Prabowo Dorong Implementasi E20 pada 2028
Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas untuk percepatan program E20, dengan target implementasi pada 2028 melalui ketersediaan lahan dan pengembangan industri pengolahan bioetanol.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Negara pada Rabu, 16 September 2026, untuk membahas percepatan implementasi program bahan bakar campuran etanol 20 persen (E20). Rapat yang dihadiri sejumlah menteri dan pejabat utama ini menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga guna mencapai target tahun 2028. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa dalam rapat tersebut, presiden menekankan urgensi produksi E20 dalam dua tahun ke depan sebagai langkah strategis dalam ketahanan energi nasional.
Dalam arahan, Presiden meminta Menteri Pertanian Andi Amran untuk menyiapkan rencana alokasi lahan yang memadai untuk tanaman bahan baku etanol, khususnya tebu. Sementara itu, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara diminta mempercepat pembangunan industri pengolahan etanol dari bahan baku lokal. Zulhas menegaskan bahwa tebu dinilai sebagai sumber etanol yang paling potensial, dengan potensi pengembangan di wilayah Kalimantan, Sumatra, Papua, dan Jawa yang mencapai 2 juta hektare. Kendala penyediaan lahan tetap menjadi tantangan, namun pemerintah yakin dapat diatasi melalui perencanaan strategis.
Program E20 tidak dianggap sebagai langkah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju komposisi lebih tinggi. Pemerintah menargetkan peningkatan bertahap hingga mencapai E50 dalam jangka panjang. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak dan meningkatkan devisa negara. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan dukungan penuh lembaganya terhadap program yang bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung transformasi sektor energi berkelanjutan.
Kegiatan rapat juga menyentuh aspek teknologi dan dukungan sektor swasta dalam memperkuat infrastruktur energi. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan bahwa program ketahanan energi akan didukung oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk BPI Danantara dan perusahaan BUMN. Hadir dalam rapat juga Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Oki Muraza, serta sejumlah pejabat strategis lainnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Besar di Kongo Tuntut Penolakan Perpanjangan Jabatan Presiden
Ratusan warga di Kinshasa dan kota besar lainnya menggelar unjuk rasa menolak usulan amandemen konstitusi yang memungkinkan Presiden Felix Tshisekedi berjabat tiga periode.
16 September 2026

Pemerintah Kaji Aturan Baru Distribusi LPG 3 Kg Berbasis Kesejahteraan
Peningkatan konsumsi LPG 3 kg mendorong pemerintah menyiapkan kebijakan baru dengan pembatasan berdasarkan klasifikasi kesejahteraan masyarakat.
16 September 2026

Malaysia Gelar Rapat Darurat Atasi Lonjakan Tagihan Listrik
Pemerintah Malaysia menggelar rapat khusus untuk menangani kenaikan tagihan listrik yang dirasakan sebagian rumah tangga akibat lonjakan konsumsi akibat cuaca panas dan kabut asap.
16 September 2026

LRT Jakarta Resmi Beroperasi, Tarif Awal Rp8 untuk Warga
Presiden Prabowo meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai dengan tarif promosi Rp8 selama delapan hari pertama, diikuti tarif tetap Rp5.000 setelahnya.
16 September 2026
Berita Lainnya

Hindari Minuman Manis dan Kafein Saat Kemarau
Rabu, 16 September 2026, 22.44 WITA

Modifikasi Bumper Tajam pada LCGC Dilarang Polisi
Rabu, 16 September 2026, 22.43 WITA

Sindikat Palsukan SIM di Riau Raup Keuntungan Besar
Rabu, 16 September 2026, 22.43 WITA

Redmi Note 17 Pro Max Diluncurkan, Bawa Baterai 10.000mAh dan Performa Ekstrem
Rabu, 16 September 2026, 22.36 WITA

AS dan Jerman Tekankan Reformasi Korupsi Irak
Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA

Menteri Keuangan Pertimbangkan Ulang Mutasi Pejabat Era Purbaya
Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA

25 Merek Beras Fortifikasi Ilegal Dicabut Izinnya
Rabu, 16 September 2026, 22.34 WITA

Pengembang Properti Australia Tengah Krisis, Ratusan Proyek Terancam Gagal
Rabu, 16 September 2026, 22.34 WITA


