The Fed Naikkan Suku Bunga, Pemerintah Siap Hadapi Dampak pada Obligasi Global
Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps berdampak pada repricing obligasi global Indonesia, namun tetap dalam batas wajar, sementara penerbitan Panda Bond tetap dilanjutkan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 22.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kebijakan moneter The Federal Reserve yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin hingga mencapai rentang 3,75–4,00 persen mulai menimbulkan dampak terhadap instrumen keuangan negara berdenominasi asing. Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menyatakan bahwa meskipun terjadi penyesuaian harga (repricing) pada surat utang negara (SUN) dalam valuta asing, situasi tersebut masih berada dalam batas yang dapat dikelola. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah mempersiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.
Dalam pernyataan di kompleks parlemen, Juda menekankan bahwa kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS merupakan respons terhadap tekanan inflasi yang masih tinggi, terutama dipicu oleh fluktuasi harga minyak dan faktor eksternal lainnya. Ia menilai kebijakan tersebut wajar dalam konteks global, meskipun mengakui adanya tekanan terhadap pasar keuangan berkembang. Namun, menurutnya, dampaknya tidak berdampak signifikan terhadap kemampuan pemerintah dalam membiayai defisit melalui pasar internasional.
Salah satu instrumen yang tetap akan dilanjutkan adalah penerbitan obligasi berdenominasi mata uang Tiongkok, atau Panda Bond. Juda menegaskan bahwa program ini akan terus berjalan sebagai bagian dari diversifikasi pendanaan negara. Penerbitan instrumen ini dinilai strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Tiongkok dan memperluas basis investor global.
The Fed mengumumkan keputusan kenaikan suku bunga dengan suara bulat 12-0 dari anggota FOMC, menandakan konsensus kuat atas kebutuhan menekan inflasi agar kembali ke target 2 persen secara lebih cepat. Meski kenaikan ini merupakan yang pertama sejak 2023, The Fed juga menyiratkan kemungkinan satu kali kenaikan lagi hingga akhir tahun. Dalam konteks ini, pemerintah tetap optimistis mampu menjaga kredibilitas dan daya tarik pasar terhadap surat utangnya meski dalam kondisi perubahan kebijakan moneter global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Resmi Jalani Prosedur Aksesi ke Bank BRICS
Indonesia tengah menjalani proses aksesi ke New Development Bank (NDB) dengan koordinasi lintas kementerian dan belum menentukan jumlah investasi awal.
17 September 2026

Realisasi Anggaran MBG Capai Rp139 T, Penerima Manfaat Lebih dari 56 Juta Jiwa
Realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 16 September 2026 mencapai Rp139,77 triliun, atau 63,89% dari pagu total, dengan 56,99 juta penerima manfaat dari target 74,5 juta.
17 September 2026

Haji Isam Resmi Akuisisi 10 Miliar Saham Bayan
Transaksi pengalihan saham pengendali PT Bayan Resources Tbk resmi ditandatangani, dengan Haji Isam sebagai pembeli utama melalui entitas Jhonlin Baratama.
17 September 2026

GEMS Peroleh Kredit US$42 Juta dari Bank Mandiri untuk Proyek Elektrifikasi
PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) mendapatkan fasilitas kredit US$42 juta dari Bank Mandiri melalui anak perusahaannya, Borneo Indobara, untuk pembiayaan proyek elektrifikasi area tambang.
17 September 2026
Berita Lainnya

38 Obat Alami Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Kamis, 17 September 2026, 22.49 WITA

LRT Kelapa Gading-Manggarai Beroperasi Gratis Delapan Hari
Kamis, 17 September 2026, 22.47 WITA

Kelok 23 Resmi Uji Coba, Tawarkan Akses dan Pemandangan Baru
Kamis, 17 September 2026, 22.45 WITA

Meja Makan di Canggu yang Menyentuh Rasa dan Jiwa
Kamis, 17 September 2026, 22.45 WITA

VinFast Perkenalkan Ekosistem EV Lengkap di GIIAS Bandung 2026
Kamis, 17 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan Tiga Produk Wearable Baru di Indonesia
Kamis, 17 September 2026, 22.36 WITA

BUK Migas Langsung di Bawah Presiden dalam RUU Baru
Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA

Prabowo Dorong Implementasi BBM Campuran Bioetanol 50%
Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA


