Trump Rencanakan Pertemuan Strategis dengan Pemimpin Teluk di New York
Presiden AS Donald Trump akan menggelar pertemuan dengan pemimpin negara Teluk dan Muslim di New York untuk bahas strategi pasca-konflik dengan Iran, menyusul ketegangan meningkat dan gangguan pasokan minyak.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.34 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempersiapkan pertemuan penting dengan pemimpin enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) pada minggu depan di New York, sejalan dengan Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi respons kolektif terhadap eskalasi konflik dengan Iran dan milisi Houthi yang mendukung pemerintahan Syiah, sekaligus menyusun kerangka kerja sama pasca-krisis. Upaya diplomatik ini dilakukan di tengah hambatan dalam negosiasi gencatan senjata yang telah berlangsung lama.
Undangan awal telah dikirimkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada hari Rabu, dengan rencana menghadirkan pemimpin dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman. Kemungkinan besar, daftar peserta akan diperluas untuk mencakup pemimpin dari negara Muslim lain yang terdampak secara langsung. Fokus utama diskusi adalah menyusun strategi jangka panjang yang akan difinalisasi setelah pemilihan paruh waktu AS pada November mendatang.
Di tengah ketegangan geopolitik, Arab Saudi mengambil langkah antisipatif dengan menutup Pipa Timur-Barat—jaringan vital pengangkut minyak mentah dari pantai timur ke pelabuhan Yanbu—setelah mengalami kerusakan akibat serangan drone. Meski demikian, pasokan minyak tetap terjaga berkat pengaturan pengiriman tambahan melalui metode transfer antar-kapal di Sohar, Oman. Harga minyak mentah Brent turun ke level US$105,8 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan 0,22% menjadi US$102,14, menunjukkan penurunan kekhawatiran pasar terhadap kelangkaan pasokan.
Trump mengungkapkan kepada wartawan bahwa Iran telah menyampaikan kontak langsung ke Washington dengan niat berunding, menandai potensi akhir dari krisis yang berkepanjangan. “Mereka ingin membuat kesepakatan, dan kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti,” ujar dia saat tiba di North Carolina. Namun, analis seperti Michael Feller dari Geopolitical Strategy menekankan bahwa ketidakmauan Iran untuk berdialog secara aktif berisiko memperpanjang konflik hingga akhir 2028 atau bahkan lebih lama. Ia menyoroti pentingnya pemulihan Pipa Timur-Barat sebagai kunci menstabilkan pasar energi global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Komdigi Tegur 25 Platform Tak Daftar PSE, Termasuk Whoosh dan Susi Air
Kementerian Komunikasi dan Digital menegur 25 platform, termasuk Whoosh dan Susi Air, karena belum mendaftar Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat hingga batas waktu 22 September 2026.
17 September 2026
Draf Aturan HAM Terkendala Delapan Bulan di Setneg
Menteri HAM menyoroti keterlambatan finalisasi aturan HAM yang terhambat selama delapan bulan di kantor Sekretaris Negara.
17 September 2026

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu, Pemerintah Tindak Tegas
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi yang tidak sesuai standar mutu, menyusul temuan laboratorium bahwa kandungan zat gizi tidak sesuai klaim label.
17 September 2026

Prabowo Ungkap Hemat Rp50 Triliun dari Penutupan 328 BUMN
Presiden Prabowo menyatakan penutupan 328 BUMN sejak Oktober 2024 telah menghemat anggaran negara Rp50 triliun, dengan target penutupan total 750 perusahaan hingga 2026.
17 September 2026
Berita Lainnya

SSB UHO Latihan Berdasarkan Kelompok Umur
Kamis, 17 September 2026, 17.19 WITA

Tangki Kosong, Risiko Serius bagi Sistem Kendaraan
Kamis, 17 September 2026, 15.44 WITA

Gemini Bantu Ingat Lokasi Barang Lewat Fitur Baru
Kamis, 17 September 2026, 15.37 WITA

The Fed Naikkan Suku Bunga, Thaci Divonis 25 Tahun
Kamis, 17 September 2026, 15.36 WITA

Prabowo Ungkap Koruptor di Balik Aksi Ricuh
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

PSEL Bogor Raya 1 Resmi Diluncurkan, Tampung 500 Ribu Ton Sampah Tahunan
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Pusat Perikanan Berkelas Internasional
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

Anggaran Kemnaker 2027 Rp6,57 T, Menaker Usulkan Tambahan Rp8,36 T
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA


