Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Ungkap Hemat Rp50 Triliun dari Penutupan 328 BUMN

Presiden Prabowo menyatakan penutupan 328 BUMN sejak Oktober 2024 telah menghemat anggaran negara Rp50 triliun, dengan target penutupan total 750 perusahaan hingga 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Ungkap Hemat Rp50 Triliun dari Penutupan 328 BUMN📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah telah menutup sebanyak 328 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak ia menjabat pada 20 Oktober 2024. Langkah ini, menurutnya, telah mampu mengurangi beban anggaran negara hingga Rp50 triliun per tahun, terutama dari pengeluaran operasional seperti gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, kendaraan dinas, serta biaya rapat kerja. Penutupan ini menjadi bagian dari strategi efisiensi yang diterapkan untuk memperkuat kinerja sektor publik.

Dalam penyampaiannya, Prabowo menyatakan bahwa target penutupan BUMN akan diperluas hingga mencapai 750 perusahaan pada akhir 2026. Dengan sisa sekitar 400 BUMN yang masih beroperasi, pemerintah berencana memfokuskan sumber daya pada entitas yang benar-benar strategis dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa penghematan dari penutupan ini bukan hanya terjadi secara langsung, tetapi juga memberikan ruang bagi pengalokasian anggaran ke sektor prioritas lain.

Selain efisiensi biaya, Prabowo menyoroti kenaikan kinerja beberapa BUMN yang tetap beroperasi secara optimal. Ia mencontohkan PT Pupuk Indonesia, yang mampu meningkatkan laba bersih hingga 252 persen meski harga pupuk ditekan 20 persen. Menurutnya, penurunan harga justru mendorong peningkatan volume penjualan, sehingga perusahaan tetap menghasilkan keuntungan besar. Hal serupa terjadi pada PT Timah Tbk, yang kini mencatat kenaikan keuntungan hingga sembilan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen jajaran direksi yang menjalankan perusahaan tanpa korupsi atau kepentingan pribadi. Ia menekankan bahwa prinsip integritas menjadi fondasi utama dalam pengelolaan BUMN. “Kita tidak mau patgulipat. Kita tidak mau mencuri dari negara,” tegasnya, menekankan bahwa keberhasilan perusahaan bukan berasal dari penyelewengan, melainkan dari manajemen yang transparan dan efisien.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya