Kementerian ATR/BPN Diduga Libatkan Tokoh Dekat Nusron Wahid dalam Proyek Tanah
Investigasi menemukan keterlibatan figur dekat Nusron Wahid dalam pengelolaan aset tanah di Kementerian ATR/BPN, menimbulkan kecurigaan atas praktik tidak transparan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 07.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibukaKendari, ıNarasikita - Pemeriksaan mendalam terhadap struktur pengelolaan aset tanah di Kementerian ATR/BPN mengungkap adanya keterlibatan seorang tokoh yang diketahui dekat dengan Nusron Wahid dalam sejumlah proyek pengalihan hak guna bangunan. Sumber internal menyebutkan bahwa individu tersebut diduga menjadi perantara dalam transaksi tanah yang melibatkan lahan negara di wilayah strategis. Proses yang dilakukan dinilai tidak sesuai dengan mekanisme standar, terutama terkait seleksi penerima hak tanah yang tidak melibatkan lelang publik.
Berdasarkan dokumen internal yang diperoleh, sejumlah surat keputusan pengalihan hak tanah dikeluarkan tanpa proses penilaian independen yang memadai. Beberapa di antaranya bahkan tidak mencantumkan proses konsultasi masyarakat atau penilaian dampak lingkungan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap kredibilitas proses pengelolaan aset negara yang seharusnya transparan dan berbasis pada keputusan teknis, bukan koneksi personal.
Sementara itu, pihak Kementerian ATR/BPN belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan keterlibatan tersebut. Namun, sumber yang tak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses pengalihan tanah diduga memiliki akses langsung ke pejabat tinggi, termasuk melalui mekanisme yang tidak terbuka. Keterbukaan informasi terkait transaksi tanah dinilai sangat minim, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap potensi korupsi.
Kegiatan ini menyoroti pentingnya penerapan sistem tata kelola aset tanah yang akuntabel dan berbasis pada prinsip keadilan. Masyarakat dan lembaga pengawas meminta agar proses pengelolaan tanah negara ditinjau ulang secara menyeluruh, terutama terkait pemberian hak tanah yang tidak melalui mekanisme kompetitif. Tindakan ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa tanah sebagai aset publik tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pengembang Properti Australia Tengah Krisis, Ratusan Proyek Terancam Gagal
Bathla Group, pengembang properti asal Sydney, kini menghadapi ancaman kebangkrutan setelah masuk proses administrasi sukarela, dengan ratusan proyek terancam terhenti dan ribuan pekerja dirumahkan.
16 September 2026

Harga Tanah Naik, Ini Delapan Penyebab Utamanya
Kenaikan harga tanah di Indonesia dipengaruhi berbagai faktor seperti keterbatasan lahan, pertumbuhan penduduk, dan pembangunan infrastruktur, dengan data menunjukkan pertumbuhan harga properti residensial sebesar 0,83% pada akhir 2025.
16 September 2026

Prabowo Dorong Danantara Wujudkan Perluasan LRT Jakarta
Presiden Prabowo instruksikan Danantara terlibat dalam perluasan proyek LRT Jakarta, menyusul permintaan Gubernur Pramono Anung untuk perluasan jalur ke JIS dan KCIC.
16 September 2026

Lelang Surat Utang Capai Rp34 Triliun, Minat Investor Melonjak
Lelang surat utang negara pada 15 September 2026 menyerap dana segar Rp34 triliun dari total penawaran Rp60,96 triliun, menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan pemerintah.
16 September 2026
Berita Lainnya

Gigi Juga Menua, Ini Cara Menjaganya Sejak Dini
Kamis, 17 September 2026, 07.44 WITA

El Nino Kategori Sangat Kuat Ancam Kestabilan Iklim Sulawesi Tenggara
Kamis, 17 September 2026, 07.37 WITA

ADB Berikan Pinjaman Rp11,49 Triliun Dorong Modernisasi Fiskal Daerah
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Purbaya dan Mutasi Besar di Kemenkeu Dibatalkan
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Pemilu BARMM Berdarah, 3 Tewas dan 15 Luka dalam Kericuhan Pemungutan Suara
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Jaksa Agung Ukraina Dicopot Usai Kabur Saat Dikaitkan Skandal Korupsi
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

China dan Iran Perkuat Koordinasi Diplomasi di Tengah Tegangan Global
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

Investasi Besar Segera Masuk Indonesia, Prabowo Pastikan Realisasi Capai Target
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA


