Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.753 per Dolar AS di Akhir Sesi Kamis

Nilai tukar rupiah berakhir melemah ke level Rp17.753 per dolar AS pada perdagangan Kamis sore, terdorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 19.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.753 per Dolar AS di Akhir Sesi Kamis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada sesi perdagangan Kamis (17/9) sore berada di posisi Rp17.753 per dolar AS, menunjukkan penurunan sebesar 57 poin atau 0,32 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan dari penguatan indeks dolar AS dan lonjakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, yang memperkuat dominasi dolar dalam pasar global.

Pergerakan mata uang lokal sejalan dengan tren pelemahan sebagian besar mata uang Asia terhadap dolar AS. Yuan Tiongkok turun 0,01 persen, peso Filipina melemah 0,02 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,54 persen, sedangkan won Korea Selatan melemah 0,85 persen. Dolar Hong Kong juga mengalami koreksi kecil sebesar 0,01 persen. Di sisi lain, yen Jepang menguat 0,25 persen dan dolar Singapura naik 0,09 persen, menunjukkan perbedaan dinamika antar mata uang regional.

Di pasar mata uang global, euro Eropa menguat 0,03 persen, sementara dolar Australia naik 0,32 persen. Sebaliknya, poundsterling Inggris, dolar Kanada, dan franc Swiss mengalami koreksi ringan masing-masing 0,01 persen. Kondisi ini menunjukkan pergerakan bervariasi, namun dominasi dolar AS tetap terasa kuat, terutama setelah hasil rapat FOMC dan pernyataan hawkish dari pejabat The Fed.

Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyebut bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut di AS, yang diperkuat oleh pernyataan Kepala The Fed Warsh. Ia memprediksi bahwa tekanan ini akan berdampak pada keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan depan, di mana kemungkinan besar BI akan mempertahankan suku bunga acuan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya