Rasio Pajak RI Mendekati 10%, DPR Soroti Kinerja Penerimaan
DPR memperingatkan penurunan rasio pajak Indonesia yang kini mendekati angka 10%, menyoroti kinerja penerimaan negara yang belum mencapai target dalam dua tahun terakhir.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengungkap kekhawatiran terhadap tren penurunan rasio pajak nasional yang kini berada di kisaran hampir 10%. Ia menekankan bahwa angka tersebut jauh di bawah level tertinggi yang pernah dicatat pada 2004, yakni 12,71%, dan menandakan perlunya perbaikan sistem penerimaan negara secara menyeluruh.
Menurut Misbakhun, ketidakmampuan mencapai target penerimaan pajak dalam dua tahun terakhir menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah, terutama Kementerian Keuangan. Ia menyoroti bahwa realisasi pendapatan perpajakan pada 2025 hanya mencapai 89,05% dari target, atau sebesar Rp2.231,84 triliun dari total target Rp2.490,91 triliun, sehingga terjadi kekurangan sekitar Rp259 triliun.
Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kemampuan negara membiayai program pembangunan dan menjaga defisit APBN tetap dalam batas aman, termasuk target defisit 2,4% pada tahun 2027. Misbakhun menekankan bahwa penerimaan negara bukan sekadar angka, melainkan fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga yang saling menggerakkan.
Ia menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan insentif fiskal seperti tax holiday, pembebasan pajak, dan penangguhan pembayaran pajak yang selama ini diberikan kepada sektor usaha. Menurutnya, insentif tersebut harus dievaluasi secara objektif untuk menilai efektivitasnya dalam mendorong investasi dan aktivitas ekonomi, atau justru berkontribusi terhadap penurunan penerimaan negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Ungkap Skema Ekspor Satu Pintu untuk Hentikan Kebocoran Negara
Presiden Prabowo Subianto memaparkan asal mula kebijakan ekspor satu pintu melalui DSI untuk mengatasi kerugian negara akibat manipulasi laporan ekspor selama 34 tahun.
18 September 2026

RUU Keuangan Negara Harus Diposisikan sebagai Alat Politik Ekonomi
Tiga pakar ekonomi menekankan perlunya RUU Keuangan Negara yang tidak hanya administratif, tetapi juga mencerminkan nilai ekonomi politik, fleksibilitas defisit, serta fokus pada dampak nyata pembangunan.
18 September 2026

Haji Isam Siap Akuisisi 30% Saham BYAN, Nilai Kepemilikan di Tiga Emiten Capai Rp93 Triliun
PT Jhonlin Baratama, milik Haji Isam, berencana akuisisi 30% saham PT Bayan Resources Tbk dengan nilai pasar sekitar Rp115 triliun, sementara total nilai kepemilikan sahamnya di tiga emiten mencapai Rp93,13 triliun.
18 September 2026

Insentif Dapur MBG Disesuaikan Berdasarkan Kapasitas dan Kualitas Layanan
BGN menyusun perubahan skema insentif Rp6 juta per hari untuk dapur MBG, dengan penyesuaian berdasarkan kapasitas produksi, jumlah penerima manfaat, dan standar kualitas pangan.
18 September 2026
Berita Lainnya

Influenza A Melonjak, Anak Usia Dini Paling Terdampak
Jumat, 18 September 2026, 07.47 WITA

Xiaomi Perkenalkan Tiga Perangkat Wearable Baru dengan Fitur Kesehatan dan Daya Tahan Tinggi
Jumat, 18 September 2026, 07.37 WITA

74 WNI Masih di Mocha, Kemlu Pantau Kondisi Secara Berkala
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Antrean BBM di Makassar Disebabkan Perubahan Pola Konsumsi dan Penimbunan
Jumat, 18 September 2026, 07.36 WITA

Menlu Wakili Prabowo di Sidang PBB 2026
Jumat, 18 September 2026, 07.34 WITA

Hujan Lebat Picu Banjir di Mogadishu, Pemerintah Bentuk Tim Tanggap Darurat
Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA

Subsidi BBM Pakistan Diterapkan, Warga Kesulitan Akses
Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA

Adhi Karya Minta Maaf, Janji Tuntaskan Proyek LRT City
Jumat, 18 September 2026, 07.33 WITA


