Rupiah Melemah ke Rp17.700 Hadapi Rapat The Fed
Rupiah bergerak melemah ke level Rp17.700 per dolar AS pada awal perdagangan, terpicu tekanan eksternal menjelang pengumuman kebijakan suku bunga The Fed.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah kembali mengalami depresiasi pada perdagangan pagi ini, dibuka di posisi Rp17.700 per dolar AS. Penurunan ini mencatat pelemahan beruntun selama empat hari berturut-turut, menunjukkan tekanan yang konsisten terhadap mata uang domestik. Pada sesi penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp17.685, turun 0,26% dari hari sebelumnya. Pergerakan tersebut sejalan dengan penguatan indeks dolar AS (DXY) yang mencapai 99,730 pada pukul 09.00 WIB, mengalami kenaikan 0,12% dari perdagangan sebelumnya.
Kondisi ini diperparah oleh sentimen pasar global yang menunggu keputusan suku bunga The Federal Reserve yang digelar pada 15–16 September 2026. Pengumuman hasil rapat kebijakan akan disiarkan pada Kamis dini hari waktu Indonesia. Pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan probabilitas mencapai sekitar 90%. Meski kenaikan tersebut sudah diperhitungkan, dampaknya tetap menjadi katalis utama bagi pergerakan dolar AS.
Penguatan greenback juga didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar. Menurut analis mata uang dari Commonwealth Bank of Australia, Carol Kong, jika The Fed menyetujui kenaikan suku bunga, dolar hanya akan mendapat dorongan moderat. Namun, pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, akan menjadi penentu arah pasar. Jika Warsh menunjukkan sikap hati-hati terhadap kenaikan berikutnya, tekanan terhadap dolar bisa berkurang.
Sebaliknya, jika sinyal dari Warsh menunjukkan kemungkinan kenaikan lebih lanjut, dolar berpotensi melanjutkan penguatannya. Kemungkinan kecil The Fed mempertahankan suku bunga juga dipantau, yang jika terjadi bisa memicu penurunan dolar lebih dari 1% karena bertentangan dengan ekspektasi pasar. Kondisi ini menambah ketegangan bagi rupiah yang tetap rentan terhadap arus modal keluar dan pergerakan eksternal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

7 Tipe Teman yang Mengancam Stabilitas Keuanganmu
Tidak semua pertemanan mendukung kesehatan finansial; beberapa tipe teman justru memicu pemborosan tanpa disadari.
16 September 2026

Komitmen Investasi Indonesia-China Tembus Rp88,1 Triliun
Kerja sama Two Countries Twin Parks melahirkan komitmen bisnis baru senilai Rp51 triliun, menjadikan total nilai kerja sama mencapai Rp88,1 triliun hingga September 2026.
16 September 2026

Asing Fokus Beli Saham Tambang di Tengah Aksi Jual Bersih
Investor asing mencatat net sell Rp349,3 miliar, namun tetap memperbesar posisi di emiten tambang, terutama ANTN, BUMI, dan AMMN.
16 September 2026

BBRI Tuntaskan Buyback, Serap Dana Rp90,37 Miliar
Bank Rakyat Indonesia menyelesaikan program pembelian kembali saham dengan serapan dana Rp90,37 miliar dalam periode Juni hingga September 2026.
16 September 2026
Berita Lainnya

Maret Paling Banyak Libur Merah di 2027
Rabu, 16 September 2026, 11.46 WITA

9 Makanan yang Tak Boleh Disimpan di Kulkas
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Makanan Sehat yang Dukung Fokus Anak Secara Alami
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

<Kunci Hotel dan Amplop Jangan Disimpan Bersamaan>
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Syarat Ketat Angkut Mobil Listrik Naik Kapal
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

Yamaha Tunda Peluncuran Motor Listrik di RI
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

iPhone 18 Pro dan Duo Resmi Sertifikasi TKDN, Siap Masuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA

Perusahaan AI Dorong Pembentukan Badan Standar Independen
Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA


