Prabowo Ungkap Koruptor di Balik Aksi Ricuh
Presiden Prabowo mengungkap adanya koruptor sebagai aktor intelektual di balik aksi demonstrasi yang berujung kericuhan, termasuk praktik under invoicing yang merugikan negara hingga Rp15.000 triliun selama 34 tahun.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyampaikan bahwa pihak-pihak yang mendorong aksi demonstrasi hingga berujung kerusuhan memiliki latar belakang kepentingan politik dan ekonomi yang terkait dengan praktik korupsi. Pernyataan ini disampaikannya dalam sesi dialog dengan jurnalis senior dan pakar di Hambalang, Jawa Barat, yang kemudian disiarkan secara luas. Ia menegaskan bahwa tidak mungkin aksi tersebut muncul tanpa ada pihak yang menggerakkannya secara strategis.
Prabowo menyoroti bahwa para pelaku korupsi, khususnya yang terlibat dalam penyelewengan laporan ekspor melalui praktik under invoicing, menjadi aktor intelektual di balik gelombang protes. Ia menegaskan bahwa keberadaan kelompok tersebut tak bisa diabaikan, mengingat kepentingan mereka terancam jika reformasi dan pemberantasan korupsi dilakukan secara menyeluruh. “Indonesia akan aman jika korupsi benar-benar diberantas. Jelas, koruptor tidak akan senang,” ujarnya.
Dalam paparannya, Prabowo menyebut bahwa selama 34 tahun terakhir, kerugian negara akibat praktik laporan palsu dan penyelewengan ekspor mencapai angka fantastis, yakni sekitar US$908 miliar atau setara dengan Rp15.000 triliun. Angka ini menjadi bukti konkret bahwa sistem ekonomi nasional telah lama dirusak oleh praktik ilegal yang melibatkan aktor-aktor berpengaruh. Ia menekankan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara tegas demi menjaga keutuhan negara.
Lebih lanjut, Presiden mengungkap adanya dugaan keterlibatan anak-anak muda yang dibayar untuk ikut aksi demonstrasi, dengan tarif berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per orang. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah memiliki data dan arahan terhadap siapa aktor utama di balik gerakan tersebut. “Kita sudah mengarah ke situ. Jika kita ingin ketertiban, siapa yang menikmati? Orang yang berani melawan kejahatan itu sendiri,” tegasnya, menekankan bahwa pihak-pihak yang berkepentingan dalam kekacauan tidak akan diam tanpa tindakan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

The Fed Naikkan Suku Bunga, Thaci Divonis 25 Tahun
The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis points, sementara mantan presiden Kosovo divonis 25 tahun penjara karena kejahatan perang.
17 September 2026

Anggaran Kemnaker 2027 Rp6,57 T, Menaker Usulkan Tambahan Rp8,36 T
Pagu anggaran Kemnaker 2027 ditetapkan Rp6,57 triliun, namun Menaker tetap mengusulkan tambahan Rp8,36 triliun untuk mendukung program ketenagakerjaan prioritas.
17 September 2026

Komisi XI Janji Awasi Kinerja Menkeu Baru Secara Ketat
Komisi XI DPR RI menegaskan akan melakukan pengawasan mendalam terhadap pelaksanaan kebijakan fiskal Menteri Keuangan baru guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
17 September 2026

Utang Luar Negeri RI Tembus US$ 454,8 Miliar di Juli 2026
Utang luar negeri Indonesia naik menjadi US$ 454,8 miliar pada Juli 2026, didorong dominasi kenaikan utang publik dan dominasi pemasok dari Singapura, AS, dan lembaga multilateral.
17 September 2026
Berita Lainnya

SSB UHO Latihan Berdasarkan Kelompok Umur
Kamis, 17 September 2026, 17.19 WITA

Tangki Kosong, Risiko Serius bagi Sistem Kendaraan
Kamis, 17 September 2026, 15.44 WITA

Gemini Bantu Ingat Lokasi Barang Lewat Fitur Baru
Kamis, 17 September 2026, 15.37 WITA

Komdigi Tegur 25 Platform Tak Daftar PSE, Termasuk Whoosh dan Susi Air
Kamis, 17 September 2026, 15.36 WITA

PSEL Bogor Raya 1 Resmi Diluncurkan, Tampung 500 Ribu Ton Sampah Tahunan
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Pusat Perikanan Berkelas Internasional
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

Prabowo Tegaskan Penindakan Ribuan Tambang Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 15.34 WITA

Trump Rencanakan Pertemuan Strategis dengan Pemimpin Teluk di New York
Kamis, 17 September 2026, 15.34 WITA


