Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warsh Bantah Isu Kepercayaan terhadap The Fed Picu Lonjakan Imbal Hasil

Gubernur The Fed Kevin Warsh menegaskan kenaikan imbal hasil obligasi AS tak disebabkan kehilangan kepercayaan terhadap bank sentral, melainkan pertumbuhan ekonomi kuat dan permintaan modal dari korporasi besar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Warsh Bantah Isu Kepercayaan terhadap The Fed Picu Lonjakan Imbal Hasil📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh secara tegas menanggapi spekulasi yang menyebutkan bahwa penurunan kepercayaan terhadap The Fed menjadi pemicu melonjaknya imbal hasil obligasi negara AS hingga menyentuh level 5%. Menurutnya, anggapan tersebut tidak berdasar dan menyesatkan. Ia menekankan bahwa kenaikan imbal hasil lebih didorong oleh kondisi ekonomi AS yang terus menunjukkan kekuatan, termasuk pertumbuhan yang stabil dan permintaan kredit yang tinggi dari sektor swasta.

Warsh menyoroti peran besar perusahaan-perusahaan raksasa yang sedang melakukan penggalangan dana besar-besaran untuk proyek investasi dan ekspansi. Persaingan ketat antar korporasi dalam memperoleh modal memicu peningkatan permintaan terhadap instrumen obligasi pemerintah, sehingga mendorong imbal hasil naik secara signifikan. Hal ini, menurutnya, merupakan fenomena pasar yang wajar dan tidak mencerminkan ketidakstabilan kebijakan moneter.

Ia menegaskan bahwa kebijakan The Fed tetap konsisten dalam menekan inflasi dan menjaga stabilitas jangka panjang. Menurut Warsh, kenaikan imbal hasil bukan indikator kegagalan kebijakan, melainkan respons terhadap dinamika ekonomi nyata di lapangan. Dengan demikian, ia menilai pasar telah memahami bahwa The Fed tetap komitmen terhadap kemandirian kebijakan dan independensi dalam menangani tekanan inflasi.

Pernyataan Warsh menjadi respons langsung terhadap kritik yang muncul dari sejumlah analis pasar yang menghubungkan kenaikan imbal hasil dengan kekhawatiran terhadap kemampuan bank sentral dalam menekan inflasi. Namun, menurutnya, faktor eksternal seperti aktivitas korporasi justru lebih dominan dalam membentuk tren imbal hasil saat ini. Ia menekankan pentingnya memahami kompleksitas pasar, bukan hanya melihat angka secara parsial.

Tujuan utama pernyataan ini adalah untuk menstabilkan persepsi pasar dan menghindari kepanikan yang tidak perlu akibat kesalahpahaman terhadap dinamika kebijakan moneter. Warsh berharap pasar dapat fokus pada data ekonomi nyata dan tidak terjebak dalam narasi yang tidak akurat. Dengan demikian, kebijakan moneter tetap dapat berjalan efektif tanpa gangguan dari spekulasi yang berlebihan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya