Tangki Kosong, Risiko Serius bagi Sistem Kendaraan
Menunda isi bensin hingga tangki habis berpotensi merusak komponen utama mobil, termasuk pompa bahan bakar dan sistem injeksi, serta meningkatkan risiko mogok tiba-tiba.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.44 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Banyak pengendara masih berpikir bahwa menunggu tangki hampir kosong sebelum mengisi bahan bakar adalah cara efisien menghemat waktu dan uang. Namun, praktik ini justru membawa risiko serius terhadap kinerja dan masa pakai kendaraan. Ketika bahan bakar dalam tangki mencapai level rendah atau kosong, komponen seperti pompa bensin yang biasanya terendam dalam bahan bakar kehilangan fungsi pendinginannya, sehingga lebih rentan mengalami overheating dan kerusakan permanen.
Kondisi ini berdampak langsung pada sistem bahan bakar, karena sisa kotoran atau endapan yang menempel di dinding tangki bisa ikut terhisap saat volume bahan bakar menipis. Partikel tersebut kemudian masuk ke filter bahan bakar dan injektor, menyebabkan penyumbatan yang mengurangi efisiensi pembakaran. Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat menurunkan performa mesin dan bahkan memicu kerusakan lebih parah pada komponen sistem pembakaran.
Salah satu konsekuensi paling berbahaya adalah kemungkinan mobil mogok secara mendadak di tengah perjalanan. Kejadian ini paling berisiko terjadi di jalan tol, tanjakan curam, atau area minim penerangan, di mana mobil yang tiba-tiba berhenti dapat memicu kecelakaan. Selain membahayakan pengemudi dan penumpang, kendaraan yang mogok juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Selain itu, bahan bakar berperan sebagai penstabil suhu dalam sistem bahan bakar. Ketika jumlah bensin sangat sedikit, suhu dalam sistem meningkat, mempercepat keausan komponen logam dan plastik. Hal ini menurunkan efisiensi kendaraan dan mempersingkat umur pemakaian komponen kritis. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menaikkan biaya perawatan dan menurunkan kualitas pengalaman berkendara.
Untuk menjaga kondisi optimal kendaraan, disarankan untuk mengisi bahan bakar sebelum tangki mencapai level 20 persen. Langkah sederhana ini tidak hanya menghindari risiko mogok, tetapi juga memperpanjang umur pompa bensin, filter, dan sistem injeksi. Dengan menjaga kebiasaan pengisian bahan bakar secara rutin, pengendara dapat menjaga kinerja mesin dan menghindari kerusakan yang lebih mahal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Veloz Hybrid Dorong Penjualan Hybrid Toyota di Jateng dan DIY
Penjualan mobil hybrid Toyota di Jawa Tengah dan DIY meningkat signifikan sejak peluncuran Veloz Hybrid, mencapai 200–250 unit per bulan hingga Agustus 2026.
17 September 2026

5 Kebiasaan Berbahaya yang Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik
Pengisian berlebihan, suhu ekstrem, benturan, korsleting, dan abai terhadap gejala panas berlebih dapat merusak baterai mobil listrik secara permanen.
17 September 2026

Toyota Siapkan BEV Entry-Level, Studi Masih Berjalan
Toyota-Astra Motor mulai menyiapkan mobil listrik berbasis baterai (BEV) harga terjangkau di Indonesia, meski belum direalisasikan dalam waktu dekat karena masih dalam kajian strategi.
16 September 2026

Toyota Konfirmasi bZ4X Lokal Capai TKDN 40%
Mobil listrik bZ4X hasil rakitan lokal Toyota telah memenuhi ambang TKDN 40% sesuai aturan pemerintah untuk kendaraan listrik murni.
16 September 2026
Berita Lainnya

Gemini Bantu Ingat Lokasi Barang Lewat Fitur Baru
Kamis, 17 September 2026, 15.37 WITA

Komdigi Tegur 25 Platform Tak Daftar PSE, Termasuk Whoosh dan Susi Air
Kamis, 17 September 2026, 15.36 WITA

The Fed Naikkan Suku Bunga, Thaci Divonis 25 Tahun
Kamis, 17 September 2026, 15.36 WITA

Prabowo Ungkap Koruptor di Balik Aksi Ricuh
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

PSEL Bogor Raya 1 Resmi Diluncurkan, Tampung 500 Ribu Ton Sampah Tahunan
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Pusat Perikanan Berkelas Internasional
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

Anggaran Kemnaker 2027 Rp6,57 T, Menaker Usulkan Tambahan Rp8,36 T
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

Prabowo Tegaskan Penindakan Ribuan Tambang Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 15.34 WITA


