8 Pasal Pemakzulan Diajukan Terhadap Menhan AS Hegseth
DPR AS mengajukan delapan pasal pemakzulan terhadap Menteri Pertahanan Pete Hegseth atas dugaan pelanggaran etika dan operasi militer di luar wewenang.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibukaKendari, ıNarasikita - DPR Amerika Serikat mengumumkan pengajuan delapan pasal pemakzulan terhadap Menteri Pertahanan Pete Hegseth, menandai langkah hukum paling signifikan terhadap pejabat militer tingkat tinggi dalam dekade terakhir. Pengajuan ini didasarkan pada temuan investigasi yang menyatakan adanya operasi militer rahasia tanpa persetujuan Kongres, termasuk kegiatan di wilayah Iran dan Venezuela. Dugaan tersebut menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kewenangan presiden dan konsekuensi hukum atas tindakan militer eksternal tanpa kontrol parlemen.
Ketua Komite Pertahanan DPR, yang turut menandatangani surat pengajuan, menegaskan bahwa tindakan Hegseth melanggar konstitusi dan menodai prinsip demokrasi yang menempatkan Kongres sebagai penentu kebijakan perang. Ia menyatakan bahwa operasi yang dilakukan di negara-negara yang tidak dalam kondisi perang resmi harus mendapat persetujuan formal dari legislatif. Dalam pernyataan resmi, ia menekankan bahwa kekuasaan perang bukan domain pribadi pejabat pemerintah, tetapi bagian dari sistem penyeimbang kekuasaan.
Beberapa pasal dalam pengajuan mencatat adanya keterlibatan langsung Hegseth dalam pengambilan keputusan strategis tanpa konsultasi dengan badan keamanan nasional atau anggota Kongres. Investigasi juga mengungkapkan bahwa dana operasional digunakan secara tidak transparan, tanpa audit publik. Hal ini memicu tuntutan dari anggota parlemen dari kedua partai untuk meninjau kembali struktur otoritas militer dan kebijakan keamanan nasional secara keseluruhan.
Proses pemakzulan kini akan masuk ke tahap evaluasi oleh Komite Hukum DPR, yang akan menilai cukup tidaknya bukti untuk melanjutkan ke sidang pleno. Jika disetujui, Hegseth akan menjadi pejabat tinggi pertama dalam sejarah AS yang menghadapi proses pemakzulan atas tindakan militer di luar wewenang. Pemilihan ini menunjukkan ketegangan yang meningkat antara eksekutif dan legislatif dalam menentukan arah kebijakan pertahanan negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu, Pemerintah Tindak Tegas
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi yang tidak sesuai standar mutu, menyusul temuan laboratorium bahwa kandungan zat gizi tidak sesuai klaim label.
17 September 2026

Prabowo Ungkap Hemat Rp50 Triliun dari Penutupan 328 BUMN
Presiden Prabowo menyatakan penutupan 328 BUMN sejak Oktober 2024 telah menghemat anggaran negara Rp50 triliun, dengan target penutupan total 750 perusahaan hingga 2026.
17 September 2026

China dan Iran Perkuat Koordinasi Diplomasi di Tengah Tegangan Global
Kunjungan Menlu Iran ke Beijing memperkuat aliansi strategis di tengah ancaman sanksi AS, dengan China menawarkan pendekatan multilateral untuk menekan eskalasi konflik Timur Tengah.
17 September 2026

Prabowo Pertimbangkan Perombakan Kabinet di Masa Pemerintahan Kedua
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan melakukan reshuffle kabinet menjelang dua tahun kepemimpinannya, dengan fokus pada efisiensi, kompetensi, dan penyelesaian isu strategis seperti pangan, energi, dan kemiskinan ekstrem.
17 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Produk Beras Fortifikasi Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.47 WITA

Lima Spot Mahjong Kekinian di Jakarta untuk Komunitas dan Pemula
Kamis, 17 September 2026, 11.44 WITA

Veloz Hybrid Dorong Penjualan Hybrid Toyota di Jateng dan DIY
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

5 Kebiasaan Berbahaya yang Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

AI dan Ancaman Kemanusiaan: Peringatan dari Pelopor Teknologi
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

TASPEN Ajak Mahasiswa Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo: PDB Indonesia Terlalu Rendah, Bisa Naik 40%
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Mutasi Pejabat Kemenkeu Dibatalkan Usai Temuan Proses Tak Sesuai
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA


