The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Reaksi Positif
Bursa saham Asia menguat setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan, dengan pasar menilai keputusan tersebut sesuai ekspektasi dan menunggu data ekonomi AS lebih lanjut.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pasar keuangan Asia-Pasifik menunjukkan kecenderungan positif pada perdagangan Kamis (17/9/2026), menyusul keputusan Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Keputusan ini, yang menaikkan tingkat suku bunga federal funds menjadi rentang 3,75%-4%, telah diperkirakan oleh pasar, namun tetap menjadi fokus utama investor dalam menilai arah kebijakan moneter global.
Indeks utama di sejumlah negara mengalami kenaikan, termasuk Nikkei 225 di Jepang yang naik 0,87% dan Topix yang meningkat 0,71%. Di Korea Selatan, Kospi melonjak 1%, sementara Kosdaq kecil dan S&P/ASX 200 masing-masing bertambah 0,57% dan 0,16%. Penguatan ini didorong oleh harapan bahwa kenaikan suku bunga tersebut mungkin merupakan langkah terakhir dalam siklus pengetatan saat ini.
Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan bahwa inflasi masih berada di level yang terlalu tinggi, didukung oleh data CPI AS pada Agustus 2026 yang mencapai 3,4%. Selain itu, harga minyak global telah melonjak melewati ambang US$100 per barel, menimbulkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi bisa bertahan lama. Ekonom TruStage Steve Rick menekankan pentingnya memberi waktu bagi kebijakan moneter yang lebih ketat untuk berdampak secara efektif sebelum mempertimbangkan kenaikan tambahan.
Investor kini berfokus pada rilis data ekonomi AS yang akan dirilis pada hari yang sama, termasuk klaim pengangguran mingguan dan data pembangunan perumahan (housing starts) Agustus. Kedua data ini diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai dampak tingginya biaya pinjaman terhadap aktivitas ekonomi domestik. Di pasar AS, saham-saham sektor jasa keuangan turun tajam, dengan Dow Jones anjlok lebih dari 630 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite mengalami penurunan tipis.
Di tengah volatilitas tersebut, saham Generac melonjak lebih dari 30% dalam perdagangan pasca jam reguler, menyusul kesepakatan dengan Amazon untuk memasok generator listrik cadangan senilai hingga US$340 juta. Penawaran waran ini menjadi pemicu utama kenaikan harga saham, menunjukkan bahwa sentimen pasar tetap responsif terhadap perkembangan perusahaan besar meskipun secara makro menghadapi tekanan dari kebijakan moneter yang lebih ketat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

TASPEN Ajak Mahasiswa Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kegiatan TASPEN Goes to Campus di USU mengedukasi seribu mahasiswa tentang pentingnya literasi keuangan dan perencanaan pensiun sejak masa produktif.
17 September 2026

Mutasi Pejabat Kemenkeu Dibatalkan Usai Temuan Proses Tak Sesuai
Direktur Jenderal Pajak dan Bea Cukai menolak mutasi yang dilakukan mantan menteri, menilai ada nama-nama tak melalui assessment resmi, dan meminta peninjauan ulang.
17 September 2026

Prabowo Ungkap Kerugian Rp15.000 T Akibat Pemalsuan Ekspor 34 Tahun
Presiden Prabowo menyatakan Indonesia kehilangan US$ 908 miliar atau setara Rp15.000 triliun selama 34 tahun akibat praktik under-invoicing dan transfer pricing dalam ekspor komoditas.
17 September 2026

Kanada Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan RI di Sektor Kritis
Indonesia dan Kanada memperkuat sinergi ekonomi melalui pertemuan tingkat tinggi, fokus pada potash, migas, mineral kritis, dan energi nuklir, seiring berlakunya perjanjian perdagangan komprehensif.
17 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Produk Beras Fortifikasi Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.47 WITA

Lima Spot Mahjong Kekinian di Jakarta untuk Komunitas dan Pemula
Kamis, 17 September 2026, 11.44 WITA

Veloz Hybrid Dorong Penjualan Hybrid Toyota di Jateng dan DIY
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

5 Kebiasaan Berbahaya yang Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

AI dan Ancaman Kemanusiaan: Peringatan dari Pelopor Teknologi
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo: PDB Indonesia Terlalu Rendah, Bisa Naik 40%
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Kenaikan Laba 900% PT Timah Jadi Bukti Efektivitas Penertiban Tambang Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.34 WITA

Rumah BUMN Pertamina Dorong UMKM Aceh Tamiang dan Timur Berkembang
Kamis, 17 September 2026, 11.33 WITA


