Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Timah Jadi Komoditas Pertama di Bursa Mineral Nasional

Timah menjadi komoditas utama pertama yang diperdagangkan di Indonesia Commodity Exchange (Icomex) sejak peluncuran resmi pada 17 September 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Timah Jadi Komoditas Pertama di Bursa Mineral Nasional📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) atau Indonesia Commodity Exchange (Icomex) resmi diluncurkan pada hari ini, 17 September 2026, sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem perdagangan komoditas mineral nasional. Sebagai komoditas pertama yang diluncurkan, timah dipilih berdasarkan pengalaman panjang perdagangan di pasar berjangka sebelumnya, khususnya di Jakarta Futures Exchange (JFX), yang telah menjadi tempat transaksi sejak lama.

Kepala Eksekutif Pengawas BMKS dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada ketersediaan infrastruktur pasar dan tingkat kematangan pasar yang telah ada. Ia menyebut bahwa meskipun perdagangan timah di JFX sudah berlangsung bertahun-tahun, partisipasi pelaku pasar masih terbatas, sehingga diperlukan pendekatan baru untuk meningkatkan keterlibatan.

Kehadiran MIND ID sebagai holding BUMN pertambangan diharapkan menjadi katalisator utama dalam memperluas basis perdagangan timah di Icomex. Dengan keterlibatan langsung perusahaan negara dan dukungan kebijakan pemerintah yang mendukung transparansi serta efisiensi, diharapkan likuiditas pasar dapat tumbuh signifikan. Skema perdagangan B2B yang akan diterapkan juga dirancang untuk memastikan proses transaksi lebih terbuka dan dapat dipantau secara akuntabel.

Pemerintah menargetkan transaksi perdana di Icomex akan berlangsung pada 4 Januari 2027, setelah izin operasional resmi dikeluarkan oleh OJK pada Januari 2027. Dengan beroperasinya bursa ini, diharapkan terjadi peningkatan permintaan dalam negeri, yang pada gilirannya mendorong proses hilirisasi, pengoptimalan kapasitas smelter, dan penguatan industri berbasis mineral di Tanah Air.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya