Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

GMFI Catat Laba Semester I-2026, Ekuitas Kembali Positif

Emiten perawatan pesawat Garuda Maintenance Facility mencatat laba bersih Rp193 miliar pada semester pertama 2026, didorong lonjakan pendapatan dan perbaikan struktur modal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 19.35 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
GMFI Catat Laba Semester I-2026, Ekuitas Kembali Positif📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$10,81 juta atau setara Rp193,09 miliar pada periode Januari–Juni 2026, naik 23,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini dibukukan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (PwC), dengan kurs tengah Bank Indonesia per 30 Juni 2026 sebesar Rp17.856 per dolar AS.

Pendapatan konsolidasi GMFI melonjak 51,0% secara tahunan menjadi US$270,29 juta atau sekitar Rp4,83 triliun, jauh melampaui target setengah pendapatan tahunan 2025 yang sebesar US$491,88 juta. Kenaikan ini didorong dominasi segmen reparasi dan overhaul yang mencapai US$220,45 juta, naik 66,0% dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan dari perawatan pesawat (line maintenance) tumbuh 10,3% menjadi US$38,21 juta, sedangkan operasi lainnya tetap stabil di US$11,63 juta.

Pendapatan dari pelanggan dalam grup Garuda meningkat signifikan, dengan PT Garuda Indonesia (GIAA) menyumbang US$108,26 juta atau 40% dari total pendapatan, naik 39,2%. Citilink juga mencatat pertumbuhan tinggi dengan pendapatan US$73,70 juta, meningkat 86,5% dan berkontribusi 27% terhadap total pendapatan, naik dari 22% pada semester I-2025. Pendapatan dari pelanggan non-grup (NGA) mencapai 32%, menunjukkan diversifikasi pasar yang terus berkembang.

Perbaikan kinerja keuangan ditopang peningkatan laba sebelum pos keuangan dan lain-lain menjadi US$27,84 juta, naik 80,9% yoy, meski dibayangi beban rugi selisih kurs yang membengkak menjadi US$8,79 juta. Beban material melonjak 129,9% karena kenaikan suku cadang rotable dan repairable, sementara beban pegawai dan subkontrak masing-masing naik 11,6% dan 26,9%. Secara keseluruhan, ekuitas GMFI kini positif sebesar US$144,62 juta atau sekitar Rp2,58 triliun, berbalik dari defisit sebesar US$249 juta pada pertengahan 2025, didukung oleh aksi PMHMETD II dan persetujuan kuasi reorganisasi oleh RUPSLB.

Kendati arus kas operasional turun 43,4% menjadi US$6,96 juta akibat kenaikan pembayaran ke pemasok, manajemen menegaskan likuiditas tetap terjaga melalui program optimalisasi persediaan, penagihan piutang, dan negosiasi termin pembayaran. GMFI juga memperoleh sertifikasi base maintenance dari EASA dan terus mengembangkan kapabilitas untuk tipe pesawat modern seperti A350, B787, B737 MAX, A320neo, serta melanjutkan proyek Aerospace Park Kertajati.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya