Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Rencanakan Pertemuan Strategis dengan Pemimpin Teluk di New York

Presiden AS Donald Trump akan menggelar pertemuan dengan pemimpin negara Teluk dan Muslim di New York untuk bahas strategi pasca-konflik dengan Iran, menyusul ketegangan meningkat dan gangguan pasokan minyak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.34 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Trump Rencanakan Pertemuan Strategis dengan Pemimpin Teluk di New York📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempersiapkan pertemuan penting dengan pemimpin enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) pada minggu depan di New York, sejalan dengan Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi respons kolektif terhadap eskalasi konflik dengan Iran dan milisi Houthi yang mendukung pemerintahan Syiah, sekaligus menyusun kerangka kerja sama pasca-krisis. Upaya diplomatik ini dilakukan di tengah hambatan dalam negosiasi gencatan senjata yang telah berlangsung lama.

Undangan awal telah dikirimkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada hari Rabu, dengan rencana menghadirkan pemimpin dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman. Kemungkinan besar, daftar peserta akan diperluas untuk mencakup pemimpin dari negara Muslim lain yang terdampak secara langsung. Fokus utama diskusi adalah menyusun strategi jangka panjang yang akan difinalisasi setelah pemilihan paruh waktu AS pada November mendatang.

Di tengah ketegangan geopolitik, Arab Saudi mengambil langkah antisipatif dengan menutup Pipa Timur-Barat—jaringan vital pengangkut minyak mentah dari pantai timur ke pelabuhan Yanbu—setelah mengalami kerusakan akibat serangan drone. Meski demikian, pasokan minyak tetap terjaga berkat pengaturan pengiriman tambahan melalui metode transfer antar-kapal di Sohar, Oman. Harga minyak mentah Brent turun ke level US$105,8 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan 0,22% menjadi US$102,14, menunjukkan penurunan kekhawatiran pasar terhadap kelangkaan pasokan.

Trump mengungkapkan kepada wartawan bahwa Iran telah menyampaikan kontak langsung ke Washington dengan niat berunding, menandai potensi akhir dari krisis yang berkepanjangan. “Mereka ingin membuat kesepakatan, dan kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti,” ujar dia saat tiba di North Carolina. Namun, analis seperti Michael Feller dari Geopolitical Strategy menekankan bahwa ketidakmauan Iran untuk berdialog secara aktif berisiko memperpanjang konflik hingga akhir 2028 atau bahkan lebih lama. Ia menyoroti pentingnya pemulihan Pipa Timur-Barat sebagai kunci menstabilkan pasar energi global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya