Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Pusat Perikanan Berkelas Internasional

Pemerintah resmi memulai pembangunan PPN Kejawanan di Cirebon dengan investasi Rp459 miliar, bertujuan meningkatkan produktivitas dan akses pasar global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 3x dibuka
PPN Kejawanan Dibangun Jadi Pusat Perikanan Berkelas Internasional📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah telah menandai dimulainya pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Kota Cirebon melalui peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada Kamis, 17 September 2026. Proyek ini menjadi bagian dari transformasi menyeluruh terhadap infrastruktur perikanan nasional, dengan fokus pada modernisasi, kebersihan, dan efisiensi operasional. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi pelabuhan perikanan yang selama ini dianggap tidak layak, kumuh, serta menurunkan nilai tambah produk.

Trenggono menegaskan bahwa perubahan mendasar ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hasil tangkapan, memperkuat sistem ketertelusuran, dan membuka peluang ekspor ke pasar internasional. Ia menekankan bahwa pelabuhan yang modern tidak hanya memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga menjadi fondasi bagi keberlanjutan ekonomi nelayan dan peningkatan daya saing produk perikanan Indonesia. Tujuan utamanya adalah menciptakan pelabuhan yang bersih, terintegrasi, dan mampu menjadi pusat bisnis hasil tangkapan berstandar global.

Dengan anggaran sekitar Rp459 miliar, proyek yang dibiayai melalui pinjaman dari Islamic Development Bank (IsDB) ini ditargetkan selesai pada Agustus 2028. Setelah rampung, kapasitas pelabuhan akan meningkat signifikan—dari 241 kapal menjadi 500 kapal, produksi ikan dari 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun, serta jumlah tenaga kerja dari 2.900 menjadi 8.000 orang. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga diproyeksikan naik dari Rp15 miliar menjadi Rp53 miliar, menunjukkan dampak ekonomi yang luas.

Pembangunan melibatkan PT Nindya Karya dan PT Sumber Teknik Konstruksi dengan masa pelaksanaan 730 hari kalender. Fasilitas yang dibangun mencakup dermaga untuk kapal besar dan kecil, breakwater, reklamasi, serta infrastruktur darat seperti kantor syahbandar, gedung Balai Besar Perikanan Penangkapan Ikan (BBPI), tempat pelelangan ikan (TPI), kios UMKM, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menyatakan bahwa pelabuhan ini akan menjadi one stop service bagi nelayan dan pelaku usaha, sekaligus pusat ekspor produk perikanan yang berdaya saing tinggi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut positif kehadiran PPN Kejawanan sebagai bentuk penguatan infrastruktur kelautan di wilayah budaya Cirebon. Ia menegaskan dukungan penuh dari Pemprov Jabar, termasuk pembangunan akses jalan dari gerbang tol hingga pelabuhan, untuk memastikan konektivitas dan efisiensi logistik. Dengan integrasi antara perikanan, pariwisata, dan karakter lokal, pelabuhan ini diharapkan menjadi ikon baru bagi pengembangan ekonomi berkelanjutan di kawasan tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya