Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Pertimbangkan Perombakan Kabinet di Masa Pemerintahan Kedua

Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan melakukan reshuffle kabinet menjelang dua tahun kepemimpinannya, dengan fokus pada efisiensi, kompetensi, dan penyelesaian isu strategis seperti pangan, energi, dan kemiskinan ekstrem.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Pertimbangkan Perombakan Kabinet di Masa Pemerintahan Kedua📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kemungkinan besar melakukan perombakan kabinet dalam waktu dekat, menjelang genap dua tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan itu disampaikan dalam dialog dengan kalangan jurnalis dan pakar di Hambalang, Bogor, yang mencerminkan evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja Kabinet Merah Putih.

Ia menegaskan bahwa meski tim kerja saat ini berjalan secara objektif dan cukup baik, pemerintah tetap harus memperhatikan prioritas utama. Di antaranya adalah menjamin keamanan pangan nasional melalui swasembada, serta memperkuat kemandirian energi dengan program B50 berbasis kelapa sawit dan percepatan transisi ke energi surya.

Prabowo juga menyoroti urgensi menangani stunting akibat kelaparan anak dan kemiskinan absolut sebagai bagian dari reformasi struktural. Ia menekankan perlunya efisiensi anggaran untuk menghindari pemborosan dan memastikan dana dialokasikan pada sektor yang mampu menghasilkan devisa serta menciptakan lapangan kerja.

Dalam konteks organisasi, Prabowo menegaskan pentingnya menempatkan setiap pejabat pada posisi yang sesuai dengan kompetensinya. Ia menyatakan bahwa perubahan struktur bisa terjadi jika diperlukan, termasuk promosi atau penggantian orang yang tidak sesuai peran. Evaluasi dua tahun dinilainya sebagai momen logis untuk menilai kinerja dan melakukan penyesuaian.

Prabowo menegaskan bahwa perombakan bukan sekadar keputusan politik, tetapi bentuk respons terhadap kinerja dan kebutuhan strategis negara. Ia menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan bergantung pada kecocokan antara individu dan tugas, serta kemampuan menjaga konsistensi dalam menjalankan visi jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya