Asing Dominasi Pembelian Saham Tambang
Investor asing mencatatkan belanja bersih tertinggi pada saham emiten pertambangan, dengan Bumi Resources Minerals jadi puncaknya, meski secara keseluruhan pasar saham Indonesia masih tercatat sebagai net sell.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada perdagangan Rabu (16/9/2026), aliran modal asing menunjukkan dominasi terhadap sejumlah emiten pertambangan, dengan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi perusahaan yang paling banyak dibeli secara bersih, mencapai nilai Rp88,5 miliar. Aksi beli ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap sektor pertambangan, terutama terhadap emiten yang memiliki keterkaitan langsung dengan komoditas strategis.
Pembelian asing terus berlanjut pada emiten lainnya, termasuk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dengan net buy Rp49,9 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp28,7 miliar, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang masing-masing mencatat belanja bersih Rp24,4 miliar dan Rp20,2 miliar. Kenaikan permintaan terhadap saham-saham ini terjadi meskipun secara keseluruhan arus modal asing di pasar modal Indonesia masih mengalami penjualan bersih.
Total penjualan bersih oleh investor asing pada hari itu mencapai Rp624,72 miliar, menunjukkan bahwa meskipun ada konsentrasi pembelian pada sektor pertambangan, secara keseluruhan pasar masih mengalami tekanan jual. Selain emiten tambang, investor asing juga menunjukkan minat terhadap saham-saham sektor lain seperti PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), meski dengan volume yang lebih rendah dibandingkan sektor pertambangan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan tercatat melemah 0,38% ke level 6.436,85. Meski sempat menguat lebih dari 1% pada awal sesi, indeks berbalik arah ke zona merah hingga akhir perdagangan, mencerminkan ketidakpastian pasar yang masih mendominasi. Namun, kinerja emiten tambang yang menarik minat asing menjadi indikator potensi kenaikan di masa depan jika kondisi ekonomi global dan harga komoditas tetap mendukung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

TASPEN Ajak Mahasiswa Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kegiatan TASPEN Goes to Campus di USU mengedukasi seribu mahasiswa tentang pentingnya literasi keuangan dan perencanaan pensiun sejak masa produktif.
17 September 2026

Mutasi Pejabat Kemenkeu Dibatalkan Usai Temuan Proses Tak Sesuai
Direktur Jenderal Pajak dan Bea Cukai menolak mutasi yang dilakukan mantan menteri, menilai ada nama-nama tak melalui assessment resmi, dan meminta peninjauan ulang.
17 September 2026

Prabowo Ungkap Kerugian Rp15.000 T Akibat Pemalsuan Ekspor 34 Tahun
Presiden Prabowo menyatakan Indonesia kehilangan US$ 908 miliar atau setara Rp15.000 triliun selama 34 tahun akibat praktik under-invoicing dan transfer pricing dalam ekspor komoditas.
17 September 2026

Kanada Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan RI di Sektor Kritis
Indonesia dan Kanada memperkuat sinergi ekonomi melalui pertemuan tingkat tinggi, fokus pada potash, migas, mineral kritis, dan energi nuklir, seiring berlakunya perjanjian perdagangan komprehensif.
17 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Produk Beras Fortifikasi Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.47 WITA

Lima Spot Mahjong Kekinian di Jakarta untuk Komunitas dan Pemula
Kamis, 17 September 2026, 11.44 WITA

Veloz Hybrid Dorong Penjualan Hybrid Toyota di Jateng dan DIY
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

5 Kebiasaan Berbahaya yang Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

AI dan Ancaman Kemanusiaan: Peringatan dari Pelopor Teknologi
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo: PDB Indonesia Terlalu Rendah, Bisa Naik 40%
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Kenaikan Laba 900% PT Timah Jadi Bukti Efektivitas Penertiban Tambang Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.34 WITA

Rumah BUMN Pertamina Dorong UMKM Aceh Tamiang dan Timur Berkembang
Kamis, 17 September 2026, 11.33 WITA


