dan disembunyikan dalam koper kabin serta tas punggung. Barang bukti seberat 10.053 gram tersebut memiliki nilai pasar sekitar Rp25,3 miliar dan menimbulkan potensi kerugian negara mencapai Rp2,5 miliar. Analisis pola menunjukkan kecenderungan pelaku menggunakan rute yang sama dan menghindari pemeriksaan dengan strategi serupa.
Pada 6 September 2026, di Bandara Ngurah Rai, seorang WN China berinisial ZG berhasil diamankan dengan modus body strapping. Ia membawa 14 keping emas batangan seberat 10.418,3 gram, bernilai diperkirakan Rp26 miliar, dengan potensi kerugian penerimaan negara mencapai Rp3,9 miliar. Modus ini menunjukkan kemampuan pelaku dalam menyembunyikan barang berharga secara fisik di tubuh, menghindari deteksi melalui alat scanning standar.
Di Sulawesi, Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara dan Bea Cukai Manado melakukan dua penindakan berbeda di Bandara Sam Ratulangi. Dalam operasi pertama, tiga WN China—JM, ZW, dan TC—diamankan dari penerbangan ke Singapura. Penindakan kedua menangkap dua WN China lainnya, ZS dan ZH, yang diduga membawa perhiasan emas menuju Guangzhou. Kedua kelompok tersebut bergerak dengan pola serupa, mengindikasikan adanya jaringan terorganisir yang mengarah ke wilayah luar negeri.
Saat ini, penyidikan masih berlangsung, dan pihak kepolisian belum mengungkapkan identitas pelaku utama atau struktur jaringan secara rinci karena masih dalam tahap penyelidikan. Namun, dikonfirmasi bahwa jaringan penyelundupan dikendalikan dari luar negeri. Direktur Jenderal Bea dan Cukai menegaskan bahwa penindakan ini berbasis pada data analisis dan pola berulang yang teridentifikasi secara sistematis, menunjukkan kerja sama lintas instansi yang semakin efektif dalam mengamankan aset negara dari peredaran ilegal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

KPK Tangkap Dirjen BPN, Wamen ATR/BPN Tekankan Koordinasi dan Integritas
Wakil Menteri ATR/BPN menegaskan dukungan penuh terhadap proses hukum KPK dan menekankan pentingnya menjaga integritas serta kelancaran pelayanan publik pasca-OTT di BPN Kabupaten Bogor.
15 September 2026

Gagalkan Penyelundupan Emas 29 Kg di Empat Bandara
Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan emas seberat 29 kg di empat bandara internasional, menyelamatkan potensi kerugian negara Rp8,5 miliar.
15 September 2026

KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor
Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan di Kabupaten Bogor, termasuk seorang eksekutif perusahaan properti dan pejabat negara.
15 September 2026

Emas Selundupan 330 Kg Disita, Menunggu Proses Hukum
Bea Cukai menahan 330 kg emas hasil penyelundupan hingga proses hukum selesai, dengan rencana lelang jika putusan telah berkekuatan hukum tetap.
15 September 2026
Berita Lainnya

Apple Intelligence Hadirkan Fitur Cerdas di iPhone Terbaru
Selasa, 15 September 2026, 19.42 WITA

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur dengan Revolusi Kamera dan AI
Selasa, 15 September 2026, 19.42 WITA

iPhone 18 Pro dan Pro Max: 10 Pertimbangan Sebelum Beli
Selasa, 15 September 2026, 19.41 WITA

Trump Bantah Ancaman AI, Sebut Isu Itu Hoaks
Selasa, 15 September 2026, 19.35 WITA

Samsung Siapkan Galaxy Z Trifold 2 Lebih Cepat
Selasa, 15 September 2026, 19.35 WITA

Purbaya Akui Terganggu Tidur Usai Digantikan
Selasa, 15 September 2026, 19.34 WITA

Jakarta Perkuat Kepercayaan Global untuk Investasi 2030
Selasa, 15 September 2026, 19.34 WITA

Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Hingga 2029
Selasa, 15 September 2026, 19.33 WITA


