Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo: PDB Indonesia Terlalu Rendah, Bisa Naik 40%

Presiden Prabowo menyatakan PDB Indonesia diyakini 40% lebih tinggi dari angka resmi, lantaran banyak aktivitas ekonomi belum tercatat secara formal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo: PDB Indonesia Terlalu Rendah, Bisa Naik 40%📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinan bahwa potensi ekonomi Indonesia jauh melampaui angka resmi yang dipublikasikan. Dalam wawancara eksklusif di Bogor, ia menyebut adanya dugaan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) negara ini sebenarnya bisa berada 40% di atas nilai yang tercatat saat ini. Angka ini, menurutnya, didukung oleh masukan dari kalangan pakar ekonomi global dan lembaga keuangan internasional, termasuk Bank Dunia.

Ia menegaskan bahwa pengamatan dari para pendiri hedge fund besar dunia menyatakan bahwa sistem pengukuran ekonomi Indonesia masih mengalami under-reporting. Menurut Prabowo, beberapa pakar tersebut yakin bahwa nilai PDB Indonesia sebenarnya tidak hanya mencapai US$1,5 triliun, melainkan jauh lebih tinggi—bahkan hingga 40% di atas angka tersebut. Ia menilai bahwa angka ini bukan sekadar spekulasi, melainkan hasil analisis mendalam dari pihak yang memiliki akses ke data pasar global.

Prabowo menyoroti bahwa banyak aktivitas ekonomi di Tanah Air masih berada di luar sistem resmi, termasuk sektor informal dan wilayah abu-abu. Menurutnya, keberadaan ekonomi nonformal ini sangat signifikan dan belum sepenuhnya masuk dalam perhitungan statistik nasional. Kondisi ini, kata dia, menunjukkan bahwa gambaran ekonomi yang ada saat ini belum mencerminkan realitas sebenarnya di lapangan.

Ia menekankan bahwa perbaikan tata kelola ekonomi, digitalisasi, serta reformasi sistem pendataan dan perpajakan menjadi kunci untuk mengakomodasi ekonomi yang selama ini tersembunyi. Dengan pendekatan yang tepat, aktivitas ekonomi di sektor informal dapat diintegrasikan ke dalam sistem formal, sehingga mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi. Prabowo optimistis, jika ini dilakukan secara konsisten, ekonomi nasional mampu tumbuh hingga 6% dalam jangka pendek.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya