Freeport Proyeksikan Produksi Emas 21 Ton Tahun Ini
PT Freeport Indonesia menargetkan produksi emas sebanyak 21 ton pada 2026, didukung kapasitas operasional 65% dari normal akibat dampak longsoran material basah tahun lalu.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkirakan mampu menghasilkan emas sebanyak 700.000 ons atau setara 21 ton pada tahun 2026, dengan produksi tembaga ditargetkan mencapai 800 juta pon. Target ini disusun di tengah kondisi operasional yang belum kembali penuh, dengan kapasitas penambangan saat ini berada pada level 65% dari kapasitas normal. Penurunan ini disebabkan oleh insiden longsoran material basah yang terjadi pada September tahun lalu, yang memengaruhi area penambangan utama.
Direktur Utama PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa kapasitas harian penambangan saat ini diperkirakan mencapai 124.000 ton bijih, jauh di bawah kapasitas normal sekitar 200.000 ton per hari. Meski demikian, perusahaan tetap mampu mengoptimalkan proses pengolahan bijih melalui fasilitas pemurnian logam berharga (Precious Metal Refinery), yang menjadi penopang utama produksi emas dan komoditas pendukung lainnya.
Selain emas dan tembaga, proyeksi produksi tahun ini juga mencakup 103 ton perak batangan, 1,4 juta ton asam sulfat, serta 900.000 ton terak tembaga. Peningkatan produksi diharapkan terjadi secara bertahap seiring pemulihan area penambangan Grasberg Block Caving (GBC). Pada 2027, kapasitas penambangan diperkirakan naik menjadi 170.000 ton bijih per hari, dengan produksi emas mencapai 31 ton, mendekati kapasitas penuh sebesar 39 hingga 40 ton pada 2028.
Peningkatan produksi ini, menurut Tony, sejalan dengan proses pemulihan infrastruktur dan operasional yang telah dilakukan pasca insiden. Upaya pemulihan tersebut mencakup penataan kembali area penambangan, peningkatan sistem keamanan, serta optimalisasi pengolahan mineral. Dengan rencana ini, PTFI berkomitmen untuk menjaga konsistensi produksi dan kontribusi terhadap sektor pertambangan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

ANTAM Perkuat Keberlanjutan Lewat Konservasi Laut di Lombok
PT ANTAM (Persero) Tbk bersama peserta Women On The Move 2026 lakukan aksi konservasi di Medana Bay, Lombok, dengan melepasliarkan 50 tukik dan menanam 55 terumbu karang sebagai bentuk komitmen keberlanjutan.
16 September 2026

Freeport Proyeksikan Produksi Tembaga Capai 800 Juta Pound di 2026
PT Freeport Indonesia memperkirakan produksi tembaga mencapai 800 juta pound dan emas 21 ton pada 2026, seiring pemulihan operasional Grasberg Block Cave pasca-longsoran.
16 September 2026

Cadangan Batu Bara PTBA Masih Terbatas, Posisi Produksi di Papan Tengah
Dirut PTBA menyatakan cadangan batu bara perusahaan hanya mencapai 2,88 miliar ton, berada di posisi kelima dalam produksi nasional meski tetap memenuhi kewajiban DMO di atas 25%.
16 September 2026

Lima Tantangan Strategis Sektor Tambang di Depan Mata
MIND ID soroti tantangan kompleks dalam pengelolaan mineral dan batu bara, sekaligus tekankan pentingnya integrasi nilai tambah dan keberlanjutan.
15 September 2026
Berita Lainnya

Maret Paling Banyak Libur Merah di 2027
Rabu, 16 September 2026, 11.46 WITA

7 Tipe Teman yang Mengancam Stabilitas Keuanganmu
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

9 Makanan yang Tak Boleh Disimpan di Kulkas
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Makanan Sehat yang Dukung Fokus Anak Secara Alami
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

<Kunci Hotel dan Amplop Jangan Disimpan Bersamaan>
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Syarat Ketat Angkut Mobil Listrik Naik Kapal
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

Yamaha Tunda Peluncuran Motor Listrik di RI
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

iPhone 18 Pro dan Duo Resmi Sertifikasi TKDN, Siap Masuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA


