Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah 0,38% ke 6.436,85 di Tengah Ketegangan Global

Indeks harga saham gabungan turun 24,30 poin atau 0,38% ke level 6.436,85 pada perdagangan Rabu, dipengaruhi tekanan dari sektor utilitas dan teknologi serta ketidakpastian suku bunga AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 19.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Melemah 0,38% ke 6.436,85 di Tengah Ketegangan Global📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini di zona merah dengan penurunan 0,38% atau 24,30 poin, berada di level 6.436,85. Pergerakan awal indeks dibuka pada posisi 6.453,91, sempat melonjak hingga mencapai puncak harian di 6.535,46, namun tidak mampu mempertahankan penguatan tersebut. Tekanan menjelang akhir sesi membuat indeks berbalik arah dan menutup perdagangan di level terendah harian.

Sebanyak 456 saham mengalami penurunan harga, sementara 213 saham menguat dan 294 saham lainnya stagnan. Penurunan terjadi di sejumlah sektor utama, terutama utilities yang turun 1,84% dan teknologi yang melemah 1,36%. Dua sektor ini menjadi pendorong utama penurunan indeks dalam sesi perdagangan.

Aktivitas pasar menunjukkan volume transaksi mencapai 242,48 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp11,87 triliun dan frekuensi transaksi sekitar 1,84 juta kali. Dominasi aktivitas berasal dari pasar reguler yang menyumbang 228,25 juta lot dan nilai transaksi Rp10,85 triliun. Pasar negosiasi mencatat volume 14,25 juta lot dengan nilai Rp1,02 triliun, sementara pasar tunai tercatat sangat minim dengan hanya 36 lot dan nilai Rp15,56 juta.

Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh sentimen global, terutama menjelang pengumuman kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve AS. Investor memperkirakan kenaikan 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00% dengan probabilitas 92,4% berdasarkan data CME FedWatch. Kenaikan yield obligasi AS tenor 10 tahun yang menyentuh 5,041%—level tertinggi sejak 2007—memperkuat kekhawatiran inflasi dan memengaruhi aliran modal ke pasar saham.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya