Kenaikan Laba 900% PT Timah Jadi Bukti Efektivitas Penertiban Tambang Ilegal
Peningkatan kinerja PT Timah dengan laba melonjak 900% pada semester pertama 2026 menjadi bukti nyata keberhasilan penertiban tambang ilegal dan reformasi tata kelola BUMN.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kinerja PT Timah Tbk (TINS) pada semester pertama tahun 2026 mencatatkan lonjakan signifikan, dengan laba bersih naik hingga 900% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini tercatat sebesar Rp2,71 triliun, menunjukkan transformasi drastis dari kondisi sebelumnya yang kurang menguntungkan. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan pendapatan sebesar 147% menjadi Rp10,42 triliun, yang berasal dari peningkatan volume penjualan dan kenaikan harga rata-rata logam timah di pasar global.
Dalam dialog publik di Hambalang, Presiden RI menegaskan bahwa penutupan ratusan tambang ilegal di Bangka serta penegakan aturan ketat telah menghentikan praktik penyelundupan timah yang berlangsung puluhan tahun. Ia menyatakan bahwa kebijakan tegas tersebut menjadi pemicu utama pemulihan kinerja PT Timah, yang kini mampu menghasilkan keuntungan melampaui ekspektasi. "Kita tutup penyelundupan, hentikan tambang ilegal, dan hasilnya? PT Timah untung sembilan kali lipat," tegasnya.
Di tingkat operasional, produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn, naik 75% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara produksi logam timah mencapai 10.865 metrik ton—meningkat 58%. Volume penjualan logam timah juga melonjak 85% menjadi 10.984 metrik ton, dengan harga rata-rata jual (ASP) mencapai USD49.794 per metrik ton. Harga rata-rata pasar global berdasarkan LME Cash Settlement mencapai USD50.319,19 per metrik ton, naik 56,68% dari tahun sebelumnya, didorong permintaan kuat dari sektor semikonduktor, kecerdasan buatan, dan transisi energi.
Peningkatan kinerja PT Timah tidak hanya hasil dari kondisi pasar, tetapi juga hasil dari reformasi tata kelola, sinergi internal, serta komitmen kuat pemerintah dan direksi BUMN untuk menghentikan penyimpangan aset negara. Direktur Produksi dan Komersial PT Timah menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan konsisten hingga akhir tahun, dengan sumber daya timah mencapai 798 ribu ton dan cadangan sebesar 312 ribu ton Sn hingga semester pertama 2026.
Pemerintah menegaskan bahwa langkah penertiban tambang ilegal bukan hanya terjadi pada sektor timah, tetapi juga meluas ke ribuan tambang lain di berbagai wilayah. Upaya ini bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat BUMN, mencegah kebocoran keuangan negara, dan meningkatkan penerimaan dividen bagi anggaran nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Waspada Produk Beras Fortifikasi Ilegal
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi yang tidak sesuai standar, mengingatkan masyarakat untuk memeriksa label dan menghindari uji coba rumahan yang menyesatkan.
17 September 2026

Jaksa Agung Ukraina Dicopot Usai Kabur Saat Dikaitkan Skandal Korupsi
Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko dicopot dari jabatan setelah melarikan diri ke luar negeri saat penyelidikan korupsi melibatkan kantornya, menyusul pengajuan pengunduran diri dan klaim menyalahkan pejabat antikorupsi.
17 September 2026

Thaci Divonis 25 Tahun atas Kejahatan Perang, Aksi Massa Ricuh di Pristina
Mantan Presiden Kosovo Hashim Thaci dijatuhi hukuman 25 tahun penjara oleh Pengadilan Khusus Kosovo di Den Haag atas tindak pidana perang, memicu demonstrasi besar dan bentrokan dengan aparat di ibu kota.
17 September 2026

Sarwendah Bantah Isu Pengaruh Negatif pada Anak, Tantang Pengacara Ruben Buktikan di Pengadilan
Sarwendah membantah tudingan pengaruh negatif terhadap anak-anak dan menuntut pengacara Ruben Onsu menunjukkan bukti di pengadilan, bukan menyebarkan narasi di media sosial.
17 September 2026
Berita Lainnya

Lima Spot Mahjong Kekinian di Jakarta untuk Komunitas dan Pemula
Kamis, 17 September 2026, 11.44 WITA

Veloz Hybrid Dorong Penjualan Hybrid Toyota di Jateng dan DIY
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

5 Kebiasaan Berbahaya yang Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

AI dan Ancaman Kemanusiaan: Peringatan dari Pelopor Teknologi
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

TASPEN Ajak Mahasiswa Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo: PDB Indonesia Terlalu Rendah, Bisa Naik 40%
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Mutasi Pejabat Kemenkeu Dibatalkan Usai Temuan Proses Tak Sesuai
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Ungkap Kerugian Rp15.000 T Akibat Pemalsuan Ekspor 34 Tahun
Kamis, 17 September 2026, 11.34 WITA


