Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

5 Kebiasaan Berbahaya yang Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik

Pengisian berlebihan, suhu ekstrem, benturan, korsleting, dan abai terhadap gejala panas berlebih dapat merusak baterai mobil listrik secara permanen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
5 Kebiasaan Berbahaya yang Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Baterai tegangan tinggi menjadi elemen krusial dalam mobil listrik, tidak hanya menentukan harga kendaraan, tetapi juga menentukan jangkauan perjalanan, efisiensi pengisian, dan masa pakai keseluruhan. Kerusakan pada komponen ini dapat berdampak signifikan terhadap kenyamanan pengguna dan biaya pemeliharaan jangka panjang. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kebiasaan yang merusak baterai sangat penting bagi pemilik kendaraan listrik.

Salah satu risiko utama adalah pengisian daya yang berlangsung melebihi kapasitas penuh. Membiarkan kendaraan terus terhubung ke sumber listrik setelah baterai penuh menyebabkan overcharging, yang mengakibatkan panas berlebih dan merusak struktur internal sel. Dalam jangka panjang, kondisi ini mempercepat degradasi kapasitas penyimpanan energi.

Suhu lingkungan juga berperan besar. Memarkir mobil listrik di area terpapar panas berkepanjangan, seperti bawah terik matahari langsung, dapat mempercepat penurunan kinerja baterai. Di sisi lain, suhu dingin yang ekstrem mengurangi efisiensi penggunaan energi dan memperlambat proses pengisian. Kombinasi suhu ekstrem dan paparan panjang berpotensi merusak komponen internal secara permanen.

Benturan keras saat berkendara, terutama pada bagian bawah kendaraan, berisiko merusak pelindung baterai. Jika terjadi kecelakaan atau tabrakan, struktur pelindung bisa rusak, menyebabkan kebocoran elektrolit yang berpotensi menyebabkan api atau ledakan. Selain itu, gangguan kelistrikan seperti korsleting atau arus pendek yang dibiarkan tanpa perbaikan dapat memicu peningkatan suhu tak terkendali di dalam baterai.

Kerusakan pada satu sel baterai yang tidak segera ditangani juga bisa memicu fenomena thermal runaway, di mana panas berlebih menjalar ke sel lain secara cepat, menyebabkan kerusakan menyeluruh. Untuk menjaga performa dan keamanan, penting bagi pengguna untuk menghindari kebiasaan berbahaya tersebut serta melakukan pemeriksaan rutin secara preventif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya