Draf Aturan HAM Terkendala Delapan Bulan di Setneg
Menteri HAM menyoroti keterlambatan finalisasi aturan HAM yang terhambat selama delapan bulan di kantor Sekretaris Negara.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.21 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibukaKendari, ıNarasikita - Draf aturan pelaksanaan hak asasi manusia yang telah menunggu finalisasi selama delapan bulan kembali menjadi sorotan menyusul pernyataan tegas dari Menteri HAM. Ia menegaskan bahwa proses pembentukan peraturan yang diharapkan menjadi landasan hukum perlindungan HAM di tingkat nasional justru mengalami stagnasi di kantor Sekretaris Negara.
Keterlambatan ini dinilai menghambat implementasi kebijakan yang seharusnya segera diterapkan guna memperkuat sistem perlindungan bagi warga negara, terutama kelompok rentan. Menteri menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan yang dinilai tidak mendukung keterbukaan dan transparansi dalam proses pembuatan kebijakan.
Ia menegaskan bahwa ketidakberdayaan dalam menyelesaikan draf bukan hanya masalah administratif, tetapi juga menyangkut komitmen pemerintah terhadap prinsip HAM. Keterlambatan ini, menurutnya, berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi negara dalam menjaga hak dasar warga.
Langkah selanjutnya, Menteri berencana mempercepat koordinasi lintas kementerian dan melibatkan lembaga pemantau HAM untuk memastikan draf segera selesai dan disahkan. Tujuannya adalah menciptakan kerangka hukum yang konsisten, jelas, dan dapat diakses oleh semua pihak, termasuk masyarakat sipil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Komdigi Tegur 25 Platform Tak Daftar PSE, Termasuk Whoosh dan Susi Air
Kementerian Komunikasi dan Digital menegur 25 platform, termasuk Whoosh dan Susi Air, karena belum mendaftar Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat hingga batas waktu 22 September 2026.
17 September 2026

Trump Rencanakan Pertemuan Strategis dengan Pemimpin Teluk di New York
Presiden AS Donald Trump akan menggelar pertemuan dengan pemimpin negara Teluk dan Muslim di New York untuk bahas strategi pasca-konflik dengan Iran, menyusul ketegangan meningkat dan gangguan pasokan minyak.
17 September 2026

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu, Pemerintah Tindak Tegas
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi yang tidak sesuai standar mutu, menyusul temuan laboratorium bahwa kandungan zat gizi tidak sesuai klaim label.
17 September 2026

Prabowo Ungkap Hemat Rp50 Triliun dari Penutupan 328 BUMN
Presiden Prabowo menyatakan penutupan 328 BUMN sejak Oktober 2024 telah menghemat anggaran negara Rp50 triliun, dengan target penutupan total 750 perusahaan hingga 2026.
17 September 2026
Berita Lainnya

SSB UHO Latihan Berdasarkan Kelompok Umur
Kamis, 17 September 2026, 17.19 WITA

Tangki Kosong, Risiko Serius bagi Sistem Kendaraan
Kamis, 17 September 2026, 15.44 WITA

Gemini Bantu Ingat Lokasi Barang Lewat Fitur Baru
Kamis, 17 September 2026, 15.37 WITA

The Fed Naikkan Suku Bunga, Thaci Divonis 25 Tahun
Kamis, 17 September 2026, 15.36 WITA

Prabowo Ungkap Koruptor di Balik Aksi Ricuh
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

PSEL Bogor Raya 1 Resmi Diluncurkan, Tampung 500 Ribu Ton Sampah Tahunan
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Pusat Perikanan Berkelas Internasional
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA

Anggaran Kemnaker 2027 Rp6,57 T, Menaker Usulkan Tambahan Rp8,36 T
Kamis, 17 September 2026, 15.35 WITA


