IHSG Melemah di Awal Perdagangan Rabu
Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,17% pada pembukaan perdagangan Rabu, dipengaruhi tekanan global dari kenaikan yield obligasi dan volatilitas harga minyak.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 16 September 2026, dengan penurunan 11,13 poin atau 0,17% ke posisi 6.450,02. Pembukaan pasar berlangsung di level 6.453,91, sebelum sempat menyentuh kisaran 6.445,24 hingga 6.460,82 dalam sesi awal. Dari total saham yang diperdagangkan, 209 menguat, 197 melemah, dan 557 stagnan, menunjukkan dominasi ketidakpastian di pasar.
Pergerakan indeks terpicu oleh sejumlah faktor eksternal yang menimbulkan ketegangan pasar. Kenaikan harga minyak dunia, dengan Brent naik hampir 3% ke US$108,75 per barel dan WTI melonjak lebih dari 4% ke US$105,83, mencerminkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat ketegangan di Timur Tengah. Kenaikan energi ini turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi global, dengan yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,041%, tertinggi sejak 2007, sebelum menyeimbang di 4,966%.
Pasar juga menanti keputusan kebijakan moneter The Fed yang dijadwalkan pada Kamis, 17 September 2026 pukul 01.00 WIB. Pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan probabilitas mencapai 92,4% berdasarkan data CME FedWatch. Selain itu, perlambatan ekonomi China—ditandai dengan pertumbuhan penjualan ritel hanya 0,4% secara tahunan dan tingkat pengangguran perkotaan naik ke 5,3%—menjadi perhatian pasar mengingat dampaknya terhadap permintaan global.
Di dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan peluncuran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, atau Indonesia Commodity Exchange (Icomex), yang dijadwalkan berlangsung pada 17 September 2026. Timah akan menjadi komoditas pertama yang diperdagangkan, dengan transaksi perdana ditargetkan pada Januari 2027. Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka mekanisme short selling sejak 15 September, dengan daftar efek yang dapat diperdagangkan akan diumumkan pada 28 September dan berlaku mulai Oktober 2026.
Sentimen pasar hari ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor: kenaikan harga minyak, lonjakan yield obligasi global, serta ketidakpastian kebijakan moneter The Fed. Investor tetap waspada terhadap data ekonomi kunci seperti penjualan ritel AS dan neraca perdagangan Jepang yang dirilis dalam waktu dekat, karena berpotensi memengaruhi ekspektasi arah suku bunga dan pergerakan mata uang global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

7 Tipe Teman yang Mengancam Stabilitas Keuanganmu
Tidak semua pertemanan mendukung kesehatan finansial; beberapa tipe teman justru memicu pemborosan tanpa disadari.
16 September 2026

Komitmen Investasi Indonesia-China Tembus Rp88,1 Triliun
Kerja sama Two Countries Twin Parks melahirkan komitmen bisnis baru senilai Rp51 triliun, menjadikan total nilai kerja sama mencapai Rp88,1 triliun hingga September 2026.
16 September 2026

Asing Fokus Beli Saham Tambang di Tengah Aksi Jual Bersih
Investor asing mencatat net sell Rp349,3 miliar, namun tetap memperbesar posisi di emiten tambang, terutama ANTN, BUMI, dan AMMN.
16 September 2026

BBRI Tuntaskan Buyback, Serap Dana Rp90,37 Miliar
Bank Rakyat Indonesia menyelesaikan program pembelian kembali saham dengan serapan dana Rp90,37 miliar dalam periode Juni hingga September 2026.
16 September 2026
Berita Lainnya

Maret Paling Banyak Libur Merah di 2027
Rabu, 16 September 2026, 11.46 WITA

9 Makanan yang Tak Boleh Disimpan di Kulkas
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Makanan Sehat yang Dukung Fokus Anak Secara Alami
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

<Kunci Hotel dan Amplop Jangan Disimpan Bersamaan>
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Syarat Ketat Angkut Mobil Listrik Naik Kapal
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

Yamaha Tunda Peluncuran Motor Listrik di RI
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

iPhone 18 Pro dan Duo Resmi Sertifikasi TKDN, Siap Masuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA

Perusahaan AI Dorong Pembentukan Badan Standar Independen
Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA


