Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gigi Juga Menua, Ini Cara Menjaganya Sejak Dini

Kesehatan gigi harus menjadi bagian penting dalam konsep penuaan sehat, karena fungsi mengunyah, berbicara, dan kepercayaan diri tetap penting seiring usia bertambah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 07.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Gigi Juga Menua, Ini Cara Menjaganya Sejak Dini📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penuaan yang sehat tidak hanya soal penampilan atau kebugaran fisik, tetapi juga melibatkan fungsi organ vital, termasuk gigi dan rongga mulut. Seiring bertambahnya usia, gigi mengalami perubahan biologis akibat paparan berkelanjutan terhadap makanan, minuman, dan kebiasaan sehari-hari. Perubahan ini bisa berupa kehilangan kepadatan email gigi, penurunan gusi yang mengekspos akar gigi, serta perubahan warna yang membuat gigi tampak lebih kekuningan atau gelap. Faktor seperti konsumsi kopi, teh, dan rokok turut mempercepat proses ini.

Meskipun perubahan tersebut umum terjadi, kehilangan gigi bukan hal yang tak terhindarkan akibat usia lanjut. Banyak kasus kehilangan gigi disebabkan oleh akumulasi masalah yang tidak ditangani sejak dini, seperti gigi berlubang atau penyakit gusi. Dokter gigi spesialis konservasi menekankan bahwa gigi yang goyang atau bergeser bukan tanda alami penuaan, melainkan indikasi adanya gangguan pada jaringan penyangga, seperti periodontitis. Jika dibiarkan, perubahan posisi gigi dapat mengganggu keseimbangan gigitan dan menurunkan kemampuan mengunyah.

Pencegahan menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan gigi sepanjang hidup. Perawatan rutin seperti menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta berfluoride, penggunaan benang gigi, serta menghindari konsumsi makanan dan minuman asam atau manis secara berlebihan sangat penting. Selain itu, pemeriksaan rutin ke dokter gigi—bahkan tanpa gejala nyeri—dapat menemukan masalah dini sebelum berkembang menjadi kompleks. Deteksi dini memungkinkan intervensi yang lebih sederhana dan hasil yang lebih baik.

Dalam praktik kedokteran gigi modern, prioritas tetap pada pelestarian gigi asli selama masih memungkinkan. Teknologi seperti implan atau perawatan saluran akar tersedia sebagai alternatif jika gigi tidak dapat diselamatkan. Namun, pilihan terbaik tetap pada pendekatan preventif dan konservatif. Menjaga kesehatan gigi bukan sekadar perawatan estetika, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas hidup, termasuk kemampuan mengonsumsi makanan bergizi dan berinteraksi secara percaya diri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya