25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu, Pemerintah Tindak Tegas
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi yang tidak sesuai standar mutu, menyusul temuan laboratorium bahwa kandungan zat gizi tidak sesuai klaim label.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah telah mengambil langkah tegas terhadap 25 merek beras fortifikasi setelah hasil uji laboratorium menunjukkan tidak memenuhi standar kadar zat gizi yang diklaim di kemasan. Temuan ini muncul dari pemeriksaan terhadap 27 merek beras fortifikasi yang diuji di empat laboratorium kredibel. Hasilnya mengejutkan, sebagian besar produk gagal memenuhi kriteria fortifikasi, termasuk kandungan zat besi, asam folat, dan vitamin B yang seharusnya terdapat dalam jumlah tepat.
Salah satu indikator utama yang mencurigakan adalah harga jual yang jauh melampaui perkiraan harga normal. Produk yang dijual mulai dari Rp25 ribu hingga Rp57 ribu per kilogram dinilai tidak masuk akal, mengingat harga pasar yang direkomendasikan hanya sekitar Rp13.500 per kg. Kenaikan harga tersebut diduga memicu praktik oplosan atau penggunaan bahan tidak sesuai standar, yang berpotensi merugikan konsumen.
Menanggapi hal ini, pemerintah menyatakan akan menarik produk yang terbukti tidak sesuai, mencabut izin edar, serta menindaklanjuti secara hukum. Langkah ini bertujuan menjaga kepercayaan publik terhadap program fortifikasi pangan yang dirancang untuk mengatasi defisiensi nutrisi di masyarakat. Khususnya, program ini ditujukan untuk meningkatkan asupan vitamin dan mineral penting seperti zat besi, seng, dan vitamin A melalui konsumsi beras sehari-hari.
Dalam praktiknya, beras fortifikasi dibuat dengan mencampurkan kernel fortifikan — butiran mikro yang mengandung nutrisi — ke dalam beras biasa dengan rasio tertentu. Secara visual, beras fortifikasi sulit dibedakan dari beras putih biasa, meski beberapa butiran bisa terlihat lebih kekuningan atau opak. Namun, konsumen tidak bisa mengandalkan penampakan fisik untuk menilai keaslian produk. Verifikasi melalui uji laboratorium tetap menjadi satu-satunya cara paling akurat untuk memastikan kandungan nutrisi sesuai standar SNI 9314:2024 untuk kernel dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Ungkap Hemat Rp50 Triliun dari Penutupan 328 BUMN
Presiden Prabowo menyatakan penutupan 328 BUMN sejak Oktober 2024 telah menghemat anggaran negara Rp50 triliun, dengan target penutupan total 750 perusahaan hingga 2026.
17 September 2026
8 Pasal Pemakzulan Diajukan Terhadap Menhan AS Hegseth
DPR AS mengajukan delapan pasal pemakzulan terhadap Menteri Pertahanan Pete Hegseth atas dugaan pelanggaran etika dan operasi militer di luar wewenang.
17 September 2026

China dan Iran Perkuat Koordinasi Diplomasi di Tengah Tegangan Global
Kunjungan Menlu Iran ke Beijing memperkuat aliansi strategis di tengah ancaman sanksi AS, dengan China menawarkan pendekatan multilateral untuk menekan eskalasi konflik Timur Tengah.
17 September 2026

Prabowo Pertimbangkan Perombakan Kabinet di Masa Pemerintahan Kedua
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan melakukan reshuffle kabinet menjelang dua tahun kepemimpinannya, dengan fokus pada efisiensi, kompetensi, dan penyelesaian isu strategis seperti pangan, energi, dan kemiskinan ekstrem.
17 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Produk Beras Fortifikasi Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.47 WITA

Lima Spot Mahjong Kekinian di Jakarta untuk Komunitas dan Pemula
Kamis, 17 September 2026, 11.44 WITA

Veloz Hybrid Dorong Penjualan Hybrid Toyota di Jateng dan DIY
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

5 Kebiasaan Berbahaya yang Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

AI dan Ancaman Kemanusiaan: Peringatan dari Pelopor Teknologi
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

TASPEN Ajak Mahasiswa Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo: PDB Indonesia Terlalu Rendah, Bisa Naik 40%
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Mutasi Pejabat Kemenkeu Dibatalkan Usai Temuan Proses Tak Sesuai
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA


