Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sarwendah Bantah Isu Pengaruh Negatif pada Anak, Tantang Pengacara Ruben Buktikan di Pengadilan

Sarwendah membantah tudingan pengaruh negatif terhadap anak-anak dan menuntut pengacara Ruben Onsu menunjukkan bukti di pengadilan, bukan menyebarkan narasi di media sosial.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 07.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sarwendah Bantah Isu Pengaruh Negatif pada Anak, Tantang Pengacara Ruben Buktikan di Pengadilan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sarwendah secara tegas membantah tudingan yang menyebut dirinya memengaruhi anak-anak secara emosional atau mempersulit hubungan dengan ayah mereka. Dalam pernyataan terbaru, ia menegaskan bahwa ia tidak pernah melarang Ruben Onsu untuk menjenguk anak-anak, bahkan selalu terbuka terhadap koordinasi pertemuan. Ia menekankan bahwa ketiadaan komunikasi yang jelas justru memicu munculnya narasi yang tidak akurat, yang kemudian dibesar-besarkan oleh pihak pengacara mantan suaminya.

Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap upaya pihak tertentu yang menyebarkan video tanpa konteks lengkap, khususnya rekaman yang menunjukkan dirinya dalam keadaan emosional. Menurut Sarwendah, video tersebut diambil secara selektif dan dipakai untuk membentuk persepsi negatif tanpa mempertimbangkan situasi sebenarnya. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya memberikan klarifikasi, namun respons yang diberikan justru berupa narasi baru yang tidak relevan dan tidak didukung fakta.

Menyoal aspek kesehatan mental yang menjadi bagian dari proses persidangan hak asuh, Sarwendah menyatakan siap menunjukkan hasil tes kesehatan yang telah dilakukannya sesuai permintaan. Ia menyoroti ketidaksesuaian sikap pihak lawan yang tidak menyerahkan bukti serupa, meskipun telah diminta. Menurutnya, tindakan itu justru mencerminkan ketidaksiapan untuk menghadapi proses hukum secara transparan.

Ia menegaskan bahwa seluruh polemik seharusnya diselesaikan secara hukum di pengadilan, bukan melalui pemberitaan atau narasi yang menyesatkan. Sarwendah menyeru agar pihak pengacara fokus pada bukti konkret, bukan pada framing publik. Ia menekankan bahwa narasi yang dibuat bukan hanya merugikan dirinya, tetapi juga membahayakan kesehatan psikologis anak-anak yang sedang menjadi objek perseteruan.

Ia menutup pernyataannya dengan ajakan terbuka untuk menyelesaikan konflik secara damai dan langsung, tanpa melibatkan media sebagai alat pertarungan. Menurutnya, keberadaan anak-anak harus menjadi prioritas utama, bukan alat untuk memperkuat posisi hukum. Ia percaya bahwa keadilan sejati hanya bisa ditegakkan melalui proses hukum yang transparan, bukan melalui kampanye publik yang memanipulasi fakta.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya