Komisi XI Janji Awasi Kinerja Menkeu Baru Secara Ketat
Komisi XI DPR RI menegaskan akan melakukan pengawasan mendalam terhadap pelaksanaan kebijakan fiskal Menteri Keuangan baru guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.34 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Komisi XI DPR RI, yang dipimpin oleh anggota dari fraksi Partai Golkar, menyatakan komitmennya untuk terus memantau kinerja Menteri Keuangan yang baru dalam menerapkan kebijakan ekonomi yang berdampak positif bagi pertumbuhan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Langkah pengawasan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan konstitusional yang dijalankan sesuai mandat undang-undang.
Dalam pernyataannya, Ketua Komisi XI menegaskan bahwa dukungan terhadap arah kebijakan pemerintah tetap utuh, terutama terkait visi dan misi presiden yang menjadi prioritas nasional. Ia menekankan bahwa fraksi Golkar, sebagai bagian dari koalisi pemerintah, akan berupaya memastikan kebijakan yang dijalankan selaras dengan tujuan strategis negara.
Pengawasan tidak hanya bersifat formal, melainkan dilakukan secara evaluatif terhadap implementasi kebijakan. Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan, baik dari sisi internal maupun eksternal, serta menilai efektivitas program keuangan yang diterapkan. Fokus utama adalah memastikan kebijakan fiskal berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Terhadap Menteri Keuangan baru, Komisi XI menekankan pentingnya perhatian terhadap detail dalam pelaksanaan instrumen kebijakan. Kualitas eksekusi, menurutnya, menentukan keberhasilan kebijakan. Ia menegaskan bahwa pengawasan akan tetap berlangsung secara intensif, tanpa mengurangi kualitas atau intensitas pemantauan, sejalan dengan harapan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

The Fed Naikkan Suku Bunga, Thaci Divonis 25 Tahun
The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis points, sementara mantan presiden Kosovo divonis 25 tahun penjara karena kejahatan perang.
17 September 2026

Prabowo Ungkap Koruptor di Balik Aksi Ricuh
Presiden Prabowo mengungkap adanya koruptor sebagai aktor intelektual di balik aksi demonstrasi yang berujung kericuhan, termasuk praktik under invoicing yang merugikan negara hingga Rp15.000 triliun selama 34 tahun.
17 September 2026

Anggaran Kemnaker 2027 Rp6,57 T, Menaker Usulkan Tambahan Rp8,36 T
Pagu anggaran Kemnaker 2027 ditetapkan Rp6,57 triliun, namun Menaker tetap mengusulkan tambahan Rp8,36 triliun untuk mendukung program ketenagakerjaan prioritas.
17 September 2026

Utang Luar Negeri RI Tembus US$ 454,8 Miliar di Juli 2026
Utang luar negeri Indonesia naik menjadi US$ 454,8 miliar pada Juli 2026, didorong dominasi kenaikan utang publik dan dominasi pemasok dari Singapura, AS, dan lembaga multilateral.
17 September 2026
Berita Lainnya

SSB UHO Latihan Berdasarkan Kelompok Umur
Kamis, 17 September 2026, 17.19 WITA

Tangki Kosong, Risiko Serius bagi Sistem Kendaraan
Kamis, 17 September 2026, 15.44 WITA

Gemini Bantu Ingat Lokasi Barang Lewat Fitur Baru
Kamis, 17 September 2026, 15.37 WITA

Komdigi Tegur 25 Platform Tak Daftar PSE, Termasuk Whoosh dan Susi Air
Kamis, 17 September 2026, 15.36 WITA

PSEL Bogor Raya 1 Resmi Diluncurkan, Tampung 500 Ribu Ton Sampah Tahunan
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Pusat Perikanan Berkelas Internasional
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

Prabowo Tegaskan Penindakan Ribuan Tambang Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 15.34 WITA

Trump Rencanakan Pertemuan Strategis dengan Pemimpin Teluk di New York
Kamis, 17 September 2026, 15.34 WITA


