Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kanada Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan RI di Sektor Kritis

Indonesia dan Kanada memperkuat sinergi ekonomi melalui pertemuan tingkat tinggi, fokus pada potash, migas, mineral kritis, dan energi nuklir, seiring berlakunya perjanjian perdagangan komprehensif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.34 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Kanada Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan RI di Sektor Kritis📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia dan Perdana Menteri Kanada di Toronto menjadi tonggak penting dalam memperluas kolaborasi bilateral di bidang strategis. Acara ini berlangsung dalam konteks Canada Investment Summit pertama, yang menunjukkan komitmen Kanada terhadap investasi global. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menekankan kesediaan Indonesia sebagai mitra utama dalam pengembangan sektor-sektor vital seperti pangan, energi, dan mineral kritis.

Kerja sama dipandang sebagai langkah strategis untuk mendorong ketahanan pasokan nasional dan memperkuat ekonomi kedua negara. Salah satu fokus utama adalah potensi investasi Kanada di sektor potash, yang menjadi komoditas kunci dalam produksi pupuk. Dengan kebutuhan pangan yang terus meningkat, kerja sama ini diharapkan mampu menopang produksi pupuk dalam negeri secara berkelanjutan. Selain itu, peluang kemitraan di bidang minyak dan gas bumi juga dibahas sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi.

Perjanjian Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) menjadi fondasi utama dalam mempercepat kerja sama ekonomi. Pemerintah Indonesia menyambut positif penyelesaian proses ratifikasi di kedua negara, dengan harapan perjanjian tersebut segera berlaku efektif. Dengan berlakunya ICA-CEPA, pelaku usaha dari kedua negara diharapkan dapat memanfaatkan akses pasar yang lebih terbuka, khususnya di sektor unggulan seperti energi terbarukan dan teknologi hijau.

Kerja sama juga mencakup pengembangan ekosistem energi nuklir melalui Small Modular Reactor (SMR), sebagai bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam mencapai ketahanan energi. Kanada, sebagai salah satu negara dengan pengalaman luas dalam teknologi nuklir, diharapkan memberikan dukungan teknis dan investasi. Dalam pertemuan tersebut, posisi strategis Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN juga ditegaskan sebagai modal utama dalam memperluas keterlibatan Kanada di kawasan Indo-Pasifik.

Momentum pertemuan ini menjadi bagian dari persiapan menyambut peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kanada pada 2027. Pemerintah menargetkan agar kerja sama ekonomi kedua negara tidak hanya berlangsung secara bilateral, tetapi juga berdampak pada kerja sama kawasan. Tujuan utamanya adalah menciptakan rantai pasok mineral kritis yang aman dan berkelanjutan, sejalan dengan transformasi energi global dan kebutuhan industri teknologi masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya