Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Ungkap Koruptor di Balik Aksi Ricuh

Presiden Prabowo mengungkap adanya koruptor sebagai aktor intelektual di balik aksi demonstrasi yang berujung kericuhan, termasuk praktik under invoicing yang merugikan negara hingga Rp15.000 triliun selama 34 tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
Prabowo Ungkap Koruptor di Balik Aksi Ricuh📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyampaikan bahwa pihak-pihak yang mendorong aksi demonstrasi hingga berujung kerusuhan memiliki latar belakang kepentingan politik dan ekonomi yang terkait dengan praktik korupsi. Pernyataan ini disampaikannya dalam sesi dialog dengan jurnalis senior dan pakar di Hambalang, Jawa Barat, yang kemudian disiarkan secara luas. Ia menegaskan bahwa tidak mungkin aksi tersebut muncul tanpa ada pihak yang menggerakkannya secara strategis.

Prabowo menyoroti bahwa para pelaku korupsi, khususnya yang terlibat dalam penyelewengan laporan ekspor melalui praktik under invoicing, menjadi aktor intelektual di balik gelombang protes. Ia menegaskan bahwa keberadaan kelompok tersebut tak bisa diabaikan, mengingat kepentingan mereka terancam jika reformasi dan pemberantasan korupsi dilakukan secara menyeluruh. “Indonesia akan aman jika korupsi benar-benar diberantas. Jelas, koruptor tidak akan senang,” ujarnya.

Dalam paparannya, Prabowo menyebut bahwa selama 34 tahun terakhir, kerugian negara akibat praktik laporan palsu dan penyelewengan ekspor mencapai angka fantastis, yakni sekitar US$908 miliar atau setara dengan Rp15.000 triliun. Angka ini menjadi bukti konkret bahwa sistem ekonomi nasional telah lama dirusak oleh praktik ilegal yang melibatkan aktor-aktor berpengaruh. Ia menekankan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara tegas demi menjaga keutuhan negara.

Lebih lanjut, Presiden mengungkap adanya dugaan keterlibatan anak-anak muda yang dibayar untuk ikut aksi demonstrasi, dengan tarif berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per orang. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah memiliki data dan arahan terhadap siapa aktor utama di balik gerakan tersebut. “Kita sudah mengarah ke situ. Jika kita ingin ketertiban, siapa yang menikmati? Orang yang berani melawan kejahatan itu sendiri,” tegasnya, menekankan bahwa pihak-pihak yang berkepentingan dalam kekacauan tidak akan diam tanpa tindakan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya