Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemilu BARMM Berdarah, 3 Tewas dan 15 Luka dalam Kericuhan Pemungutan Suara

Pemilu parlemen di Wilayah Otonom Bangsamoro menyisakan tiga korban tewas dan 15 luka akibat bentrokan saat pemungutan suara berlangsung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pemilu BARMM Berdarah, 3 Tewas dan 15 Luka dalam Kericuhan Pemungutan Suara📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemungutan suara untuk memilih anggota parlemen di Wilayah Otonom Bangsamoro (BARMM) berlangsung dalam suasana tegang, menimbulkan kekerasan yang menyebabkan tiga orang tewas dan 15 lainnya mengalami luka-luka. Kericuhan terjadi saat proses pemungutan suara berlangsung, diduga dipicu oleh aksi perusakan kendaraan yang diduga membawa senjata api oleh kelompok pendukung salah satu partai politik. Insiden ini menjadi peringatan atas potensi konflik dalam proses demokrasi di wilayah yang mayoritas penduduknya Muslim tersebut.

Pemilu ini menjadi momen krusial bagi BARMM, karena hasil pemungutan suara akan menentukan 80 anggota parlemen yang nantinya akan memilih chief minister pertama secara langsung. Proses ini menjadi ujian bagi stabilitas politik dan keamanan di wilayah yang sebelumnya sering dilanda konflik bersenjata. Sebanyak 1,8 juta suara telah tercatat dari total 2,39 juta pemilih terdaftar, menunjukkan tingkat partisipasi mencapai sekitar 80 persen, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap proses demokrasi baru ini.

Untuk menjamin kelancaran dan keamanan proses pemilu, pihak otoritas mengirimkan lebih dari 20.000 personel keamanan ke seluruh wilayah BARMM. Komposisi kekuatan terdiri dari sekitar 11.000 tentara Angkatan Darat Filipina dan lebih dari 9.000 petugas kepolisian. Kehadiran pasukan ini menjadi langkah strategis untuk mencegah eskalasi konflik dan menjamin proses pemilu berjalan secara aman dan terkendali.

Meski demikian, insiden kekerasan yang terjadi sebelumnya dan kembali muncul pada hari pemungutan suara menunjukkan kerentanan sistem demokrasi yang sedang dalam proses pembentukan. Kericuhan tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang kesiapan institusi dan kebijakan pengamanan dalam menghadapi dinamika politik yang kompleks. Namun, dengan partisipasi tinggi dan kerja keras aparat, proses pemilu tetap berjalan sebagai langkah penting menuju otonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya