AI dan Ancaman Kemanusiaan: Peringatan dari Pelopor Teknologi
Para pelopor kecerdasan buatan dunia memperingatkan potensi bahaya AI yang bisa mengancam kelangsungan umat manusia dalam dekade ini, menekankan perlunya regulasi dan pengendalian ketat.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Para tokoh kunci di balik perkembangan kecerdasan buatan global kini bersuara bersama soal risiko mendasar yang mungkin ditimbulkan oleh sistem AI yang semakin canggih. Yoshua Bengio dan Geoffrey Hinton, dua nama yang kerap disebut sebagai pelopor teknologi deep learning, mengungkapkan kekhawatiran serius terhadap kemampuan AI untuk menyerang sistem keamanan digital dan bahkan merancang ancaman biologis atau siber yang mematikan. Mereka menekankan bahwa saat ini, AI sudah memiliki kapasitas peretasan dan manipulasi yang cukup tinggi untuk digunakan secara merugikan.
Bengio menyoroti pentingnya membangun sistem pengujian yang aman dan mengintegrasikan standar keselamatan sejak awal pengembangan. Ia menegaskan bahwa penelitian harus terus dilakukan untuk memahami perilaku AI, termasuk kemampuan mereka dalam berpikir dan berinteraksi di dalam jaringan. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan mekanisme pengawasan independen yang kuat agar tidak terjadi kegagalan kontrol yang berakibat fatal.
Hinton, yang juga pionir jaringan saraf tiruan, menyatakan ada kemungkinan hingga 10 persen bahwa AI bisa menjadi ancaman terhadap eksistensi manusia dalam waktu sepuluh tahun ke depan. Ia menekankan bahwa peradaban belum pernah menghadapi entitas yang mungkin lebih cerdas dari manusia. Dalam wawancara, ia menyebut bahwa AI bisa menciptakan virus komputer atau senjata biologis tanpa intervensi manusia langsung. Ia menekankan dua pilihan masa depan: mengatasi bahaya tersebut sebelum terjadi, atau gagal melakukannya dengan konsekuensi tak terelakkan.
Di tengah kekhawatiran ini, para pemimpin industri seperti Sam Altman, Demis Hassabis, dan Elon Musk juga mendukung perlambatan pengembangan AI secara bertahap. Mereka menekankan perlunya kerangka regulasi yang kuat, bukan hanya diatur oleh perusahaan teknologi besar. Aidan Gomez, CEO Cohere dan salah satu penulis makalah fundamental tentang model AI modern, menambahkan bahwa kegagalan keamanan bukan karena desain AI yang intrinsik, melainkan karena sistem pengujian yang lemah. Ia menekankan bahwa setiap sistem AI harus dinilai berdasarkan risikonya masing-masing, bukan hanya berdasarkan ambisi teknologi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Oppo Siap Luncurkan Find X10 Series dengan Teknologi Kamera dan Baterai Terbaru
Oppo akan memperkenalkan seri Find X10 pada 22 September 2026, menawarkan kamera 200MP dan baterai 8.000 mAh dengan dukungan chipset 2nm.
16 September 2026

Indonesia Perkuat Daya Saing untuk Tarik Investasi Teknologi
Pemerintah memperbaiki regulasi, tata kelola, dan SDM guna menarik investasi teknologi, menyusul ketatnya persaingan di Asia Tenggara.
16 September 2026

Samsung Siap Luncurkan Galaxy Tab S12 Series, Dukung Performa Tinggi
Samsung akan meluncurkan Galaxy Tab S12+ dan Tab S12 Ultra pada 7 Oktober dengan spesifikasi unggulan dan harga mulai dari Rp21 juta.
16 September 2026

iPhone 18 Pro dan Duo Resmi Sertifikasi TKDN, Siap Masuk Indonesia
Tiga model iPhone terbaru telah mendapatkan sertifikat TKDN 40 persen, menandai langkah akhir sebelum peluncuran resmi di Indonesia pada 2026.
16 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Produk Beras Fortifikasi Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.47 WITA

Lima Spot Mahjong Kekinian di Jakarta untuk Komunitas dan Pemula
Kamis, 17 September 2026, 11.44 WITA

Veloz Hybrid Dorong Penjualan Hybrid Toyota di Jateng dan DIY
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

5 Kebiasaan Berbahaya yang Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

TASPEN Ajak Mahasiswa Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo: PDB Indonesia Terlalu Rendah, Bisa Naik 40%
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Mutasi Pejabat Kemenkeu Dibatalkan Usai Temuan Proses Tak Sesuai
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Ungkap Kerugian Rp15.000 T Akibat Pemalsuan Ekspor 34 Tahun
Kamis, 17 September 2026, 11.34 WITA


