Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS dan Jerman Tekankan Reformasi Korupsi Irak

AS dan Jerman menekankan perlunya reformasi tuntas terhadap korupsi dan penegakan hukum di Irak, dengan desakan untuk mengusut kasus besar tanpa perlindungan politik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
AS dan Jerman Tekankan Reformasi Korupsi Irak📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Amerika Serikat menyerukan tindakan tegas terhadap praktik korupsi sistemik di Irak, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. Dalam pertemuan dengan pemimpin tinggi Irak di Baghdad, utusan khusus AS menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa memandang jabatan atau kubu politik, serta menekankan kembali keharusan memproses hukum para pelaku kasus besar yang telah menghambat pembangunan negara.

Kekhawatiran terhadap penyelundupan aset dan pencucian uang menjadi fokus utama, terutama di sektor perbankan dan perbatasan. Washington menyarankan peningkatan pengawasan terhadap aliran keuangan lintas batas dan penguatan mekanisme pencegahan kejahatan keuangan. Selain itu, desakan diberikan agar pemerintah Irak memperkuat monopoli senjata negara, dengan membubarkan semua kelompok bersenjata di luar struktur resmi militer dan keamanan, termasuk kelompok yang memiliki kapasitas militer tinggi seperti drone dan rudal.

Di sisi lain, Jerman menyambut positif langkah-langkah reformasi yang diambil Irak, terutama dalam konteks memperbaiki iklim investasi. Kanselir Jerman menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan asal Jerman telah mulai menjalankan proyek strategis di Irak, menandai kepercayaan terhadap komitmen pemerintah Baghdad dalam memperbaiki tata kelola negara. Ia menekankan bahwa stabilitas ekonomi Irak sangat erat kaitannya dengan keamanan regional dan ketahanan rantai pasok global.

Merz juga menyoroti ancaman yang muncul dari ketegangan geopolitik di kawasan, khususnya di Laut Merah, yang berdampak pada perdagangan internasional. Ia menyerukan solusi damai dan menekankan bahwa penutupan Selat Hormuz oleh Iran merupakan ancaman serius terhadap kebebasan maritim global. Kedua negara menekankan bahwa dukungan internasional akan terus mengalir selama Irak menunjukkan komitmen nyata terhadap reformasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya