AS dan Jerman Tekankan Reformasi Korupsi Irak
AS dan Jerman menekankan perlunya reformasi tuntas terhadap korupsi dan penegakan hukum di Irak, dengan desakan untuk mengusut kasus besar tanpa perlindungan politik.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Amerika Serikat menyerukan tindakan tegas terhadap praktik korupsi sistemik di Irak, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. Dalam pertemuan dengan pemimpin tinggi Irak di Baghdad, utusan khusus AS menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa memandang jabatan atau kubu politik, serta menekankan kembali keharusan memproses hukum para pelaku kasus besar yang telah menghambat pembangunan negara.
Kekhawatiran terhadap penyelundupan aset dan pencucian uang menjadi fokus utama, terutama di sektor perbankan dan perbatasan. Washington menyarankan peningkatan pengawasan terhadap aliran keuangan lintas batas dan penguatan mekanisme pencegahan kejahatan keuangan. Selain itu, desakan diberikan agar pemerintah Irak memperkuat monopoli senjata negara, dengan membubarkan semua kelompok bersenjata di luar struktur resmi militer dan keamanan, termasuk kelompok yang memiliki kapasitas militer tinggi seperti drone dan rudal.
Di sisi lain, Jerman menyambut positif langkah-langkah reformasi yang diambil Irak, terutama dalam konteks memperbaiki iklim investasi. Kanselir Jerman menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan asal Jerman telah mulai menjalankan proyek strategis di Irak, menandai kepercayaan terhadap komitmen pemerintah Baghdad dalam memperbaiki tata kelola negara. Ia menekankan bahwa stabilitas ekonomi Irak sangat erat kaitannya dengan keamanan regional dan ketahanan rantai pasok global.
Merz juga menyoroti ancaman yang muncul dari ketegangan geopolitik di kawasan, khususnya di Laut Merah, yang berdampak pada perdagangan internasional. Ia menyerukan solusi damai dan menekankan bahwa penutupan Selat Hormuz oleh Iran merupakan ancaman serius terhadap kebebasan maritim global. Kedua negara menekankan bahwa dukungan internasional akan terus mengalir selama Irak menunjukkan komitmen nyata terhadap reformasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Modifikasi Bumper Tajam pada LCGC Dilarang Polisi
Mobil LCGC jenis Daihatsu Sigra yang dimodifikasi dengan pelat besi runcing di bagian belakang diberhentikan oleh polisi karena dianggap berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan lain.
16 September 2026

Sindikat Palsukan SIM di Riau Raup Keuntungan Besar
Sindikat pemalsu SIM di Riau menawarkan dokumen ilegal dengan harga jauh melampaui tarif resmi, menimbulkan kerugian negara dan ancaman keselamatan publik.
16 September 2026

25 Merek Beras Fortifikasi Ilegal Dicabut Izinnya
Sebanyak 25 merek beras fortifikasi dengan klaim gizi tidak sesuai hasil uji laboratorium telah dilarang beredar dan izin produksinya dicabut secara resmi.
16 September 2026

Adrianto Pitoyo Ditetapkan Tersangka Suap HGB Bogor
KPK menetapkan delapan orang termasuk Direktur Utama Summarecon sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan di Bogor.
16 September 2026
Berita Lainnya

Hindari Minuman Manis dan Kafein Saat Kemarau
Rabu, 16 September 2026, 22.44 WITA

Redmi Note 17 Pro Max Diluncurkan, Bawa Baterai 10.000mAh dan Performa Ekstrem
Rabu, 16 September 2026, 22.36 WITA

Menteri Keuangan Pertimbangkan Ulang Mutasi Pejabat Era Purbaya
Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA

Demonstrasi Besar di Kongo Tuntut Penolakan Perpanjangan Jabatan Presiden
Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Kaji Aturan Baru Distribusi LPG 3 Kg Berbasis Kesejahteraan
Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA

Prabowo Dorong Implementasi E20 pada 2028
Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA

Malaysia Gelar Rapat Darurat Atasi Lonjakan Tagihan Listrik
Rabu, 16 September 2026, 22.34 WITA

Pengembang Properti Australia Tengah Krisis, Ratusan Proyek Terancam Gagal
Rabu, 16 September 2026, 22.34 WITA


