Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Surat Terbuka Sarwendah Tantang Bukti di Pengadilan

Sarwendah menolak tudingan mempersulit akses anak dan menantang pihak Ruben untuk buktikan klaim dengan psikolog independen di persidangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Surat Terbuka Sarwendah Tantang Bukti di Pengadilan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sarwendah menggelar sidang publik melalui video unggahan media sosial, mengirim surat terbuka tajam kepada Minola Sebayang, kuasa hukum mantan suaminya, Ruben Onsu. Ia menegaskan bahwa pernyataannya bukan bentuk perlawanan terhadap media, melainkan respons terhadap narasi yang dinilainya menyesatkan dan terus dipelihara tanpa dasar. Dalam video yang diunggah Rabu (16/9), ia menegaskan bahwa diamnya selama ini justru dimanfaatkan untuk menyebarkan opini yang tidak akurat.

Ia membantah tegas dugaan bahwa dirinya membatasi akses Ruben kepada anak-anak atau melakukan pendoktrinan. Sarwendah menegaskan bahwa ia selalu terbuka dalam koordinasi, bahkan menawarkan waktu dan tempat bertemu sesuai jadwal yang disepakati. “Koordinasi saya terbuka. Jam berapa, di mana, saya siap membawa anak-anak untuk bertemu ayahnya,” tegasnya. Ia meminta pihak Ruben menunjuk psikolog independen untuk melakukan penilaian langsung terhadap anak-anak, sebagai bukti objektif.

Sarwendah juga mengungkapkan kekecewaan atas penyebaran potongan video tanpa konteks yang memperkeruh suasana. Ia menyoroti ketidakseimbangan dalam proses persidangan, terutama soal tes kesehatan mental yang telah dilaluinya demi kepentingan anak, sementara pihak lawan dinilai enggan memenuhi kewajiban serupa. Ia menegaskan bahwa jika pihak Ruben yakin menang di pengadilan, tidak perlu menggiring opini melalui media. “Cukup beri bukti di persidangan, bukan narasi yang membingungkan,” tegasnya.

Di sisi lain, Minola Sebayang membantah tudingan bahwa dirinya sengaja menggiring opini publik. Ia menyatakan bahwa semua pernyataan yang disampaikan bertujuan menyampaikan kebenaran, meski mungkin tidak disukai. Ia menegaskan kesiapan untuk membela klien secara penuh dan menyerahkan seluruh keputusan hak asuh kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia juga memohon maaf jika ada pihak yang merasa tersinggung oleh pernyataannya selama proses hukum.

Perselisihan soal hak asuh dan akses anak yang dimulai sejak perceraian resmi pada 24 September 2024 kini memasuki tahap persidangan setelah mediasi gagal. Isu finansial dan kondisi kesehatan masing-masing pihak turut menjadi bagian dari konflik yang terus memanas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya