Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bahlil Bantah Kaitkan Pemadaman Listrik dengan RKAB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemadaman listrik di Sulawesi Selatan dan Kalimantan Tengah bukan akibat kekurangan batu bara dari RKAB, melainkan kondisi alam dan perbaikan infrastruktur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 07.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bahlil Bantah Kaitkan Pemadaman Listrik dengan RKAB📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghadapi tekanan publik akibat serangkaian pemadaman listrik di sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Selatan dan Kalimantan Tengah. Menteri Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa meski ESDM berperan sebagai regulator, masyarakat kerap menyalahkan kementerian saat listrik padam. Ia menegaskan bahwa implementasi penyediaan listrik sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT PLN (Persero), bukan kementerian.

Bahlil menjelaskan bahwa pemadaman di Sulawesi Selatan dipicu oleh penurunan kapasitas pembangkit listrik tenaga air (PLTA) akibat fenomena kekeringan yang dipengaruhi El Nino. Dari kapasitas normal sekitar 400 megawatt, pasokan listrik dari PLTA turun menjadi antara 200 hingga 250 megawatt. Ia menekankan bahwa kondisi ini merupakan dampak dari perubahan iklim, bukan kebijakan energi yang salah.

Di Kalimantan Tengah, pemadaman terjadi karena pembangkit listrik sedang menjalani perbaikan rutin oleh PLN. Bahlil menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak berkaitan dengan pemangkasan kuota produksi batu bara berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Ia menilai bahwa isu kekurangan batu bara sebagai alasan pemadaman tidak valid dan menyesatkan.

Untuk menjamin kelancaran pasokan batu bara ke PLN, Bahlil memerintahkan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, untuk secara langsung mengelola pengadaan batu bara. Jabatan tersebut kini digabungkan dengan posisi Vice President Pengadaan Batu Bara PLN, dengan koordinasi harian dilakukan untuk mencegah gangguan listrik akibat kelangkaan bahan bakar.

Bahlil menegaskan bahwa sebagai pemimpin, ia tidak akan menghindar dari tanggung jawab. Ia berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan PLN guna menyelesaikan persoalan kelistrikan secara menyeluruh, sekaligus memastikan keandalan pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya