Sarwendah Bantah Isu Pengaruh Negatif pada Anak, Tantang Pengacara Ruben Buktikan di Pengadilan
Sarwendah membantah tudingan pengaruh negatif terhadap anak-anak dan menuntut pengacara Ruben Onsu menunjukkan bukti di pengadilan, bukan menyebarkan narasi di media sosial.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 07.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sarwendah secara tegas membantah tudingan yang menyebut dirinya memengaruhi anak-anak secara emosional atau mempersulit hubungan dengan ayah mereka. Dalam pernyataan terbaru, ia menegaskan bahwa ia tidak pernah melarang Ruben Onsu untuk menjenguk anak-anak, bahkan selalu terbuka terhadap koordinasi pertemuan. Ia menekankan bahwa ketiadaan komunikasi yang jelas justru memicu munculnya narasi yang tidak akurat, yang kemudian dibesar-besarkan oleh pihak pengacara mantan suaminya.
Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap upaya pihak tertentu yang menyebarkan video tanpa konteks lengkap, khususnya rekaman yang menunjukkan dirinya dalam keadaan emosional. Menurut Sarwendah, video tersebut diambil secara selektif dan dipakai untuk membentuk persepsi negatif tanpa mempertimbangkan situasi sebenarnya. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya memberikan klarifikasi, namun respons yang diberikan justru berupa narasi baru yang tidak relevan dan tidak didukung fakta.
Menyoal aspek kesehatan mental yang menjadi bagian dari proses persidangan hak asuh, Sarwendah menyatakan siap menunjukkan hasil tes kesehatan yang telah dilakukannya sesuai permintaan. Ia menyoroti ketidaksesuaian sikap pihak lawan yang tidak menyerahkan bukti serupa, meskipun telah diminta. Menurutnya, tindakan itu justru mencerminkan ketidaksiapan untuk menghadapi proses hukum secara transparan.
Ia menegaskan bahwa seluruh polemik seharusnya diselesaikan secara hukum di pengadilan, bukan melalui pemberitaan atau narasi yang menyesatkan. Sarwendah menyeru agar pihak pengacara fokus pada bukti konkret, bukan pada framing publik. Ia menekankan bahwa narasi yang dibuat bukan hanya merugikan dirinya, tetapi juga membahayakan kesehatan psikologis anak-anak yang sedang menjadi objek perseteruan.
Ia menutup pernyataannya dengan ajakan terbuka untuk menyelesaikan konflik secara damai dan langsung, tanpa melibatkan media sebagai alat pertarungan. Menurutnya, keberadaan anak-anak harus menjadi prioritas utama, bukan alat untuk memperkuat posisi hukum. Ia percaya bahwa keadilan sejati hanya bisa ditegakkan melalui proses hukum yang transparan, bukan melalui kampanye publik yang memanipulasi fakta.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jaksa Agung Ukraina Dicopot Usai Kabur Saat Dikaitkan Skandal Korupsi
Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko dicopot dari jabatan setelah melarikan diri ke luar negeri saat penyelidikan korupsi melibatkan kantornya, menyusul pengajuan pengunduran diri dan klaim menyalahkan pejabat antikorupsi.
17 September 2026

Thaci Divonis 25 Tahun atas Kejahatan Perang, Aksi Massa Ricuh di Pristina
Mantan Presiden Kosovo Hashim Thaci dijatuhi hukuman 25 tahun penjara oleh Pengadilan Khusus Kosovo di Den Haag atas tindak pidana perang, memicu demonstrasi besar dan bentrokan dengan aparat di ibu kota.
17 September 2026

Modifikasi Bumper Tajam pada LCGC Dilarang Polisi
Mobil LCGC jenis Daihatsu Sigra yang dimodifikasi dengan pelat besi runcing di bagian belakang diberhentikan oleh polisi karena dianggap berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan lain.
16 September 2026

Sindikat Palsukan SIM di Riau Raup Keuntungan Besar
Sindikat pemalsu SIM di Riau menawarkan dokumen ilegal dengan harga jauh melampaui tarif resmi, menimbulkan kerugian negara dan ancaman keselamatan publik.
16 September 2026
Berita Lainnya

Gigi Juga Menua, Ini Cara Menjaganya Sejak Dini
Kamis, 17 September 2026, 07.44 WITA

El Nino Kategori Sangat Kuat Ancam Kestabilan Iklim Sulawesi Tenggara
Kamis, 17 September 2026, 07.37 WITA

ADB Berikan Pinjaman Rp11,49 Triliun Dorong Modernisasi Fiskal Daerah
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Purbaya dan Mutasi Besar di Kemenkeu Dibatalkan
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Pemilu BARMM Berdarah, 3 Tewas dan 15 Luka dalam Kericuhan Pemungutan Suara
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

China dan Iran Perkuat Koordinasi Diplomasi di Tengah Tegangan Global
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

Investasi Besar Segera Masuk Indonesia, Prabowo Pastikan Realisasi Capai Target
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

Prabowo Pertimbangkan Perombakan Kabinet di Masa Pemerintahan Kedua
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA


