Cadangan Batu Bara PTBA Masih Terbatas, Posisi Produksi di Papan Tengah
Dirut PTBA menyatakan cadangan batu bara perusahaan hanya mencapai 2,88 miliar ton, berada di posisi kelima dalam produksi nasional meski tetap memenuhi kewajiban DMO di atas 25%.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengungkapkan keterbatasan cadangan batu bara yang dimilikinya, dengan jumlah cadangan mencapai 2,88 miliar ton dan sumber daya sebesar 5,71 miliar ton. Angka ini dinilai relatif kecil jika dibandingkan dengan total cadangan batu bara nasional yang mencapai 97,96 miliar ton. Dalam paparannya di Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menekankan bahwa porsi cadangan perusahaan hanya sekitar 9,01% dari total nasional, sementara sumber dayanya hanya menyumbang 5,83%.
Kondisi ini disebut menimbulkan keprihatinan, mengingat PTBA merupakan satu-satunya perusahaan batu bara milik negara yang beroperasi secara aktif. Dari sisi produksi, perusahaan berada di peringkat kelima di antara empat perusahaan besar lainnya, dengan produsen terbesar adalah PT Bumi Resources, disusul Adaro Indonesia, Bayan Group, dan Sinar Mas Group. Posisi ini menunjukkan tantangan dalam menjaga daya saing meski telah memenuhi kewajiban pengadaan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri.
Sejalan dengan itu, PTBA terus melampaui kewajiban penjualan batu bara untuk kepentingan domestik (DMO) yang ditetapkan sebesar 25% dari total produksi. Dalam periode 2021 hingga 2025, realisasi DMO perusahaan rata-rata mencapai lebih dari 54%, bahkan dua kali lipat dari ketentuan. Bambang menjelaskan bahwa kebijakan ini turut berdampak pada penurunan laba, namun tetap dipertahankan sebagai bentuk komitmen terhadap kestabilan pasokan energi dalam negeri.
Dengan cadangan yang terbatas dan posisi produksi yang belum dominan, PTBA menekankan perlunya strategi jangka panjang dalam pengelolaan sumber daya dan perluasan kawasan tambang. Upaya ini menjadi kunci untuk memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem batu bara nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan operasional dan kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

ANTAM Perkuat Keberlanjutan Lewat Konservasi Laut di Lombok
PT ANTAM (Persero) Tbk bersama peserta Women On The Move 2026 lakukan aksi konservasi di Medana Bay, Lombok, dengan melepasliarkan 50 tukik dan menanam 55 terumbu karang sebagai bentuk komitmen keberlanjutan.
16 September 2026

Freeport Proyeksikan Produksi Tembaga Capai 800 Juta Pound di 2026
PT Freeport Indonesia memperkirakan produksi tembaga mencapai 800 juta pound dan emas 21 ton pada 2026, seiring pemulihan operasional Grasberg Block Cave pasca-longsoran.
16 September 2026

Freeport Proyeksikan Produksi Emas 21 Ton Tahun Ini
PT Freeport Indonesia menargetkan produksi emas sebanyak 21 ton pada 2026, didukung kapasitas operasional 65% dari normal akibat dampak longsoran material basah tahun lalu.
16 September 2026

Lima Tantangan Strategis Sektor Tambang di Depan Mata
MIND ID soroti tantangan kompleks dalam pengelolaan mineral dan batu bara, sekaligus tekankan pentingnya integrasi nilai tambah dan keberlanjutan.
15 September 2026
Berita Lainnya

Maret Paling Banyak Libur Merah di 2027
Rabu, 16 September 2026, 11.46 WITA

7 Tipe Teman yang Mengancam Stabilitas Keuanganmu
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

9 Makanan yang Tak Boleh Disimpan di Kulkas
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Makanan Sehat yang Dukung Fokus Anak Secara Alami
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

<Kunci Hotel dan Amplop Jangan Disimpan Bersamaan>
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Syarat Ketat Angkut Mobil Listrik Naik Kapal
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

Yamaha Tunda Peluncuran Motor Listrik di RI
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

iPhone 18 Pro dan Duo Resmi Sertifikasi TKDN, Siap Masuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA


