Prabowo Ungkap Kebocoran Anggaran dan Tantangan Desentralisasi
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan efisiensi transfer ke daerah berdasarkan realitas pengelolaan anggaran yang belum optimal selama lebih dari dua dekade.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.33 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah pusat memutuskan melakukan efisiensi terhadap transfer ke daerah sebagai respons atas kinerja pengelolaan anggaran yang dinilai belum optimal selama lebih dari 25 tahun sistem desentralisasi berjalan. Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengurangan dana transfer bukan sekadar kebijakan anggaran, melainkan upaya memperbaiki tata kelola keuangan daerah yang masih sering menyimpang dari kewenangan dan tanggung jawab yang diberikan.
Ia menyoroti ketidaksesuaian penggunaan anggaran di tingkat daerah, khususnya dalam bidang pendidikan. Meskipun pemerintah provinsi memiliki kewenangan atas pendidikan menengah, dan kabupaten/kota atas pendidikan dasar, praktik di lapangan menunjukkan banyak daerah yang tidak memanfaatkan anggaran sesuai peruntukannya. Bahkan, anggaran sering kali dipotong atau tidak digunakan secara tepat, berujung pada kondisi sekolah yang rusak dan tidak layak.
Prabowo juga menyoroti kondisi infrastruktur daerah yang tidak kunjung membaik, meskipun pembangunan dan pemeliharaan jalan kabupaten maupun provinsi menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Ia menyebut bahwa selama dua tahun terakhir, Presiden Jokowi terpaksa menerbitkan Instruksi Presiden untuk mempercepat pembenaran jalan-jalan yang terbengkalai, karena pemerintah daerah tidak menjalankan kewajibannya secara maksimal.
Kondisi ini, menurut Prabowo, menjadi salah satu dasar kebijakan efisiensi anggaran yang akan dijalankan pada masa pemerintahannya. Ia memperkirakan tingkat kebocoran anggaran pemerintah, baik di APBN maupun APBD, mencapai sekitar 30%, terutama dari sumber uang tunai yang tidak terkontrol. Ia menilai salah satu penyebab utamanya adalah tingginya biaya politik dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut bahwa biaya untuk menang dalam pilkada bisa mencapai Rp200 miliar untuk jabatan gubernur, sementara untuk bupati mencapai Rp50 miliar. Ia menekankan bahwa angka-angka tersebut membuat pejabat daerah terdorong untuk mengisi kembali biaya kampanye melalui penyelewengan anggaran, sehingga memperparah kebocoran dana publik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

TASPEN Ajak Mahasiswa Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kegiatan TASPEN Goes to Campus di USU mengedukasi seribu mahasiswa tentang pentingnya literasi keuangan dan perencanaan pensiun sejak masa produktif.
17 September 2026

Mutasi Pejabat Kemenkeu Dibatalkan Usai Temuan Proses Tak Sesuai
Direktur Jenderal Pajak dan Bea Cukai menolak mutasi yang dilakukan mantan menteri, menilai ada nama-nama tak melalui assessment resmi, dan meminta peninjauan ulang.
17 September 2026

Prabowo Ungkap Kerugian Rp15.000 T Akibat Pemalsuan Ekspor 34 Tahun
Presiden Prabowo menyatakan Indonesia kehilangan US$ 908 miliar atau setara Rp15.000 triliun selama 34 tahun akibat praktik under-invoicing dan transfer pricing dalam ekspor komoditas.
17 September 2026

Kanada Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan RI di Sektor Kritis
Indonesia dan Kanada memperkuat sinergi ekonomi melalui pertemuan tingkat tinggi, fokus pada potash, migas, mineral kritis, dan energi nuklir, seiring berlakunya perjanjian perdagangan komprehensif.
17 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Produk Beras Fortifikasi Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.47 WITA

Lima Spot Mahjong Kekinian di Jakarta untuk Komunitas dan Pemula
Kamis, 17 September 2026, 11.44 WITA

Veloz Hybrid Dorong Penjualan Hybrid Toyota di Jateng dan DIY
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

5 Kebiasaan Berbahaya yang Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

AI dan Ancaman Kemanusiaan: Peringatan dari Pelopor Teknologi
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo: PDB Indonesia Terlalu Rendah, Bisa Naik 40%
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Kenaikan Laba 900% PT Timah Jadi Bukti Efektivitas Penertiban Tambang Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.34 WITA

Rumah BUMN Pertamina Dorong UMKM Aceh Tamiang dan Timur Berkembang
Kamis, 17 September 2026, 11.33 WITA


