Gigi Juga Menua, Ini Cara Menjaganya Sejak Dini
Kesehatan gigi harus menjadi bagian penting dalam konsep penuaan sehat, karena fungsi mengunyah, berbicara, dan kepercayaan diri tetap penting seiring usia bertambah.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 07.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penuaan yang sehat tidak hanya soal penampilan atau kebugaran fisik, tetapi juga melibatkan fungsi organ vital, termasuk gigi dan rongga mulut. Seiring bertambahnya usia, gigi mengalami perubahan biologis akibat paparan berkelanjutan terhadap makanan, minuman, dan kebiasaan sehari-hari. Perubahan ini bisa berupa kehilangan kepadatan email gigi, penurunan gusi yang mengekspos akar gigi, serta perubahan warna yang membuat gigi tampak lebih kekuningan atau gelap. Faktor seperti konsumsi kopi, teh, dan rokok turut mempercepat proses ini.
Meskipun perubahan tersebut umum terjadi, kehilangan gigi bukan hal yang tak terhindarkan akibat usia lanjut. Banyak kasus kehilangan gigi disebabkan oleh akumulasi masalah yang tidak ditangani sejak dini, seperti gigi berlubang atau penyakit gusi. Dokter gigi spesialis konservasi menekankan bahwa gigi yang goyang atau bergeser bukan tanda alami penuaan, melainkan indikasi adanya gangguan pada jaringan penyangga, seperti periodontitis. Jika dibiarkan, perubahan posisi gigi dapat mengganggu keseimbangan gigitan dan menurunkan kemampuan mengunyah.
Pencegahan menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan gigi sepanjang hidup. Perawatan rutin seperti menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta berfluoride, penggunaan benang gigi, serta menghindari konsumsi makanan dan minuman asam atau manis secara berlebihan sangat penting. Selain itu, pemeriksaan rutin ke dokter gigi—bahkan tanpa gejala nyeri—dapat menemukan masalah dini sebelum berkembang menjadi kompleks. Deteksi dini memungkinkan intervensi yang lebih sederhana dan hasil yang lebih baik.
Dalam praktik kedokteran gigi modern, prioritas tetap pada pelestarian gigi asli selama masih memungkinkan. Teknologi seperti implan atau perawatan saluran akar tersedia sebagai alternatif jika gigi tidak dapat diselamatkan. Namun, pilihan terbaik tetap pada pendekatan preventif dan konservatif. Menjaga kesehatan gigi bukan sekadar perawatan estetika, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas hidup, termasuk kemampuan mengonsumsi makanan bergizi dan berinteraksi secara percaya diri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hindari Minuman Manis dan Kafein Saat Kemarau
Dokter spesialis gizi menekankan pentingnya menghindari minuman berkafein dan manis saat cuaca panas untuk mencegah dehidrasi.
16 September 2026

Telkomsel dan MAP Perkuat Ekosistem Gaya Hidup Digital
Kolaborasi Telkomsel dan MAP hadirkan MAPrivilege, akses manfaat harian melalui platform digital bagi pelanggan setia.
16 September 2026

9 Makanan yang Tak Boleh Disimpan di Kulkas
Penyimpanan salah bisa merusak kualitas makanan; sejumlah bahan seperti kentang, tomat, dan pisang sebaiknya disimpan di suhu ruang agar tetap segar dan berkualitas.
16 September 2026

Makanan Sehat yang Dukung Fokus Anak Secara Alami
Pola makan bergizi dengan nutrisi kunci seperti omega-3, kolin, dan antioksidan berperan penting dalam mendukung konsentrasi dan fungsi kognitif anak secara optimal.
16 September 2026
Berita Lainnya

El Nino Kategori Sangat Kuat Ancam Kestabilan Iklim Sulawesi Tenggara
Kamis, 17 September 2026, 07.37 WITA

ADB Berikan Pinjaman Rp11,49 Triliun Dorong Modernisasi Fiskal Daerah
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Purbaya dan Mutasi Besar di Kemenkeu Dibatalkan
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Pemilu BARMM Berdarah, 3 Tewas dan 15 Luka dalam Kericuhan Pemungutan Suara
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Jaksa Agung Ukraina Dicopot Usai Kabur Saat Dikaitkan Skandal Korupsi
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

China dan Iran Perkuat Koordinasi Diplomasi di Tengah Tegangan Global
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

Investasi Besar Segera Masuk Indonesia, Prabowo Pastikan Realisasi Capai Target
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

Prabowo Pertimbangkan Perombakan Kabinet di Masa Pemerintahan Kedua
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA


