Pemilu BARMM Berdarah, 3 Tewas dan 15 Luka dalam Kericuhan Pemungutan Suara
Pemilu parlemen di Wilayah Otonom Bangsamoro menyisakan tiga korban tewas dan 15 luka akibat bentrokan saat pemungutan suara berlangsung.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemungutan suara untuk memilih anggota parlemen di Wilayah Otonom Bangsamoro (BARMM) berlangsung dalam suasana tegang, menimbulkan kekerasan yang menyebabkan tiga orang tewas dan 15 lainnya mengalami luka-luka. Kericuhan terjadi saat proses pemungutan suara berlangsung, diduga dipicu oleh aksi perusakan kendaraan yang diduga membawa senjata api oleh kelompok pendukung salah satu partai politik. Insiden ini menjadi peringatan atas potensi konflik dalam proses demokrasi di wilayah yang mayoritas penduduknya Muslim tersebut.
Pemilu ini menjadi momen krusial bagi BARMM, karena hasil pemungutan suara akan menentukan 80 anggota parlemen yang nantinya akan memilih chief minister pertama secara langsung. Proses ini menjadi ujian bagi stabilitas politik dan keamanan di wilayah yang sebelumnya sering dilanda konflik bersenjata. Sebanyak 1,8 juta suara telah tercatat dari total 2,39 juta pemilih terdaftar, menunjukkan tingkat partisipasi mencapai sekitar 80 persen, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap proses demokrasi baru ini.
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan proses pemilu, pihak otoritas mengirimkan lebih dari 20.000 personel keamanan ke seluruh wilayah BARMM. Komposisi kekuatan terdiri dari sekitar 11.000 tentara Angkatan Darat Filipina dan lebih dari 9.000 petugas kepolisian. Kehadiran pasukan ini menjadi langkah strategis untuk mencegah eskalasi konflik dan menjamin proses pemilu berjalan secara aman dan terkendali.
Meski demikian, insiden kekerasan yang terjadi sebelumnya dan kembali muncul pada hari pemungutan suara menunjukkan kerentanan sistem demokrasi yang sedang dalam proses pembentukan. Kericuhan tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang kesiapan institusi dan kebijakan pengamanan dalam menghadapi dinamika politik yang kompleks. Namun, dengan partisipasi tinggi dan kerja keras aparat, proses pemilu tetap berjalan sebagai langkah penting menuju otonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Redmi Note 17 Pro Max Diluncurkan, Bawa Baterai 10.000mAh dan Performa Ekstrem
Xiaomi resmi memperkenalkan Redmi Note 17 Pro Max di Indonesia dengan baterai 10.000mAh, dukungan pengisian cepat 100W, dan sertifikasi ketahanan tinggi untuk pengguna aktif.
16 September 2026

Andika Pertimbangkan Vakum, Jaga Kesehatan dan Keluarga
Andika Mahesa menyatakan pertimbangan vakum sementara dari Kangen Band akibat tekanan internal dan dampak emosional yang dirasakan, namun menegaskan komitmen menyelesaikan jadwal hingga akhir 2026.
16 September 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid Agustus 2026
Toyota Veloz Hybrid mencatat distribusi tertinggi di antara mobil hybrid pada Agustus 2026, mengungguli rekan-rekannya dengan 2.267 unit.
16 September 2026

Pengguna Keluhkan Bug Sistem Omo X Saat Gunakan Standar Samping
Seorang pengguna motor listrik Omo X mengalami kendala teknis di sistem standar samping yang tak kunjung turun meski sudah berulang kali direset.
16 September 2026
Berita Lainnya

Gigi Juga Menua, Ini Cara Menjaganya Sejak Dini
Kamis, 17 September 2026, 07.44 WITA

El Nino Kategori Sangat Kuat Ancam Kestabilan Iklim Sulawesi Tenggara
Kamis, 17 September 2026, 07.37 WITA

ADB Berikan Pinjaman Rp11,49 Triliun Dorong Modernisasi Fiskal Daerah
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Purbaya dan Mutasi Besar di Kemenkeu Dibatalkan
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Jaksa Agung Ukraina Dicopot Usai Kabur Saat Dikaitkan Skandal Korupsi
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

China dan Iran Perkuat Koordinasi Diplomasi di Tengah Tegangan Global
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

Investasi Besar Segera Masuk Indonesia, Prabowo Pastikan Realisasi Capai Target
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

Prabowo Pertimbangkan Perombakan Kabinet di Masa Pemerintahan Kedua
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA


