Demonstrasi Besar di Kongo Tuntut Penolakan Perpanjangan Jabatan Presiden
Ratusan warga di Kinshasa dan kota besar lainnya menggelar unjuk rasa menolak usulan amandemen konstitusi yang memungkinkan Presiden Felix Tshisekedi berjabat tiga periode.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ribuan warga Republik Demokratik Kongo turun ke jalan pada Rabu (16/9/2026) untuk mengekspresikan penolakan terhadap rencana perubahan konstitusi yang memungkinkan Presiden Felix Tshisekedi mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga. Aksi yang berlangsung di ibu kota, Kinshasa, serta sejumlah kota utama, menunjukkan ketegangan sosial yang memuncak atas kebijakan yang dinilai mengancam stabilitas demokrasi negara.
Demonstran, sebagian besar berasal dari kalangan mahasiswa, aktivis, dan tokoh oposisi, membawa spanduk serta bendera partai politik sebagai simbol perlawanan terhadap tindakan yang mereka anggap sebagai upaya perpanjangan kekuasaan. Kekerasan terjadi saat massa yang awalnya berjalan damai terlibat bentrokan dengan kelompok pendukung pemerintah, memicu respons tegas dari aparat keamanan.
Petugas kepolisian menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan, sementara laporan menyebutkan adanya tembakan peringatan yang dilakukan di wilayah pusat kota. Kondisi memburuk di beberapa titik, dengan kerusakan properti dan sejumlah luka ringan dilaporkan dari sisi demonstran dan petugas. Aksi tersebut digerakkan oleh Coalition Article 64 (C64), sebuah aliansi oposisi yang aktif menentang amandemen konstitusi yang dinilai merugikan prinsip kebebasan dan transparansi politik.
Pihak oposisi menegaskan bahwa perubahan konstitusi yang sedang digodok berpotensi membuka jalan bagi pemimpin saat ini untuk memperpanjang masa jabatan tanpa batas, yang dianggap melanggar prinsip demokrasi yang seharusnya mengedepankan rotasi kekuasaan. Mereka menekankan pentingnya menjaga konsensus konstitusional dan menolak segala bentuk manipulasi sistem untuk kepentingan pribadi.
Aksi massa ini menjadi cerminan ketegangan politik yang kian memuncak dalam proses pengambilan kebijakan nasional. Meskipun pemerintah menegaskan bahwa perubahan konstitusi merupakan bagian dari proses demokratis yang terbuka, oposisi dan masyarakat sipil tetap mempertanyakan legitimasi serta transparansi dari usulan tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Kaji Aturan Baru Distribusi LPG 3 Kg Berbasis Kesejahteraan
Peningkatan konsumsi LPG 3 kg mendorong pemerintah menyiapkan kebijakan baru dengan pembatasan berdasarkan klasifikasi kesejahteraan masyarakat.
16 September 2026

Prabowo Dorong Implementasi E20 pada 2028
Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas untuk percepatan program E20, dengan target implementasi pada 2028 melalui ketersediaan lahan dan pengembangan industri pengolahan bioetanol.
16 September 2026

Malaysia Gelar Rapat Darurat Atasi Lonjakan Tagihan Listrik
Pemerintah Malaysia menggelar rapat khusus untuk menangani kenaikan tagihan listrik yang dirasakan sebagian rumah tangga akibat lonjakan konsumsi akibat cuaca panas dan kabut asap.
16 September 2026

LRT Jakarta Resmi Beroperasi, Tarif Awal Rp8 untuk Warga
Presiden Prabowo meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai dengan tarif promosi Rp8 selama delapan hari pertama, diikuti tarif tetap Rp5.000 setelahnya.
16 September 2026
Berita Lainnya

Hindari Minuman Manis dan Kafein Saat Kemarau
Rabu, 16 September 2026, 22.44 WITA

Modifikasi Bumper Tajam pada LCGC Dilarang Polisi
Rabu, 16 September 2026, 22.43 WITA

Sindikat Palsukan SIM di Riau Raup Keuntungan Besar
Rabu, 16 September 2026, 22.43 WITA

Redmi Note 17 Pro Max Diluncurkan, Bawa Baterai 10.000mAh dan Performa Ekstrem
Rabu, 16 September 2026, 22.36 WITA

AS dan Jerman Tekankan Reformasi Korupsi Irak
Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA

Menteri Keuangan Pertimbangkan Ulang Mutasi Pejabat Era Purbaya
Rabu, 16 September 2026, 22.35 WITA

25 Merek Beras Fortifikasi Ilegal Dicabut Izinnya
Rabu, 16 September 2026, 22.34 WITA

Pengembang Properti Australia Tengah Krisis, Ratusan Proyek Terancam Gagal
Rabu, 16 September 2026, 22.34 WITA


