El Nino Kategori Sangat Kuat Ancam Kestabilan Iklim Sulawesi Tenggara
Menteri Kehutanan memperingatkan risiko kebakaran hutan dan lahan akibat El Nino kategori sangat kuat yang berpotensi berlangsung hingga awal 2027.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 07.37 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - El Nino dengan intensitas sangat kuat, kerap disebut sebagai 'Godzilla' oleh para ahli, kini menjadi perhatian serius bagi sektor lingkungan di Sulawesi Tenggara. Fenomena ini ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang melampaui 2 derajat Celsius di atas rata-rata normal, memicu perubahan iklim ekstrem di wilayah Indonesia. Dampak langsungnya adalah kemarau yang lebih panjang dan intens, meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.
Istilah 'Godzilla' bukan bagian dari terminologi resmi BMKG, melainkan istilah populer yang muncul dari analisis ilmiah oleh ahli klimatologi NASA, Bill Patzert, pada 2015. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kekuatan El Nino yang mendekati level terparah sejak rekaman modern dimulai. Meski bukan istilah resmi, penggunaannya mencerminkan kekhawatiran akan dampak besar yang bisa ditimbulkan, terutama bagi ekosistem dan masyarakat yang bergantung pada ketersediaan air dan kestabilan lahan.
BMKG memproyeksikan El Nino kategori sangat kuat ini akan berlangsung hingga awal tahun 2027. Pemantauan intensif telah dilakukan sejak awal tahun ini, dengan fokus pada wilayah rawan kebakaran seperti hutan dan lahan gambut di Sulawesi Tenggara. Dua periode El Nino paling kuat dalam sejarah, 1997–1998 dan 2015–2016, pernah menyebabkan kebakaran hutan massal yang menghasilkan asap tebal hingga menyebar ke kawasan Asia Tenggara, mengganggu kesehatan masyarakat dan transportasi udara.
Dengan kondisi yang kian memburuk, pemerintah daerah dan instansi terkait telah menyiapkan strategi mitigasi dini, termasuk peningkatan patroli, koordinasi antarwilayah, serta edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan pembakaran lahan. Tujuan utamanya adalah meminimalisasi risiko kebakaran yang dapat mengancam keanekaragaman hayati, kualitas udara, dan kesejahteraan sosial masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mahasiswa Fisip UHO Dapat Pelatihan Jurnalistik di Graha Pena
Ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo mengikuti pelatihan jurnalistik di Graha Pena, meningkatkan kompetensi dalam penerbitan berita dan etika profesi.
16 September 2026
Gubernur Minta Kejelasan Status Lahan Eks HGU PT Kapas
Gubernur Sulawesi Tenggara menekankan perlunya kejelasan status hukum lahan bekas HGU PT Kapas untuk menjamin kepastian hukum dan pemanfaatan yang berkelanjutan.
16 September 2026
DPD RI Periksa Konsistensi Data dalam Pelaksanaan UU Kesejahteraan Sosial
Komite III DPD RI mengkaji keterpaduan data sosial untuk menjamin keberlangsungan program kesejahteraan nasional.
16 September 2026
Kepemilikan IKD di Kendari Masih Rendah, Pendidikan dan Akses Teknologi Jadi Penghambat
Hanya 30 persen warga Kendari memiliki Identitas Kependudukan Digital, rendahnya literasi digital dan akses teknologi menjadi penyebab utama.
16 September 2026
Berita Lainnya

Gigi Juga Menua, Ini Cara Menjaganya Sejak Dini
Kamis, 17 September 2026, 07.44 WITA

ADB Berikan Pinjaman Rp11,49 Triliun Dorong Modernisasi Fiskal Daerah
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Purbaya dan Mutasi Besar di Kemenkeu Dibatalkan
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Pemilu BARMM Berdarah, 3 Tewas dan 15 Luka dalam Kericuhan Pemungutan Suara
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Jaksa Agung Ukraina Dicopot Usai Kabur Saat Dikaitkan Skandal Korupsi
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

China dan Iran Perkuat Koordinasi Diplomasi di Tengah Tegangan Global
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

Investasi Besar Segera Masuk Indonesia, Prabowo Pastikan Realisasi Capai Target
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

Prabowo Pertimbangkan Perombakan Kabinet di Masa Pemerintahan Kedua
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA


