BEI Tunda RUPSLB Menunggu Finalisasi POJK Demutualisasi
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BEI ditunda hingga POJK demutualisasi resmi diterbitkan, menunggu proses finalisasi di OJK.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 22.34 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bursa Efek Indonesia yang seharusnya digelar pada 15 September 2026 telah ditunda tanpa batas waktu pasti. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa penundaan ini bersifat menunggu keluarnya Peraturan OJK (POJK) terkait demutualisasi. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menyesuaikan langkah selanjutnya setelah POJK tersebut resmi diterbitkan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengonfirmasi bahwa proses finalisasi POJK demutualisasi telah mencapai tahap akhir. Ia menyampaikan bahwa semua mekanisme internal telah selesai, termasuk pengambilan keputusan dalam forum Rapat Dewan Komisioner (RDK), serta telah dilakukan penyelarasan dengan Kementerian Hukum dan HAM.
Menurut Hasan, tahap penajaman dan perumusan final POJK telah dilakukan pada 4 September 2026. Setelah hasilnya disepakati, langkah selanjutnya adalah penomoran dan penetapan oleh OJK sebelum diterbitkan secara resmi. Proses ini diharapkan rampung dalam bulan September 2026, atau pada kuartal ketiga tahun ini.
Dengan berlakunya POJK, BEI wajib melakukan penyesuaian struktural, termasuk perubahan anggaran dasar dan peraturan bursa yang terdampak oleh perubahan status dari badan mutual menjadi demutualisasi. Perubahan ini mencakup transisi kepemilikan dan kelembagaan yang menuntut keterlibatan pemegang saham baru, termasuk pihak di luar anggota bursa.
Tujuan utama demutualisasi adalah membuka ruang bagi investor publik dan pihak non-anggota bursa untuk menjadi pemegang saham BEI, sehingga memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas. Proses ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar modal yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga iPhone di Indonesia: Bukan Hanya Soal Pajak
Perbedaan harga iPhone di Indonesia disebabkan oleh kombinasi faktor teknis, regulasi, dan strategi bisnis, bukan semata-mata pajak tinggi.
15 September 2026

Trump dan Huang Dorong Percepatan AI Tanpa Regulasi Berlebihan
Presiden AS Donald Trump dan CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap kecerdasan buatan adalah hoaks, sekaligus menekankan potensi ekonomi besar dari pusat data dan industri AI.
15 September 2026

Purbaya Serahkan Jabatan, Air Baltic Ajukan Kebangkrutan
Purbaya Yudhi Sadewa resmi menyerahkan tugas sebagai Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara, sementara Air Baltic mengajukan perlindungan hukum di AS untuk kelola utang USD 405 juta.
15 September 2026

Asing Jual Saham ANTM hingga Rp209 Miliar di Tengah Perubahan Menteri Keuangan
Investor asing catatkan net sell Rp337,4 miliar pada 14 September 2026, dengan Aneka Tambang jadi saham paling banyak dilepas.
15 September 2026
Berita Lainnya

Chery Perkenalkan Robot Keamanan dan Perawat di IFA 2026
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

BYD Siap Uji Coba Mobil Baterai Solid-State Tahun Depan
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

iPhone, Mac, dan Apple Watch Terintegrasi untuk Produktivitas Maksimal
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

MacBook Unggul di Efisiensi, Integrasi, dan Keamanan
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

Menghidupkan Kenangan 80-an Lewat AI dalam Satu Perintah
Selasa, 15 September 2026, 22.45 WITA

Lima Tantangan Strategis Sektor Tambang di Depan Mata
Selasa, 15 September 2026, 22.38 WITA

29 Kg Emas Ilegal Digagalkan di Empat Bandara Nasional
Selasa, 15 September 2026, 22.38 WITA

Cadangan Batu Bara PTBA Masih Terbatas, Posisi Produksi di Papan Tengah
Selasa, 15 September 2026, 22.37 WITA


