Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lima Tantangan Strategis Sektor Tambang di Depan Mata

MIND ID soroti tantangan kompleks dalam pengelolaan mineral dan batu bara, sekaligus tekankan pentingnya integrasi nilai tambah dan keberlanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 22.38 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Lima Tantangan Strategis Sektor Tambang di Depan Mata📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pengelolaan sumber daya mineral dan batu bara di Indonesia menghadapi tantangan multidimensi yang semakin membutuhkan pendekatan terpadu dan berkelanjutan. Direktur Utama MIND ID menegaskan bahwa meski sektor ini memiliki potensi besar untuk mendukung industrialisasi nasional, keberhasilannya tergantung pada strategi yang komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir. Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, ia menyampaikan bahwa tantangan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Salah satu isu krusial adalah keberlanjutan cadangan dan konsistensi penerapan kebijakan seperti DMO, yang masih menghadapi kendala operasional dan volatilitas harga pasar. Di samping itu, tingginya biaya operasional, persoalan pembebasan lahan, tumpang tindih kawasan, serta aktivitas ilegal turut menghambat efisiensi produksi. Ketersediaan energi yang andal dan kompetitif juga menjadi pertimbangan penting dalam perencanaan pengembangan masa depan.

Pengelolaan sisa hasil pertambangan (SHP) dinilai tidak hanya sebagai beban lingkungan, tetapi juga sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali melalui pendekatan ekonomi sirkular. MIND ID menekankan perlunya pemanfaatan teknologi untuk mengubah limbah menjadi bahan baku bernilai tinggi. Hal ini sejalan dengan upaya optimalisasi nilai tambah dari batu bara, termasuk batubara kalori rendah dan produk sampingannya, yang masih memiliki potensi besar jika dikelola secara efisien.

Pengembangan mineral strategis menjadi kunci untuk memperkuat industri nasional. MIND ID menilai bahwa hilirisasi harus melampaui produk antara, menuju produk akhir bernilai tinggi seperti bahan baku untuk sektor elektronik, kendaraan listrik, dan energi bersih. Dengan begitu, Indonesia dapat memperkuat posisinya dalam rantai pasok global.

Semua upaya tersebut harus berjalan seiring dengan komitmen terhadap perlindungan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, tata kelola yang transparan, dan keberlanjutan jangka panjang. MIND ID menekankan bahwa transformasi sektor tambang hanya bisa terwujud melalui sinergi kuat antara BUMN, pemerintah, parlemen, dunia usaha, serta lembaga riset, guna menjadikan sumber daya alam sebagai fondasi ketahanan ekonomi dan penciptaan nilai nasional yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya