Utang Luar Negeri RI Stabil di US$454,8 M pada Juli 2026
Utang luar negeri Indonesia mencapai US$454,8 miliar pada Juli 2026, tumbuh 4,9% tahunan, didorong kenaikan utang pemerintah yang tercermin dari aliran investor ke SBN internasional.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 07.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada bulan Juli 2026 berada pada angka US$454,8 miliar, mengalami sedikit peningkatan dibandingkan posisi Juni 2026 yang sebesar US$454,5 miliar. Meski secara bulanan stabil, pertumbuhan tahunan tercatat sebesar 4,9%, menunjukkan dinamika pembiayaan yang tetap aktif. Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa perkembangan ini terjadi di tengah penurunan utang swasta, yang mencerminkan pergeseran struktur pembiayaan dari sektor swasta ke publik.
Utang pemerintah menjadi pendorong utama pertumbuhan ULN, dengan nilai mencapai US$218,4 miliar pada Juli 2026, tumbuh 3,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) internasional yang menarik minat investor global. BI menilai aliran dana tersebut sebagai indikator kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia yang tetap kuat meskipun menghadapi ketidakpastian global.
Pemerintah tetap menekankan komitmen terhadap kredibilitas fiskal, termasuk pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu serta pengelolaan pembiayaan secara hati-hati. Sebagian besar utang pemerintah digunakan untuk sektor produktif, dengan alokasi terbesar pada jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22%), diikuti administrasi pemerintahan dan jaminan sosial (20,7%), pendidikan (16,2%), konstruksi (11,5%), serta transportasi dan pergudangan (8,5%). Mayoritas utang pemerintah berjangka panjang, yang menurunkan risiko likuiditas dan mendukung stabilitas ekonomi.
Di sisi lain, utang luar negeri swasta mengalami penurunan sebesar 1,2% secara tahunan, dengan posisi mencapai US$194,5 miliar. Penurunan terjadi pada seluruh segmen, baik perusahaan non-keuangan yang turun 1,4% yoy maupun lembaga keuangan yang menurun 0,3% yoy. Sementara itu, empat sektor dominan — industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian — masih menyumbang sekitar 80,6% dari total ULN swasta. Semua utang swasta juga didominasi jangka panjang, memperkuat struktur keuangan nasional.
BI menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh rasio ULN terhadap PDB yang berada di level 30,7% pada Juli 2026. Komposisi utang berjangka panjang yang dominan menjadi faktor penopang stabilitas pembiayaan. BI dan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN agar tetap menjadi alat pembiayaan pembangunan yang efektif tanpa mengancam stabilitas ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Liburan ke Jepang Kini Lebih Mahal, Pemerintah Terapkan Tarif Berbeda
Lonjakan kunjungan turis asing memaksa Jepang menerapkan pajak tambahan dan tarif ganda di destinasi populer mulai 2025.
16 September 2026

Dua Kepala Lembaga Keuangan Georgia Mundur Secara Bersamaan
Pengunduran diri mendadak dua pejabat tinggi di Kementerian Keuangan Georgia memicu spekulasi soal kaitan dengan perubahan struktur kekuasaan yang melibatkan tokoh elit yang baru pensiun.
16 September 2026

Program Gentengisasi Mulai Oktober, Serap 2,5 Juta Unit dari UMKM
Pemerintah resmi meluncurkan program gentengisasi Oktober ini dengan menyerap 2,5 juta genteng hasil produksi UMKM Purwakarta dan Majalengka.
16 September 2026

IHSG Diproyeksikan Stabil di Rentang Datar
Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan bergerak datar dengan tekanan koreksi tetap mengintai di tengah ekspektasi rebound jika mampu bertahan di atas level support kunci.
16 September 2026
Berita Lainnya

Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup Akibat Karhutla di Magetan
Rabu, 16 September 2026, 07.48 WITA

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027
Rabu, 16 September 2026, 07.47 WITA

WIG 2026 Dorong Wisatawan Global Kenali Warisan Kuliner Lokal
Rabu, 16 September 2026, 07.47 WITA

7 Makanan Berbahaya yang Harus Dihindari Kelinci
Rabu, 16 September 2026, 07.46 WITA

2027 Ditetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama
Rabu, 16 September 2026, 07.46 WITA

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid Agustus 2026
Rabu, 16 September 2026, 07.45 WITA

Pengguna Keluhkan Bug Sistem Omo X Saat Gunakan Standar Samping
Rabu, 16 September 2026, 07.45 WITA

Trump Buka Ruang Pabrik Mobil China di AS
Rabu, 16 September 2026, 07.45 WITA


