DSI Siapkan 8 Skema Deteksi Kebocoran Ekspor Komoditas Strategis
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) siap menerapkan delapan pendekatan analitik untuk mengidentifikasi kebocoran ekspor komoditas strategis tanpa mengganggu kewenangan regulasi dan hubungan komersial yang ada.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah menyiapkan delapan skema analitik guna memperkuat pengawasan terhadap ekspor komoditas strategis seperti batu bara, kelapa sawit (CPO), dan feronikel. Pendekatan ini dirancang untuk mendeteksi potensi kebocoran melalui praktik seperti under-invoicing, transfer pricing, serta ketidaksesuaian dalam pelaporan nilai dan kuantitas ekspor. DSI tidak bertugas menggantikan peran instansi pemerintah maupun mengintervensi aktivitas pasar, melainkan menjadi perantara tunggal dalam pengintegrasian data dan pemeriksaan transparansi.
Delapan skema tersebut mencakup rekonsiliasi kuantitas antara dokumen ekspor seperti PEB dan Bill of Lading dengan sertifikat surveyor dan data settlement tujuan. Rekonsiliasi kualitas juga dilakukan dengan membandingkan grade barang dalam dokumen dengan hasil verifikasi laboratorium, sertifikat COA, dan data impor negara tujuan. Selain itu, DSI akan memvalidasi kode HS yang digunakan dalam deklarasi ekspor dengan hasil verifikasi lapangan dan dokumen resmi dari DJBC.
Pemeriksaan harga ekspor dilakukan dengan membandingkan nilai yang dilaporkan terhadap referensi pemerintah seperti HBA atau HPB, serta harga internasional yang disesuaikan dengan kualitas komoditas. Rekonsiliasi juga dilakukan terhadap data impor dari negara tujuan melalui sistem UN Comtrade, ASEAN Single Window, dan data Bill of Lading komersial. Untuk memastikan transparansi, DSI akan melakukan pemantauan afiliasi dengan membandingkan pihak penerima (consignee) dengan pemilik manfaat sebenarnya.
Pendekatan lain mencakup pelacakan rute pengiriman menggunakan data AIS, pembayaran dari pembeli, dan dokumentasi settlement. Pemeriksaan mendalam juga dilakukan terhadap transaksi antar afiliasi untuk mendeteksi potensi transfer pricing. Terakhir, DSI akan membandingkan nilai devisa masuk melalui SIMODIS dengan nilai yang tercantum dalam PEB guna memastikan repatriasi Devisa Hasil Ekspor sesuai aturan.
Ivan Ferdiansyah Baely, Direktur Legal dan Kepatuhan DSI, menegaskan bahwa kehadiran DSI tidak mengubah struktur kepemilikan barang oleh eksportir, tidak mengganggu hubungan komersial yang sudah berjalan, dan tidak mengambil alih kewenangan kementerian serta lembaga terkait. Fokus utama DSI tetap pada peningkatan visibilitas data dan identifikasi ketidaksesuaian secara end-to-end demi mendukung tata kelola ekspor yang lebih transparan dan akuntabel.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

7 Tipe Teman yang Mengancam Stabilitas Keuanganmu
Tidak semua pertemanan mendukung kesehatan finansial; beberapa tipe teman justru memicu pemborosan tanpa disadari.
16 September 2026

Komitmen Investasi Indonesia-China Tembus Rp88,1 Triliun
Kerja sama Two Countries Twin Parks melahirkan komitmen bisnis baru senilai Rp51 triliun, menjadikan total nilai kerja sama mencapai Rp88,1 triliun hingga September 2026.
16 September 2026

Asing Fokus Beli Saham Tambang di Tengah Aksi Jual Bersih
Investor asing mencatat net sell Rp349,3 miliar, namun tetap memperbesar posisi di emiten tambang, terutama ANTN, BUMI, dan AMMN.
16 September 2026

BBRI Tuntaskan Buyback, Serap Dana Rp90,37 Miliar
Bank Rakyat Indonesia menyelesaikan program pembelian kembali saham dengan serapan dana Rp90,37 miliar dalam periode Juni hingga September 2026.
16 September 2026
Berita Lainnya

Maret Paling Banyak Libur Merah di 2027
Rabu, 16 September 2026, 11.46 WITA

9 Makanan yang Tak Boleh Disimpan di Kulkas
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Makanan Sehat yang Dukung Fokus Anak Secara Alami
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

<Kunci Hotel dan Amplop Jangan Disimpan Bersamaan>
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Syarat Ketat Angkut Mobil Listrik Naik Kapal
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

Yamaha Tunda Peluncuran Motor Listrik di RI
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

iPhone 18 Pro dan Duo Resmi Sertifikasi TKDN, Siap Masuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA

Perusahaan AI Dorong Pembentukan Badan Standar Independen
Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA


