ADB Berikan Pinjaman Rp11,49 Triliun Dorong Modernisasi Fiskal Daerah
Asian Development Bank resmi menyalurkan pinjaman Rp11,49 triliun untuk perkuat tata kelola keuangan daerah dan digitalisasi layanan publik di seluruh Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Asian Development Bank (ADB) secara resmi menyalurkan pinjaman senilai US$650 juta atau setara Rp11,49 triliun kepada pemerintah Indonesia, dengan kurs rata-rata Rp17.680 per dolar AS. Dana tersebut diberikan dalam bentuk program strategis untuk mempercepat transformasi sistem fiskal di tingkat daerah, khususnya dalam penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan anggaran publik. Tujuannya adalah memperbaiki efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan publik di wilayah-wilayah yang terdesentralisasi.
Program ini menjadi bagian dari upaya besar dalam mendorong visi Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada modernisasi pengelolaan keuangan daerah. Subprogram pertama, yang disebut Percepatan Desentralisasi demi Meningkatkan Tata Kelola Daerah, akan membangun platform digital nasional untuk integrasi data fiskal dan peningkatan akurasi penilaian pajak properti. Dengan demikian, diharapkan pendapatan daerah meningkat secara berkelanjutan, sambil memperkuat sistem pengawasan dan akuntabilitas anggaran.
ADB menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam perencanaan anggaran, termasuk perlindungan hak-hak sipil, penganggaran responsif bagi perempuan dan anak perempuan, serta integrasi risiko bencana dalam perencanaan pembangunan. Dengan 35 hingga 40 persen pengeluaran publik dikelola di tingkat daerah—termasuk di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur lokal—penguatan sistem fiskal menjadi krusial untuk mengatasi disparitas kemampuan fiskal dan administratif antarwilayah.
Dukungan ADB ini juga sejalan dengan prinsip Undang-Undang tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah, serta mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029. Dengan begitu, program ini tidak hanya memperkuat kapasitas fiskal daerah, tetapi juga menjadi fondasi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan, serta memperkuat ketahanan lingkungan di seluruh wilayah Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Purbaya dan Mutasi Besar di Kemenkeu Dibatalkan
Ratusan pejabat yang dilantik oleh Purbaya Yudhi Sadewa pada September 2026 dibatalkan karena tidak lolos penilaian kapabilitas dan proses seleksi resmi.
17 September 2026

Investasi Besar Segera Masuk Indonesia, Prabowo Pastikan Realisasi Capai Target
Presiden Prabowo Subianto menyatakan investasi besar-besaran akan segera masuk ke Indonesia, menunjukkan realisasi yang melebihi target, termasuk penciptaan lapangan kerja hingga 2025.
17 September 2026

BUMN Unggul di CNN Indonesia Awards 2025
Sejumlah BUMN meraih penghargaan dalam ajang CNN Indonesia Awards 2025 berkat inovasi, pelayanan, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
17 September 2026

Purbaya Sempat Pamer Kolam Ikan Usai Dicopot dari Jabatan Menkeu
Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membagikan aktivitas santai di kolam ikan miliknya lewat media sosial, sehari setelah resmi didepak dari jabatan oleh Presiden Prabowo Subianto.
17 September 2026
Berita Lainnya

Gigi Juga Menua, Ini Cara Menjaganya Sejak Dini
Kamis, 17 September 2026, 07.44 WITA

El Nino Kategori Sangat Kuat Ancam Kestabilan Iklim Sulawesi Tenggara
Kamis, 17 September 2026, 07.37 WITA

Pemilu BARMM Berdarah, 3 Tewas dan 15 Luka dalam Kericuhan Pemungutan Suara
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Jaksa Agung Ukraina Dicopot Usai Kabur Saat Dikaitkan Skandal Korupsi
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

China dan Iran Perkuat Koordinasi Diplomasi di Tengah Tegangan Global
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

Prabowo Pertimbangkan Perombakan Kabinet di Masa Pemerintahan Kedua
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

Thaci Divonis 25 Tahun atas Kejahatan Perang, Aksi Massa Ricuh di Pristina
Kamis, 17 September 2026, 07.33 WITA

Pemda Unggul Raih Penghargaan Inovasi Nasional 2025
Kamis, 17 September 2026, 07.32 WITA


