Veloz Hybrid Dorong Penjualan Hybrid Toyota di Jateng dan DIY
Penjualan mobil hybrid Toyota di Jawa Tengah dan DIY meningkat signifikan sejak peluncuran Veloz Hybrid, mencapai 200–250 unit per bulan hingga Agustus 2026.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penjualan kendaraan hybrid Toyota di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat lonjakan pesat pada tahun 2026, khususnya sejak peluncuran varian Veloz Hybrid. Hingga bulan Agustus, kontribusi mobil elektrifikasi terhadap total penjualan Toyota di kawasan tersebut mencapai 26 persen, naik 12 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong utama oleh performa stabil Veloz Hybrid yang mampu terjual rata-rata 200 hingga 250 unit setiap bulan.
Sebelum peluncuran Veloz Hybrid pada April 2026, penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota di wilayah tersebut masih terbatas, dengan total penjualan hanya 995 unit pada periode Januari–Agustus 2025. Pada saat itu, kontribusi elektrifikasi terhadap total penjualan hanya sebesar 12 persen, sebagian besar karena belum adanya model hybrid baru yang diperkenalkan. Setelah peluncuran, volume penjualan melonjak hampir 2,5 kali lipat dibandingkan sebelumnya, menunjukkan respons positif dari konsumen terhadap teknologi hybrid.
Veloz Hybrid kini menjadi andalan utama dalam portofolio elektrifikasi Toyota di wilayah tersebut, bahkan menjadi model dengan kontribusi terbesar terhadap penjualan hybrid di Nasmoco. Selain itu, Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid turut berkontribusi signifikan, memperkuat posisi Toyota dalam transisi ke kendaraan ramah lingkungan. Perubahan komposisi penjualan ini mencerminkan pergeseran preferensi pasar yang semakin terbuka terhadap mobil hybrid sebagai solusi menyeimbangkan efisiensi bahan bakar dan kenyamanan berkendara.
Dengan target penjualan yang konsisten di kisaran 200–250 unit per bulan, pihak Nasmoco optimistis pertumbuhan pasar hybrid akan terus berlanjut. Harapan ini didukung oleh respons pasar yang dinilai stabil dan permintaan yang terus berkembang, terutama di tengah tren nasional yang mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

5 Kebiasaan Berbahaya yang Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik
Pengisian berlebihan, suhu ekstrem, benturan, korsleting, dan abai terhadap gejala panas berlebih dapat merusak baterai mobil listrik secara permanen.
17 September 2026

Toyota Siapkan BEV Entry-Level, Studi Masih Berjalan
Toyota-Astra Motor mulai menyiapkan mobil listrik berbasis baterai (BEV) harga terjangkau di Indonesia, meski belum direalisasikan dalam waktu dekat karena masih dalam kajian strategi.
16 September 2026

Toyota Konfirmasi bZ4X Lokal Capai TKDN 40%
Mobil listrik bZ4X hasil rakitan lokal Toyota telah memenuhi ambang TKDN 40% sesuai aturan pemerintah untuk kendaraan listrik murni.
16 September 2026

DBS Perkuat Ekosistem Otomotif Lewat Jaringan Regional
Bank DBS Indonesia memanfaatkan jaringan operasional di 19 negara untuk mendorong integrasi rantai pasok otomotif nasional dalam transisi ke kendaraan listrik.
16 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Produk Beras Fortifikasi Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.47 WITA

Lima Spot Mahjong Kekinian di Jakarta untuk Komunitas dan Pemula
Kamis, 17 September 2026, 11.44 WITA

AI dan Ancaman Kemanusiaan: Peringatan dari Pelopor Teknologi
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

TASPEN Ajak Mahasiswa Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo: PDB Indonesia Terlalu Rendah, Bisa Naik 40%
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Mutasi Pejabat Kemenkeu Dibatalkan Usai Temuan Proses Tak Sesuai
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Ungkap Kerugian Rp15.000 T Akibat Pemalsuan Ekspor 34 Tahun
Kamis, 17 September 2026, 11.34 WITA

Kenaikan Laba 900% PT Timah Jadi Bukti Efektivitas Penertiban Tambang Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.34 WITA


