Trump Desak The Fed Turunkan Suku Bunga ke 1 Persen
Presiden AS Donald Trump menyerukan penurunan suku bunga acuan menjadi 1 persen melalui akun pribadinya, menilai negara dengan kredit terbaik di dunia layak memiliki biaya pinjaman lebih rendah.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan tegas terhadap kebijakan moneter Federal Reserve, menuntut agar suku bunga acuan ditekan hingga level 1 persen atau lebih rendah. Pernyataan ini disampaikan melalui platform media sosial pribadinya, di mana Trump menekankan bahwa AS, sebagai negara dengan kualitas kredit terunggul secara global, seharusnya tidak menghadapi tingkat bunga yang tinggi. Ia menilai angka tersebut tidak sejalan dengan posisi ekonomi AS yang dinilainya sangat kuat.
Trump menegaskan bahwa kondisi investasi di dalam negeri saat ini sedang mengalami lonjakan signifikan, yang menurutnya menjadi bukti bahwa ekonomi AS sedang dalam fase pertumbuhan pesat. Ia menilai suku bunga yang tinggi justru menghambat momentum tersebut, sehingga penurunan diperlukan untuk mendorong lebih banyak aktivitas ekonomi. Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa kebijakan suku bunga saat ini bertentangan dengan kebutuhan sektor riil.
Selain fokus pada suku bunga, Trump juga menyoroti defisit perdagangan yang terjadi antara AS dengan sejumlah negara. Ia menyatakan bahwa jika AS menghentikan semua transaksi dagang dengan negara-negara yang mencatat defisit terhadapnya, maka negara bisa menghemat setidaknya 1,5 triliun dolar AS per tahun. Ia menyebut defisit perdagangan sebagai bentuk kerugian struktural yang tidak seimbang dan menekankan bahwa kebijakan tersebut harus direvisi untuk melindungi kepentingan nasional.
Dalam penutup unggahannya, Trump menyerukan aksi cepat kepada The Fed dengan menulis, “TURUNKAN SUKU BUNGA UNTUK AMERIKA SERIKAT, DAN SEGERA!” Meski demikian, pada pertemuan terakhirnya, The Fed memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis point, membawa kisaran ke 3,75 hingga 4,00 persen. Keputusan ini diambil secara bulat oleh 12 anggota FOMC dan menjadi kenaikan pertama sejak 2023, dengan indikasi masih ada kemungkinan kenaikan tambahan hingga akhir tahun.
Tujuan utama kenaikan tersebut adalah menekan inflasi yang masih berada pada level tinggi, terutama akibat lonjakan harga minyak dan tekanan harga lainnya. The Fed menegaskan bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat saat ini bertujuan untuk membawa inflasi kembali ke target 2 persen secara lebih cepat. Dalam rilis resminya, bank sentral menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

The Fed Naikkan Suku Bunga, Thaci Divonis 25 Tahun
The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis points, sementara mantan presiden Kosovo divonis 25 tahun penjara karena kejahatan perang.
17 September 2026

Prabowo Ungkap Koruptor di Balik Aksi Ricuh
Presiden Prabowo mengungkap adanya koruptor sebagai aktor intelektual di balik aksi demonstrasi yang berujung kericuhan, termasuk praktik under invoicing yang merugikan negara hingga Rp15.000 triliun selama 34 tahun.
17 September 2026

Anggaran Kemnaker 2027 Rp6,57 T, Menaker Usulkan Tambahan Rp8,36 T
Pagu anggaran Kemnaker 2027 ditetapkan Rp6,57 triliun, namun Menaker tetap mengusulkan tambahan Rp8,36 triliun untuk mendukung program ketenagakerjaan prioritas.
17 September 2026

Komisi XI Janji Awasi Kinerja Menkeu Baru Secara Ketat
Komisi XI DPR RI menegaskan akan melakukan pengawasan mendalam terhadap pelaksanaan kebijakan fiskal Menteri Keuangan baru guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
17 September 2026
Berita Lainnya

SSB UHO Latihan Berdasarkan Kelompok Umur
Kamis, 17 September 2026, 17.19 WITA

Tangki Kosong, Risiko Serius bagi Sistem Kendaraan
Kamis, 17 September 2026, 15.44 WITA

Gemini Bantu Ingat Lokasi Barang Lewat Fitur Baru
Kamis, 17 September 2026, 15.37 WITA

Komdigi Tegur 25 Platform Tak Daftar PSE, Termasuk Whoosh dan Susi Air
Kamis, 17 September 2026, 15.36 WITA

PSEL Bogor Raya 1 Resmi Diluncurkan, Tampung 500 Ribu Ton Sampah Tahunan
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Pusat Perikanan Berkelas Internasional
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

Prabowo Tegaskan Penindakan Ribuan Tambang Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 15.34 WITA

Trump Rencanakan Pertemuan Strategis dengan Pemimpin Teluk di New York
Kamis, 17 September 2026, 15.34 WITA


