Prabowo Langsung ke Jepang Tuntaskan Proyek Masela yang 28 Tahun Terbengkalai
Presiden Prabowo Subianto memimpin diplomasi langsung ke Jepang untuk memastikan komitmen investor dalam proyek gas Masela yang terbengkalai selama 28 tahun.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan langkah strategis dengan terbang langsung ke Jepang guna menuntaskan kebuntuan proyek strategis Lapangan Abadi di Blok Masela. Ia menekankan bahwa cadangan gas bumi di wilayah tersebut merupakan salah satu yang terbesar di Tanah Air, namun telah tidak berproduksi selama dua dekade lebih sejak ditemukan potensinya. Kegiatan ini disampaikan dalam dialog dengan jurnalis senior dan pakar di Hambalang, Bogor, pada 6 September 2026, yang direkam dan disiarkan beberapa hari setelahnya.
Dalam pertemuan khusus dengan tokoh-tokoh penting Jepang, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan terus menunggu tanpa kepastian. Ia menyampaikan secara langsung pertanyaan krusial: apakah mitra asing tetap memiliki komitmen membangun proyek yang telah tertunda selama 28 tahun. Dengan tegas, ia menyatakan bahwa pemerintah siap mempertimbangkan pengalihan pengelolaan blok tersebut kepada investor lain jika keinginan berkolaborasi tidak lagi disertai tindakan nyata.
Pemerintah kini tengah membuka akses bagi investor baru dengan melaporkan kesiapan sekitar 128 blok migas baru untuk dikembangkan. Langkah ini bagian dari upaya transformasi sektor energi nasional, sekaligus menunjukkan komitmen terbuka terhadap keterlibatan global dalam pengelolaan sumber daya alam. Di samping itu, temuan ladang gas besar serta mineral strategis di berbagai wilayah semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai negara pemasok energi utama di kawasan.
Untuk menjaga ketahanan energi, pemerintah juga mempercepat diversifikasi energi melalui program B50 berbasis kelapa sawit dan pengembangan energi surya secara masif. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan stabilitas pasokan BBM. Selain itu, hasil optimal dari sektor energi akan segera disalurkan ke kas negara melalui penertiban aset dan pencegahan kebocoran, membuka ruang fiskal yang lebih besar.
Dana hasil optimalisasi sumber daya alam tersebut akan dialokasikan secara langsung untuk program produktif rakyat, terutama perbaikan dan renovasi bertahap terhadap 280.000 fasilitas pendidikan, termasuk sekolah dan pesantren di seluruh wilayah Indonesia. Proses pengalihan aset dari lembaga penegak hukum ke kementerian keuangan menjadi bagian dari sistem yang kini berjalan efisien, menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Ikon Pariwisata dan Perikanan Modern
Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan di Cirebon akan direvitalisasi menjadi kawasan terintegrasi antara perikanan, ekonomi kreatif, dan wisata berbasis budaya lokal hingga 2028.
17 September 2026

PSEL Bogor Raya 1 Resmi Diluncurkan, Tampung 500 Ribu Ton Sampah Tahunan
Proyek pengolahan sampah menjadi listrik di Bogor resmi dimulai, mampu mengolah 500 ribu ton sampah per tahun dan mengurangi emisi karbon hingga 640 ribu ton setara CO₂.
17 September 2026

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Pusat Perikanan Berkelas Internasional
Pemerintah resmi memulai pembangunan PPN Kejawanan di Cirebon dengan investasi Rp459 miliar, bertujuan meningkatkan produktivitas dan akses pasar global.
17 September 2026

LRT Jakarta Resmi Beroperasi dari Kelapa Gading ke Manggarai
Proyek LRT Jakarta yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade kini resmi beroperasi penuh dari Kelapa Gading hingga Manggarai dengan total panjang 12,2 kilometer dan 11 stasiun.
17 September 2026
Berita Lainnya

Kebiasaan Menunda Nikmati Kopi Bisa Cerminan Pola Hidup
Kamis, 17 September 2026, 19.46 WITA

Tesla Resmi Hadir di Vietnam Lewat Anak Perusahaan Baru
Kamis, 17 September 2026, 19.45 WITA

Fitur Motion Assist Bantu Kurangi Mabuk Saat Naik Kendaraan
Kamis, 17 September 2026, 19.38 WITA

Zuckerberg Dorong AI Berkembang Bebas, Tekankan Tanggung Jawab Mandiri
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Perketat Sistem Magang Nasional
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Antrean BBM di Makassar Tuntas, Pemerintah Ungkap Penimbunan dan Faktor Teknis
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Indonesia dan Malaysia Percepat Pembaruan MoU Perlindungan Pekerja Migran
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Pendapatan PNBP Kemnaker Dominasi dari Izin Tenaga Asing
Kamis, 17 September 2026, 19.36 WITA


