Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Cadangan Batu Bara PTBA Masih Terbatas, Posisi Produksi di Papan Tengah

Dirut PTBA menyatakan cadangan batu bara perusahaan hanya mencapai 2,88 miliar ton, berada di posisi kelima dalam produksi nasional meski tetap memenuhi kewajiban DMO di atas 25%.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Cadangan Batu Bara PTBA Masih Terbatas, Posisi Produksi di Papan Tengah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengungkapkan keterbatasan cadangan batu bara yang dimilikinya, dengan jumlah cadangan mencapai 2,88 miliar ton dan sumber daya sebesar 5,71 miliar ton. Angka ini dinilai relatif kecil jika dibandingkan dengan total cadangan batu bara nasional yang mencapai 97,96 miliar ton. Dalam paparannya di Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menekankan bahwa porsi cadangan perusahaan hanya sekitar 9,01% dari total nasional, sementara sumber dayanya hanya menyumbang 5,83%.

Kondisi ini disebut menimbulkan keprihatinan, mengingat PTBA merupakan satu-satunya perusahaan batu bara milik negara yang beroperasi secara aktif. Dari sisi produksi, perusahaan berada di peringkat kelima di antara empat perusahaan besar lainnya, dengan produsen terbesar adalah PT Bumi Resources, disusul Adaro Indonesia, Bayan Group, dan Sinar Mas Group. Posisi ini menunjukkan tantangan dalam menjaga daya saing meski telah memenuhi kewajiban pengadaan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri.

Sejalan dengan itu, PTBA terus melampaui kewajiban penjualan batu bara untuk kepentingan domestik (DMO) yang ditetapkan sebesar 25% dari total produksi. Dalam periode 2021 hingga 2025, realisasi DMO perusahaan rata-rata mencapai lebih dari 54%, bahkan dua kali lipat dari ketentuan. Bambang menjelaskan bahwa kebijakan ini turut berdampak pada penurunan laba, namun tetap dipertahankan sebagai bentuk komitmen terhadap kestabilan pasokan energi dalam negeri.

Dengan cadangan yang terbatas dan posisi produksi yang belum dominan, PTBA menekankan perlunya strategi jangka panjang dalam pengelolaan sumber daya dan perluasan kawasan tambang. Upaya ini menjadi kunci untuk memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem batu bara nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan operasional dan kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya